23. Gold Berrywater

13 2 0
                                        

Moren terbangun ketika matahari sudah lama muncul. Api unggunnya kini tinggal sekumpulan abu dengan sedikit asap yang masih membumbung. Cherry tidak ada di sekitar Moren.

"Cherry!" panggil Moren.

Hewan itu memang masih belum menganggapnya teman, tapi Moren lebih senang seandainya si Bulu itu ada disampingnya daripada sendirian. Ada suara mendengking-dengking takjauh dari situ, Moren pergi memeriksanya.

Dari balik pohon, Moren melihat Cherry takjauh dari sana menggaruk-garuk tanah dengan semangat. Setelahnya hewan itu seperti menyergap sesuatu, kemudian Moren melihatnya menggotong seekor kelinci yang sudah mati lemas. Rupanya dia habis berburu. Cherry melintas dengan takacuh didepan Moren. Dia kembali ke dekat api unggun, mendekap kelincinya.

Moren menyusul dan duduk didekat Cherry. Cherry menggeram padanya.

"Hei, aku tidak akan minta itu, ya." Moren menunjuk pada kelinci.

Moren mengeluarkan bekalnya sendiri, Katz yang memberinya sebelum berangkat kemarin. Isinya sama dengan yang sudah-sudah; kue kering, kismis dan sedikit daging asap. Cherry (yang melihat Moren sudah memiliki sesuatu untuk dimakan) menjadi bersikap tenang, dia mulai mencabik kelincinya. Moren melihatnya menggigit-gigit kelinci, rasanya tidak terlalu menjijikan dibanding melihatnya mengunyah tikus.

Cherry menyembur-nyemburkan tulang kelinci setelah puas menghisap-hisapnya. Moren tertawa melihatnya, lama-lama dia bisa melihat hewan itu lumayan imut juga.

Moren lalu bertanya-tanya sendiri, apa yang akan terjadi setelah ini? Dia sudah menghabiskan semalaman hanya duduk-duduk sampai tertidur, bahkan ini sudah hampir siang dan belum ada apa-apa atau siapa-siapa datang dari Menara. Dia ingin tahu bagaimana kabar Lotus, apa dia baik-baik saja?

Moren sudah memutuskan akan berjalan-jalan sejenak disekitar tempat itu, saat seseorang memanggilnya.

"Moren!"

Satu roh berbentuk kelinci nampak melayang mendekat. Itu Lylo.

"Lylo!" Moren memekik senang. "Mana yang lain?" Dilihatnya Hyereen dan Katz tidak bersamanya.

"Mereka lama sekali," Lylo menggerutu. "Itu yang terjadi kalau kau berjalan bersama manusia. Maaf Moren, aku tidak sedang menjelek-jelekkan bangsamu, tapi maksudku kecepatan kita berbeda dan ada Hyereen bersama kami. Jadi maksudku itu..."

"Aku mengerti, Lyl," potong Moren, "Tidak apa-apa."

"Begini, Katz menyuruhku mendahului mereka berdua untuk menjemput Cherry. Mereka belum ada setengah jalan kemari, jika Cherry kembali untuk menjemput mereka, maka perjalanan akan lebih singkat."

"Kalian tidak menuju Galgalore?"

"Tidak, Moren. Ada sedikit masalah, aku mendengar sesuatu di Sarang, jadi kami memutuskan lebih baik kami menuju kediaman para peri saat ini. Tidak tidak, jangan melihatku seperti itu! Jangan tanya apa-apa! Aku akan menceritakan semua nanti kalau Katz sudah ada bersama kita. Nah, mana Cherry?"

Moren tidak bertanya apa-apa karenanya. Mereka menghampiri Cherry. Lylo dan Moren mencoba membuat Cherry bangun dan mengikuti Lylo, tapi Cherry tidak bergerak sedikitpun. Hewan berwajah lebar itu tetap berbaring, tidak peduli kata-kata Lylo. Moren menatap putus asa pada Cherry.

"Dia hanya mendengarkan Katz dan Lotus," kata Lylo. "Aku tidak memikirkan itu sebelumnya. Aku pikir kita harus mendapatkan seorang peri, para peri bisa bicara padanya."

"Aku sendirian disini sejak semalam, kalau kau mau peri kau harus naik ke Menara," Moren menimpali.

Lalu seorang pemuda tiba-tiba muncul begitu saja disebelah Lylo.
"Apa ada yang butuh peri?" tanyanya.

"Oh, astaga!" teriak Lylo karena terkejut. Moren juga terkejut, tapi karena dia berada agak jauh dia tidak seterkejut Lylo. Darimana orang itu muncul?

Pemuda yang muncul tiba-tiba itu tertawa. Sepasang sayap menjuntai dari punggungnya, rupanya dia salah satu dari para peri.

"Gold! Sejak kapan kau ada disitu?" pekik Lylo.

"Sejak semalam aku sudah disini dan baru saja aku bergeser ke dekatmu."

"Moren ini Gold," kata Lylo. "Ah, berkenalanlah sendiri nanti. Ayo!" Lylo mendorong Gold mendekati Cherry. "Kau sudah dengar tadi, kan, apa yang harus kau lakukan?"

"Kau buru-buru sekali, Lyl," jawab Gold.

"Ya memang. Ayo ayo!" dorong Lylo.

Gold membungkuk dan mengusap kepala Cherry lalu bicara berbisik-bisik padanya. Cherry menyalak lalu segera berdiri tegap dengan ke empat kakinya.

"Nah, dia sudah siap!" Gold memberi tahu Lylo.

"Bagus. Tunggu dulu, sepertinya hari sudah terlalu siang, aku akan memakai kerudungku dulu." Sebuah kerudung roh muncul mendadak dalam pelukan Lylo. Lylo membuka lipatannya dan mengenakannya.

Moren keheranan melihatnya, "Dari mana benda itu tadi muncul? Dimana kau menyimpannya?"

"Sebuah ingatan tentu saja disimpan dalam kepala, Moren," jawab Lylo enteng, seolah seharusnya itu sebuah pengetahuan umum yang diketahui semua orang.

"Ayo Cherry!" Lylo melayang cepat dan Cherry mengikuti di belakangnya.

Moren menatap kepergian Cherry dan Lylo sampai mereka tidak terlihat lagi.

"Jadi sudah sejak semalam kau disini, eh?" sindir Moren pada Gold. Dia jadi teringat semak-semak yang membuat Cherry menggonggong tadi malam. Sepertinya peri itu berada disana dalam mode menghilang.

"Haha," Gold tertawa canggung. "Aku Gold Berrywater," Gold mengenalkan dirinya, mengangguk sedikit sambil tubuhnya berkedip-kedip.

"Moren," Moren membalas singkat.
"Jadi, kenapa kau tidak muncul saja semalam?" tanya Moren.

"Aku tidak bermaksud bersembunyi darimu, tapi aku sebenarnya hanya diperintahkan untuk mengawasi. Tadi aku melihat Lylo dan sepertinya kalian butuh bantuan jadi rasanya tidak apa-apa kalau aku memperlihatkan diri."

"Hanya diperintahkan untuk mengawasi? Apa maksudnya itu?"

"Yah," kata Gold. "Kami berencana untuk menanyai Lotus mengenai dirimu sebelum diijinkan membawamu masuk ke Menara. Tapi Lotus sudah tidak sadar saat Pterogorn mendarat, jadi mereka mengutusku untuk mengawasi sementara, sampai mungkin ada seseorang yang kami kenal muncul atau ada kabar dari dewan peri."

"Kau bilang Lotus sudah tidak sadar? Bagaimana keadaannya?" tanya Moren cemas.

"Mereka membawanya ke ruang perawatan, aku tidak tahu bagaimana dia sekarang," jawab Gold sedih. "Aku berharap dia baik-baik saja."

Mendengar itu mendadak Moren merasa muram.
"Menurutmu aku akan diijinkan naik ke Menara?" tanyanya.

"Kalau ada Katz dan Lylo tidak masalah, aku akan memanggil Pterogorn begitu mereka datang. Kau tidak keberatan menunggu?"

"Aku tidak keberatan selama tidak ada peri tak nampak yang ternyata diam-diam mengawasiku."

Gold tertawa. "Maaf, aku akan duduk bersamamu kali ini."

Kemudian peri berambut kelabu itu duduk begitu saja diatas tanah, Moren lalu duduk disebelahnya. Beberapa kali tubuh Gold berkedip-kedip.

"Ceritakan padaku, bagaimana kalian bisa bersama dan apa yang sudah terjadi pada Lotus?" Gold menatap Moren dengan sungguh-sungguh ingin tahu. Moren sungguh heran, kalau Gold sebegitunya ingin tahu, kenapa dia tahan semalaman hanya melihat dan bukannya muncul untuk bertanya?

Moren menceritakan semua pada Gold, sejak dari bagaimana Hyereen dibawa pergi para roh gelap sampai kemudian mereka bisa mendapatkannya kembali.

The Galgalore's TrapCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang