Moren kembali ke pondok peri saat hari sudah menggelap. Katz mendelik begitu ia membuka pintu pondoknya.
"Kemana saja kau?" gertaknya.
Tapi Lily segera berdiri diantara mereka dan berkata, "Moren, kau hanya punya waktu sangat sedikit untuk bersiap-siap. Sebentar lagi akan ada yang kesini menjemput kalian untuk acara makan malam dengan Ratu Violet. Cepatlah!"
"Aku akan cepat-cepat." Moren berjalan melewati Katz, bergegas menuju ruangan mereka. Sekilas ia melihat Hyereen sudah berdandan, rambutnya digulung dengan rapi, Bluebell ada disebelahnya.
Hyereen baru saja selesai memastikan saudaranya berpakaian dengan rapi saat pintu pondok diketuk seseorang.
"Itu pasti mereka." Bluebell membuka pintu.
Coral dan Gerbera ada diluar sana untuk menjemput. Mereka berbasa-basi sebentar sebelum akhirnya pergi ke istana ratu peri. Lily memeluk erat Cherry dan menyogoknya dengan semangkuk beri agar gumpalan bulu itu tidak berlari mengikuti Katz.
Ruang makan itu besar dengan sebuah meja ditengah dan kursi-kursi disekelilingnya. Lentera dimana-mana, ditempat itu hanya ada warna kuning dan putih. Ruangan itu berhias bunga-bunga, baik yang sengaja dipotong dan ditaruh disana maupun yang memang secara alami tumbuh diruangan itu, menjalar maupun berumpun. Banyak peri yang hadir untuk jamuan makan malam itu. Coral mengenalkan pada Moren dan Hyereen para anggota dewan peri, ketua peri penjelajah; Lotus salah satu anggotanya, ketua keeper Pterogorn dan beberapa peri pengurus rumah tangga istana. Ruangan itu penuh dengan tawa lembut bersahut-sahutan.
Saat sebuah lonceng dibunyikan, segera para peri itu berdiri khidmat berjajar di kiri dan kanan, menghadap sebuah tangga yang mengarah ke sana.
Ratu Violet berjalan dengan anggun menapaki tangga. Dia begitu tinggi menjulang karena dialah satu-satunya yang berada disana tanpa pengaruh serbuk peri. Rambutnya digerai, bergelombang panjang sepinggang; berwarna gading pada pangkalnya dan secara gradasi berubah menjadi keunguan pada ujungnya. Sebuah tiara bertahtakan berlian putih diselipkan diatas kepalanya, satu mata berlian yang paling cemerlang berwarna biru berada ditengah. Sayapnya yang terlipat berpendar keunguan dan memanjang dibelakangnya, ada peri yang memegang ujung-ujungnya agar tidak menyentuh lantai. Ratu peri tidak bisa terbang, sayapnya ada untuk menghasilkan serbuk peri bagi rakyatnya. Di belakangnya berdiri dua orang putri dan seorang putranya.
"Hormat dan cinta untuk Yang Mulia Ratu Violet." Semua peri membungkuk dalam saat Ratu Violet mencapai tangga terakhir.
Sang Ratu tersenyum dan mengarahkan pandangan pada kakak beradik manusia, tamunya.
"Tamu-tamuku yang istimewa, sudah lama ya saat-saat seperti ini dinantikan."
"Suatu kehormatan, Yang Mulia," Hyereen dan Moren membungkuk memberi hormat.
Kemudian Ratu Violet menghampiri kursinya dan duduk disana, sayap-sayapnya diletakkan dengan hati-hati oleh pelayannya dibalik punggungnya. Dia memberi tanda pada semua, lalu yang hadir disana mengambil tempat duduk masing-masing. Seorang peri mempersilahkan Moren dan Hyereen duduk di sisi kanan ratu.
Makanan dan minuman dihidangkan dengan mengalir, semua enak dan memuaskan. Mereka makan dan bercakap-cakap namun tidak membahas mengenai Roh Gelap sedikitpun. Mereka akan membahasnya setelah acara makan usai.
Setelah acara makan malam selesai, mereka pindah keruangan lain, dimana terdapat kursi-kursi yang sudah diatur secara melingkar. Tidak ada tumbuh-tumbuhan disana, semua lentera yang menyala berwarna putih. Dindingnya terdapat simbol bunga berkelopak tujuh yang disulam dengan benang emas pada sehelai kain ungu.
Ratu Violet berada di tengah, sedangkan yang lain duduk melingkar dalam dua baris. Moren dan Hyereen duduk pada baris paling depan, Katz dan Lotus dibelakang mereka.
"Aku tidak melihat Lylo?" tanya Moren melalui bahunya.
"Sepertinya dia ada urusan sendiri. Sebelum ini dia sudah bertemu secara pribadi dengan Ratu Violet, aku yakin dia sudah menceritakan semua pada ratu," jawab Katz.
Moren mengangguk dan perhatiannya kembali ke depan. Ratu Violet sedang mengatakan hal-hal yang sifatnya pembukaan dalam pertemuan itu. Moren mendengarnya mengatakan tentang Roh Gelap dan keinginan-keinginan mereka, sama seperti yang sudah dikatakan Katz.
"Aku sangat menyayangkan hal seperti itu terjadi padamu, Hyereen," kata Ratu Violet setelah kisah yang mengantar pertemuan mereka berdua dengan Katz diceritakan.
"Tapi ternyata dalam kejadian yang burukpun maksud-maksud dan rencana baik saling terhubung. Siapa yang menduga.
"Sebelum ini aku sudah berbicara dengan Lylo, Sang Roh Murni. Kini para Roh Gelap sudah tahu bahwa tawanan mereka menghilang dan mereka menduga dengan benar bahwa para peri yang telah membawanya pergi. Mereka menjadi cemas, mata mereka sekarang mengawasi Menara dengan tajam agar jangan sampai ada komunikasi antara peri dengan manusia. Namun dengan demikian mereka akan bergerak dengan lebih cepat, mungkin juga dengan terburu-buru.
"Mengenai rencananya, Moren, seharusnya kau sudah mendengar bahwa kekuatan Roh Gelap sangat besar dan akan sulit bagi kita bersama-sama mengalahkannya. Tapi kami sudah berbicara dengan para Rockbum dan hanya dengan bantuan merekalah kita dapat mengalahkan para Roh Gelap. Karena mereka kaum yang kuat dan mereka tinggal di tanah-tanah gersang di selatan, di negeri yang belum pernah disentuh para roh. Para Roh Gelap tidak akan menduga adanya kekuatan sebesar itu melawan mereka.
"Para Rockbum adalah harapan kita satu-satunya tapi mereka sangat pasif dan lebih suka menunggu. Bukankah di Galgalore terdapat sebuah lembah yang luas dan curam di bagian barat, Moren?" tanya Sang Ratu.
"Benar, Lembah Coklat, jika ada yang masuk kedalamnya, dia akan kesulitan keluar karena dindingnya cukup curam," jawab Moren.
"Karena para Roh Gelap mengejar manusia," kata Sang Ratu, "kami ingin kalian mengarahkan mereka masuk ke dalam lembah dan disana para Rockbum akan menggilas mereka semua tanpa ada kesempatan meloloskan diri."
"Tunggu! Maafkan saya, Yang Mulia Ratu," Moren menyela, "Apa kalian sedang merencanakan menjadikan kami umpan?" Moren mengatakan itu nyaris berteriak.
Para peri berbisik satu sama lain, mereka menganggap Moren berlaku tidak sopan.
"Kau mengatakan seolah-olah kami sudah merencanakan sesuatu yang jahat, Moren!" Salah seorang dewan peri mengecamnya.
Moren tak kalah marahnya saat itu. "Memang seperti itu. Jika para Rockbum menggilas semua yang ada di lembah, bagaimana kami yang ikut masuk kesana dapat keluar? Kalau begitu kami seperti masuk ke dalam kuburan. Jika aku harus pulang dan bicara dengan Galgalore, mereka akan memilih melarikan diri dan sembunyi sebisa mungkin dari sekarang, sebelum para Roh Gelap menyerang."
"Yang seperti itu hanya akan mengundur sedikit untuk terjadinya peperangan, mereka akan segera menemukan kalian," keluh dewan peri.
"Lebih baik dari pada terang-terangan menyerahkan nyawa demi kalian. Teganya kalian merencanakan ini semua pada kami!" kata Moren marah.
Beberapa dewan peri sudah berdiri dan nyaris melompat untuk menghajar mulut pemuda itu, tapi Ratu Violet merentangkan tangannya diantara mereka. Hyereen mencengkeram lengan saudaranya dengan waspada.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantasyMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
