Dua hari berlalu setelah Hastu pergi untuk perjalanan bisnis keluar kotanya. Ajeng jenuh menghabiskan waktunya hanya dengan mengutak-atik ponsel menunggu kabar dari suaminya.
Warna hitam disekitar matanya mulai nampak jelas. Ajeng kurang istirahat. Sudah dua malam ia hanya tidur kurang dari tiga jam setiap malamnya.
Ajeng kini tengah duduk ditaman yang tak jauh dari kolam renang. Seminggu lagi pernikahan Rafa dan Riska diadakan. Deva jarang dirumah saat siang hari. Hal itu semakin membuat Ajeng jenuh.
Dering ponsel membuyarkan lamunannya. Sebuah telepon masuk ke ponselnya. Bergegas Ajeng meraih ponsel itu. Berharap sang suami menghubunginya, namun-
"Halo?"
"Jeng, main yuk, gue jenuh dirumah nih." Ajak Mayang. Ajeng mendengus karna kecewa. Tapi bukan ide yang buruk jika ia menerima ajakan Mayang. Lagi pula, ia pun juga sendirian di rumah.
"Jemput gue ya? Gak ada mobil soalnya. Kepakai semua." Ucap Ajeng.
"Siap!" Jawab Mayang diseberang.
####
Tak berselang lama, mobil Mayang memasuki pelataran kediaman Atmawidjaya. Ajeng keluar dan menghampiri Mayang.
"Udah yuk." Ucap Ajeng sembari mengikat rambutnya.
"Kemana?" Tanya Mayang.
"Yang ngajakin jalan elo, kenapa malah nanya?"
"Hehe." Mayang nyengir.
"Emm, Angga gak di rumah?" Tanya Mayang malu-malu.
"Keluar dari pagi belom balik. Gak tau deh kemana." Jawab Ajeng. Mayang hanya menyahuti dengan ber'oh' ria. Terdengar kecewa namun tak ia ungkapkan.
"Udah yukk ah, panas nih." Ucap Ajeng. Mayang mengangguk.
Mobil mulai melaju meninggalkam kediaman Atmawidjaya. Ajeng teringat keluhan Angga tempo hari. Ia pun ingin menanyakan hal itu kepada Mayang.
"May," panggil Ajeng.
"Hmmm"
"Kenapa nanyain Angga tadi?"
Mayang gelagapan. Ia bingung memilih kalimat untuk menjawab pertanyaan Ajeng.
"Emm, gak ada. Gak ada apa-apa." Jawab Mayang.
"Gue nanya kenapa, bukan ada apa." Ucap Ajeng mengkoreksi.
"Ya gak kenapa-napa, soalnya udah dua hari dia gak ngehubungin gue. Gue khawatir aja." Jawab Mayang. Detik berikutnya gadis itu menyadari telah keceplosan. Ia merutuki bibirnya dalam hati.
"Ohh." Sahut Ajeng santai. Ia tak ingin Mayang curiga.
"Tapi lo bilang dia jalan dari tadi pagi dan belom balik, berarti dia gak apa-apa dong?" Ucap Mayang.
"Emang harusnya dia gimana?" Tanya Ajeng. Skak matt! Mayang cari mati. Ia gelagapan untuk menjawab Ajeng.
"Emm, jadi gini, kemaren tuh dia nanya gue suka gak sama dia." Cerita Mayang.
"Terus?"
"Gue bingung jawabnya, gue suka sama abang lo, tapi dia ciuman pertama gue! Gue mesti gimana? Jadi yaudah, gue usir aja dia dari rumah." Jawab Mayang sendu. Ajeng tertawa terbahak-bahak.
"Lo aneh." Ucap Ajeng.
Mobil berbelok ke sebuah mall.
####
"Aneh gimana?" Lanjut Mayang begitu mereka duduk di kursi salah satu kafe.
"Lo suka sama abang, dalam arti lo cinta gak sama abang?" Tanya Ajeng.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit dan Senja [complete]
Dla nastolatkówMy fifth story😍. Sequel Devano. Baca yakk. Mei, 03, 2020 Cover by: me "Langit punya semuanya. Ia tak pernah kehilangan senja, fajar, matahari, bulan dan bintang. Ia setia menunggu senja datang menghiasi hari sorenya hingga malam menggantikan warna...
![Langit dan Senja [complete]](https://img.wattpad.com/cover/223461243-64-k449881.jpg)