Tiga hari setelah kesadarannya pulih, Moren sudah berkeliling melihat-lihat situasi istana, tapi ia belum keluar melihat seluruh Galgalore. Hyereen menceritakan seluruh kejadian setelah perang selesai padanya. Para Rockbum bangkit meninggalkan Galgalore pada malam sehari setelah perang usai. Saat itu mereka kembali menimbulkan gempa bumi, tapi mereka berlalu dalam diam sehingga tidak terdengar suara angin ribut. Orang-orang yang melihat mereka bergerak menyingkir dari jalan, menutup mulut dan bersikap seolah mereka tidak melihat apa-apa.
Rockbum meninggalkan Lembah Coklat dalam keadaan penuh dengan materi dari Pon Tares, sebuah batu ditinggalkan mencuat tinggi di tengah areanya. Kelak nama Lembah Coklat diubah menjadi Lembah Hitam karena begitu banyak yang sudah terkubur hidup-hidup di sana dan batu tinggi yang mencuat itu dipahat menjadi sebuah monumen sebagai peringatan.
Raja menyatakan status berkabung hingga 10 hari demi menghormati mereka yang sudah gugur di medan perang. Dia juga berencana mengundang kembali para peri, Incanio dan Roh (jika mereka berkenan) setelah semua kembali normal untuk mengadakan pesta persahabatan sekaligus perayaan akhir musim panas.
Siang itu, Moren sedang berada di ruang kegiatan bersama Hyereen. Beberapa hari dihabiskannya hanya bersantai dan tidak pergi kemana-mana selain di istana. Itu karena penyembuh istana melarangnya bepergian keluar paling tidak selama seminggu. Penyembuh itu bahkan bersikap sangat galak ketika menyampaikan pada Moren, mengingat Putra Mahkota biasanya keras kepala terhadap hal-hal yang berbau larangan. Moren benar-benar tidak berkutik dibawah tatapannya yang melotot kala itu. Dengan terpaksa dia bilang 'iya'.
Moren melihat Hyereen menatap keluar jendela dan mendengus. Sepertinya saudarinya itu bosan berada terus di istana.
"Kenapa kau tidak jalan-jalan keluar?" tanya Moren.
"Aku tidak ingin jalan-jalan."
"Sepertinya kau bosan."
"Aku tidak akan keluar kemana-mana sementara kau hanya diam di sini."
Moren tertawa. "Jangan pedulikan aku, di sini banyak yang mengurusku. Pergilah kalau kau mau."
"Aku tidak ingin kemana-mana, Moren." Hyereen heran kenapa Moren bersikeras menyuruhnya bepergian.
Sebenarnya dia memang bosan berada terus di istana, tapi Moren tidak tahu, Hyereen menatap keluar jendela bukan karena ingin jalan-jalan. Dia sedang menunggu seseorang.
"Oh!" Hyereen terlonjak saat sedang menatap keluar jendela. Sudut bibirnya jelas-jelas tertarik ke atas.
"Aku pergi dulu, Moren! Aku segera kembali!" Dia berlalu tanpa menunggu jawaban Moren.
Moren berjalan mendekati jendela dan menatap keluar. Apa yang dilihat Hyereen sampai-sampai dia begitu senang?
Di pelataran istana datang seorang yang tinggi dan tegap badannya. Rambutnya hitam dan panjang. Moren tahu siapa orang itu. Lalu seorang gadis berambut coklat panjang dan berombak berlari keluar dari istana. Mereka berpelukan. Si pria mengangkat adiknya ke udara dan memutarnya. Hyereen terlihat memukuli pria jangkung itu dengan gemas setelah tubuhnya diturunkan. Pria itu tertawa meskipun dihujani pukulan.
Moren kembali ke tempat duduknya. Jadi benar dugaannya, Katz dan Hyereen menjalin sebuah hubungan. Herannya, Moren tidak merasa marah. Katz mungkin sudah mengingkari kata-katanya sendiri dan dia sebenarnya masih merasa Katz itu aneh. Meskipun demikian, menilik semua yang sudah terjadi, rasanya bukan sesuatu yang buruk jika Hyereen dan Katz saling mencintai. Lagipula Katz adalah seorang yang bisa diandalkan, itu lebih penting dari apapun.
"Moren!" Hyereen berteriak, ia masuk dengan mendorong pintu ruangan hingga menjeplak lebar, menimbulkan suara yang keras.
"Astaga," gumam Moren.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantasyMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
