Ajeng duduk di depan jendela kamarnya. Semua kalimat ibu-ibu kompleks tadi pagi menganggunya. Terlebih saat ia tahu, Riska sudah hamil.
Rintik hujan mulai membasahi jendela kaca didepannya. Tangan Ajeng terangkat. Ia menghembuskan nafas ke jendela itu. Lalu mulai menggambar. Seorang bayi. Ia bahkan tak menyadari suaminya sudah pulang.
Hastu menghampiri istrinya. Ia melingkarkan tangannya pada pinggul Ajeng.
"Sore, sayang.." sapa Hastu. Ajeng terkejut. Ia segera berbalik
"Kapan pulang? Kok aku gak denger?" Tanya Ajeng sembari menyungingkan senyumannya. Hastu terdiam sejenak. Ia membelai lembut wajah istrinya.
"Aku sampai setengah jam yang lalu." Ucap Hastu. Ajeng meraih tas Hastu.
"Aku siapin air buat mandi, ya?" Ucap Ajeng mulai beranjak dari duduknya. Namun Hastu menghalangi langkah Ajeng.
"Nanti aja. Aku pengen denger cerita kamu hari ini." Ucap Hastu.
"Nanti aja ceritanya, kamu bau asem." Ucap Ajeng ingin melewati Hastu namun suaminya bersikeras tak ingin membiarkan Ajeng pergi.
"Sayang!" Ucap Ajeng.
"Cium dulu." Pinta Hastu.
"Nggak! Mandi dulu!" Tolak Ajeng. Hastu mendengus.
"Aku siapin airnya bentar, buruan mandi, aku siapin makan malamnya. Oke?" Ucap Ajeng.
"Ciumnya kapan?"
"Nanti abis makan."
"Janji?"
Ajeng mengangguk lalu menunjukan jari kelingkingnya untuk Hastu.
####
Ajeng menyiapkan makan malam untuk anggota keluarga.
"Wah, om Yunan dateng tepat waktu nih!" Seru Yunan yang baru saja masuk rumah namun yang ia tuju malah ruang makan, bukan tuan rumahnya.
Ajeng menoleh.
"Om Yunan? Kapan sampainya?" Seru Ajeng senang. Ia menghampiri Yunan lalu memeluk sahabat papanya itu.
"Baru nyampai, ehh hidung om nyium bau enak. Mangkanya langsung masuk, hehe.." jelas Yunan.
"Iya nih om, Ajeng lagi siapin makan malem. Om sendirian? Tante Lisa mana?" Tanya Ajeng.
"Ada didepan, lagi nurunin koper kita." Jawab Yunan. Ajeng melongo.
"Papa mana?" Tanya Yunan.
"Ada diatas, aku panggilin bentar. Om duduk aja dulu." Ucap Ajeng. Yunan mengangguk. Ia pun duduk di meja makan, mendahului para tuan rumah.
"Emm, anda siapa ya?" Tanya Hastu yang baru saja keluar dari kamarnya. Yunan menoleh. Mereka saling menatap cukup lama.
"Kamu siapa?" Tanya Yunan balik.
"Saya pemilik rumah ini." Jawab Hastu. Yunan tertawa mengejek. Terlebih melihat penampilan sederhana Hastu saat ini.
"Ada yang salah dengan jawaban saya?" Tanya Hastu merasa sedikit aneh karna ditertawakan.
"Lu pasti anak supir didepan itu, kan? Ngaku-ngaku yang punya rumah. Hah, ngaca dulu dong!" Ucap Yunan.
"Om." Panggil Ajeng yang masih berdiri pada anak tangga kedua dari bawah. Yunan menoleh. Ajeng menghampiri Hastu.
"Ini suami Ajeng. Namanya Hastu." Ucap Ajeng memperkenalkan Hastu.
"Apa? Om gak salah denger? Kenapa-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit dan Senja [complete]
Teen FictionMy fifth story😍. Sequel Devano. Baca yakk. Mei, 03, 2020 Cover by: me "Langit punya semuanya. Ia tak pernah kehilangan senja, fajar, matahari, bulan dan bintang. Ia setia menunggu senja datang menghiasi hari sorenya hingga malam menggantikan warna...
![Langit dan Senja [complete]](https://img.wattpad.com/cover/223461243-64-k449881.jpg)