"Moren!!!" Hyereen menjerit senang ketika Moren turun dari kereta kuda. Tadinya ia melihat kereta itu masuk ke istana dari jendela ruang santai dan langsung berlari keluar karena tahu bahwa itu kereta dari perbatasan selatan.
"Hei!" Moren memeluk erat saudarinya itu. "Kau berhasil, Reen! Kau hebat!"
"Ya, begitulah. Bagaimana dengan kalian? Apa semua lancar?" Tanya Hyereen setelah menyapa dan memeluk Coral.
"Semua sesuai rencana. Kalau kau ingin tahu ceritaku secara lengkap bagaimana kalau kau ikut aku menghadap Ayah?" kata Moren.
"Tentu saja aku ikut!" Hyereen menggelayut di lengan Moren.
Malvis menyertai mereka semua menghadap raja. Penguasa lembah itu sangat gembira melihat anak kesayangannya kembali dengan selamat dan utuh. Orang-orang membiarkannya menangis dan menciumi Moren untuk beberapa saat.
"Aku sudah mendengar semua tentang yang kau kerjakan. Sekarang kau akan menyampaikan masalah atau bukan?" tanya Aberthoren.
Moren menggeleng. "Untuk saat ini, tidak ada kabar buruk, Ayah."
"Kalau begitu ceritamu bisa menunggu." Aberthoren tersenyum.
"Aku terlalu senang melihat kalian semua kembali dengan lengkap." Dia mendekap kedua anaknya bersama.
"Malam ini, pesta untuk seluruh istana!" katanya pada ajudan.
Ajudan itu membungkuk hormat sebelum melesat untuk memberi tahu seluruh istana terutama bagian dapur. Sementara itu Pangeran dan tamunya diantar ke kamar untuk bersiap-siap.
"Apa kubilang, kita tidak akan sempat beristirahat meskipun sejenak saat sampai di istana," kata Moren pada Coral sebelum seorang pelayan mengantarnya ke kamar.
"Aku tidak keberatan, Moren," jawab Coral. "Kau janji padaku_ seseorang akan memasak sesuatu yang benar-benar makanan saat kita sampai di istana, aku anggap kau sedang memenuhi janjimu." Peri itu berlalu sambil tertawa-tawa.
Hyereen mengikuti Moren ke kamarnya.
"Di mana Katz dan yang lain, Reen?" tanya Moren.
"Mereka sudah berangkat ke Wind Crasher beberapa hari yang lalu."
"Oh," Moren melangkah masuk ke kamarnya. "Padahal aku ingin melihat si Muka lebar. Sayang sekali," desah Moren.
Hyereen tersenyum. Dia memilih menunda memberi tahu Moren tentang Cherry, sampai nanti saatnya dirasa tepat.
Pesta mendadak di istana jarang sekali terjadi, tapi bukan berarti hal itu tidak pernah terjadi. Itu hanya pesta sederhana menurut standar kerjaan, hanya seperti acara makan bersama dengan hidangan berlimpah, yang terbaik yang bisa dipersiapkan juru masak dalam waktu 2 jam.
Sebelumnya, Moren sudah menemui ibunya dan kini setelah sekian lama, mereka sekeluarga makan bersama dalam satu meja. Mereka bersendau gurau melupakan sejenak segala macam kekhawatiran.
"Harusnya aku membuat pesta yang lebih meriah lagi. Bayangkan! Anak-anakku yang kupikir sudah mati ternyata keduanya sekarang duduk di depanku."
Aberthoren bicara dengan semangat di sela-sela makan. Kebanyakan orang sudah makan malam sebenarnya sebelum itu, tapi siapapun akan bersedia lapar lagi jika harus bersantap dengan orang-orang yang disayangi.
"Untuk saat ini perayaan kecil sudah cukup, sayang," kata Ratu. "Masih ada masalah yang harus dipikirkan. Masalah-masalah itu tidak akan selesai hanya karena kau merasa gembira."
"Kau benar sekali," Aberthoren tersenyum lembut pada istrinya.
"Aku dengar Ayah sudah mengatur pasukan-pasukan. Aku..." Moren ingin bicara, ayahnya langsung memotongnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantasyMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
