8. Melanjutkan perjalanan

14 3 0
                                        

Sekitar jam dua siang, Lotus terbangun dari tidurnya. Dia mengerjap-ngerjap mengusir rasa kantuknya yang masih tersisa sambil melihat sekeliling.

"Hai!" sapa Moren.

"Oh," Lotus yang menyadari Moren ada didekatnya terkejut dengan tubuh yang kembali berkedip-kedip.

Cherry yang menyadari Lotus sudah bangun lalu bangkit, dia memanjangkan tubuhnya sebelum berjalan ke semak-semak.

"Apa tidurmu enak?" tanya Moren.

"Ya, lumayan, tidak seenak dirumah." Lotus tertawa.

Moren menceritakan pada Lotus mengenai kunjungan teman-teman Katz. Lotus sudah mengenal para incanio itu, mereka pernah beberapa kali bertemu.

"Mereka titip salam untukmu, tadi kau masih tidur," Moren memberi tahu.

"Ya, terimakasih."

Moren memperhatikan. Dua kali Lotus berkedip-kedip saat mereka sedang bicara, lalu satu kali saat Moren menatapnya agak lama.
"Lotus," katanya, "Apa aku membuatmu tidak nyaman?"

"Apa? Tidak, aku hanya..."

"Katz bilang padaku, kau pasti lelah terus berkedip-kedip seperti itu dan aku merasa tidak enak padamu."

"Ah, ini... maaf Moren, kau tidak perlu memikirkan hal ini. Aku juga tidak tahu kenapa begini. Masalah peri, kurasa." Lotus tertawa dan sekali lagi tubuhnya berkedip-kedip karenanya.

"Jangan menganggap aku orang asing. Padahal aku yang paling merepotkan diperjalanan ini, tapi kalian yang berkorban banyak karena membantuku."

"Tadinya kan kau menolak," Lotus mengingatkan, Moren tidak pernah meminta mereka untuk membantu.

"Benar. Sekarang aku bersyukur ada kalian bersamaku." Moren bersungguh-sungguh mengatakannya sambil menatap wajah Lotus. Lotus kembali berkedip-kedip.

"Kau mulai lagi," Moren tersenyum geli menyadarkan Lotus yang masih berkedip-kedip.

"Aduh, jangan melihatku begitu!" Lotus berpaling menghindar.

"Ayolah, coba kau kendalikan dirimu. Kita masih akan lama bersama-sama, aku tidak enak padamu kalau begini."

Lotus dengan menahan tawa kembali melihat ke arah Moren.

"Nah, lihatlah manusia didepanmu ini, kenapa kau harus malu? Harusnya aku yang merasa sungkan, kalau saja kalian tidak bersamaku, mungkin kemarin aku sudah mati, tersesat dihutan." Moren sekali lagi mengatakan kesungguhannya untuk berterimakasih.

Lotus menatapnya lama, berusaha keras untuk tidak berkedip-kedip. Dia tiba-tiba tertawa terbahak. Mungkin menertawakan dirinya sendiri yang merasa konyol tengah saling bertatapan dengan seorang manusia. Moren tersenyum membiarkannya bersikap aneh, wajah Lotus memerah karena tertawa dan peri itu nampak manis sekali.

Katz terbangun karena suara tawa Lotus. Dia melompat berdiri begitu saja dan langsung melihat kesekeliling dengan waspada. Moren yang disebelahnya terbelalak pada Katz. Melihat itu, Lotus tertawa lebih lama lagi.

"Maaf, Katz. Aku membuatmu terbangun, ya?" Masih ada sedikit tawa dalam suaranya.

"Tidak apa-apa," Katz menurunkan bahunya yang tegang, syukurlah itu bukan apa-apa.
"Kenapa tertawa seperti itu? Apa Lylo sudah kembali?"

"Belum, mungkin sebentar lagi."

Hari baru saja beranjak sore, namun Khelam sudah gelap total. Saat itu Lylo melayang mendekat. Mereka semua makan dulu sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.

Katz sudah mengikat bawaan mereka di rompi Cherry dan Moren sudah berada dipunggung si gumpalan bulu itu. Moren menggeser-geser duduknya untuk mencari posisi yang ternyaman, Cherry mendengus tidak suka, ia masih kesal pada manusia itu. Kalau bukan karena Katz yang menyuruhnya, dia sudah akan melempar orang itu dari punggungnya.

"Moren, karena pohon-pohon setelah ini akan semakin lebat, Lotus akan menaiki Cherry bersamamu, karena ia akan kesulitan terbang jika pohon-pohon terlalu rapat."
Katz memberi isyarat pada Lotus untuk naik pada Cherry. Lotus mengepakkan sayapnya, terbang rendah dan duduk menyamping dibelakang Moren.

Moren menoleh padanya, "Kau tidak duduk di depan?"

Lotus tertawa.
"Tidak, begini sudah bagus. Begitu pohon-pohon sudah agak jarang aku akan kembali terbang. Kalau didepan aku akan sulit mengepakkan sayap."

"Baiklah," Moren mengangguk.
Mungkin ini maksud Katz tentang 'kau akan terpaksa pandai sebentar lagi' karena tidak mungkin mereka akan saling berdiam sementara berada bersama dipunggung Cherry.

"Kita akan agak lambat setelah ini, harus hati-hati benar supaya tidak tersandung."
Katz memandang awas kedepan. Bungkul-bungkul pohon bertonjolan dari dalam tanah, mengancam untuk menjegal dalam diam.

"Ayo!" Katz bergerak maju.

"Ups!" Moren tersentak kebelakang saat Cherry tiba-tiba bergerak. Dia buru-buru menyambar bulu Cherry untuk berpegangan. Terdengar suara Lotus menertawakannya dari belakang.

The Galgalore's TrapCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang