Mahira berada dirumah. Membuka laptopnya sembari melihat-lihat foto unggahan milik Rafa. Ia pun mengambil ponselnya.
"Si Hastu ini hobinya apaan?" Tulisnya. Ira pun mengirim pesan itu kepada Riska.
Lima menit kemudian Ira mendapat balasan dari Riska.
"Biar gue tebak, lo pasti lagi buka-buka foto ayank gue!" Balas Riska.
"Gue lagi nyariin sosmed-nya Hastu, tapi pas stalkingin sosmed pacar lu, eh nemuin poto Hastu." Balas Ira.
"Itu tuh kmaren gegara dianya galau. Jadi Rafa ngajakin olga biar gak ngelamun doang kerjaannya." Jelas Riska.
"Kemaren juga gitu."
"Iya, gegara satu cewek! Sebel gue."
"Lahh knapa jadi lo yang sebel? Lo juga suka sama Hastu?"
"Ya bukan! Kesian aja, cowok tulus kek dia disia-siain."
"Sapa sih? Penasaran gue."
"Anak ipa sini, cucunya yang punya sekolahan."
"Ajeng?"
"Yups!"
Penasaran, Ira pun mulai mencari tahu akun sosial media milik Ajeng.
####
Rafa sedang asyik main playstation diruang tengah dengan Hastu. Semampunya, Rafa ingin selalu menghibur Hastu agar lupa akan Ajeng. Meski perasaannya tak mungkin bisa hilang dengan mudah setidaknya Rafa sudah berusaha menghibur saudara tirinya itu.
"Den," panggil seorang pelayan.
"Apa bi?" Ucap Rafa tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ada tamu."
"Sapa bi?"
"Bibi gak kenal den, belum pernah kesini."
"Sapa sih, ganggu aja." Gerutu Rafa.
"Temuin aja dulu, sapa tau si Riska kangen elu." Sahut Hastu dengan terus bermain.
"Kalah dong gue."
"Ya daripada lo digantung kering sama Riska."
Rafa mendengus kesal membenarkan ucapan Hastu. Ia pun bangkit mengikuti pelayan yang memanggilnya tadi.
"Sapa ya?" Tanya Rafa saat melihat seorang gadis membelakangi pintu.
"Hastu ada?" Ucap Ira begitu memutar tubuhnya menghadap Rafa. Rafa kembali mendengus.
"Kirain sapa, masuk aja. Dia lagi ngegame diruang tengah. Btw, lo sendirian?" Cerocos Rafa sembari celingukan mencari Riska.
"Riska gak ikut. Ada acara dia." Ucap Ira lalu menyelonong masuk tanpa permisi menuju ruang tengah.
Tanpa ba bi bu, ia duduk diatas meja didepan Hastu. Hastu berjingkat kaget.
"Ira?" Panggil Hastu sembari mengelus dada saking kagetnya.
"Ngapain lo-"
"Gue kesini pen mastiin mata Ajeng gak katarak!" Potong Ira. Rafa kesal setengah mati! Karna mati-matian ia berjuang agar Hastu melupakan Ajeng, dan Ira malah mengingatkannya.
####
"Bisa liat kearah lain gak? Sumpah gue risih lo melototin gue mulu!" Protes Hastu. Ira terang-terangan menatap Hastu sejak satu jam yang lalu.
"Gue aja risih liatnya, apa lagi elu yang diliatin mulu!"
"Diem deh lo pada!" Sentak Ira. Hastu memutar bola matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit dan Senja [complete]
Ficção AdolescenteMy fifth story😍. Sequel Devano. Baca yakk. Mei, 03, 2020 Cover by: me "Langit punya semuanya. Ia tak pernah kehilangan senja, fajar, matahari, bulan dan bintang. Ia setia menunggu senja datang menghiasi hari sorenya hingga malam menggantikan warna...
![Langit dan Senja [complete]](https://img.wattpad.com/cover/223461243-64-k449881.jpg)