Our Wedding Moment

96 11 3
                                        

Persiapan pernikahan Ajeng dan Hastu hampir selesai. Ajeng dan Hastu sepakat tidak menyewa gedung pernikahan. Mereka memilih teras belakang rumah dengan dekorasi luar ruangan.

 Mereka memilih teras belakang rumah dengan dekorasi luar ruangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ajeng berada dikamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ajeng berada dikamarnya. Menatap pantulan dirinya didalam cermin dalam balutan kebaya putih dengan rambut disanggul berhiaskan bunga melati yang menjuntai dibahu kanannya. Sesekali ia menarik nafas untuk menghilangkan kegugupannya.

"Gue mo nikah." Gumam Ajeng. Senyumnya merekah.

"Hari ini gue nikah." Gumam Ajeng lagi. Ia membelai pipinya yang memerah. Lalu kembali tersenyum. Ajeng melihat pantulan gaun berwarna merah yang dipilihkan Hastu untuknya. Ia akan memakai gaun itu untuk resepsi pernikahan nanti.

"Kok gugup gini ya?" Ucap Ajeng sembari memegang dadanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kok gugup gini ya?" Ucap Ajeng sembari memegang dadanya.

"Ajeng." Panggil seseorang didepan pintu.

"Masuk aja, gak dikunci." Jawab Ajeng.

Cekkllekkk pintu terbuka menampakan seorang gadis yang tak asing dimata Ajeng. Ajeng berbalik. Sedikit terkejut, memudarkan senyuman diwajah Ajeng.

####

Hastu berada dirumah Rafa. Mira dan Somad memaksanya tinggal. Hari ini ia tak datang seorang diri kerumah Ajeng. Somad dan Mira adalah wali nikahnya. Mau tak mau Hastu pun harus setuju. Ia tak hanya menikahi Ajeng. Tapi juga akan menjadi bagian dari keluarga dan hidup Ajeng.

Langit dan Senja [complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang