Setelah Sapphire pergi, datanglah dua orang peri wanita; Lily dan Bluebell. Mereka membawakan baju ganti untuk tamu, kecuali untuk Lylo. Pakaian peri itu sangat lembut baik tekstur dan warnanya. Moren mengenakan baju biru muda dan Katz mengganti pakaian kulitnya dengan baju berwarna hijau lembut. Moren nyaris mengira Katz adalah orang lain, pakaian peri itu memberi kesan yang berbeda pada Katz. Katz menyeringai seperti biasa pada Moren lalu Moren jadi mengenalinya sebagai Katz.
Moren, Katz dan Lylo berkumpul di ruang tengah, menunggu Hyereen selesai membersihkan diri. Lyli dan Bluebell tadi melihat Hyereen dengan geli, mereka berdua bersikeras mengikuti Hyereen untuk membantunya membersihkan diri. Penampilan Hyereen memang luar biasa setelah dia dibebaskan dari Sarang, kacau sekali. Kalau saja ada cermin yang bisa disodorkan padanya, Moren yakin adiknya itu akan langsung membantingnya setelah bercermin.
"Jadi kenapa kita sekarang ada di sini, Lyl? Bukankah kalian sebelum ini mendesak untuk bicara dengan orang-orang Galgalore?" Moren bertanya selagi mereka menunggu.
"Benar, Moren, tapi setelah kita berhasil membawa Hyereen keluar dari Sarang aku masih tetap disana untuk mendengarkan sesuatu. Sepertinya ada masalah dengan pelarian Lotus, aku mendengar para roh menyebut-nyebut tentang peri dan tahanan mereka. Katz memberi tahuku bahwa memang demikian yang terjadi setelah aku kembali ke gua.
"Sekarang dengarkan! Para roh itu menjadi waspada setelah ini, mereka mengirim lebih banyak burung-burung pengintai, hewan-hewan terlatih dan Animalo mereka ke perbatasan-perbatasan Galgalore. Mereka tidak mau akhirnya para peri dan Incanio menjalin komunikasi dengan manusia karena itu bisa menghambat rencana mereka. Mereka sebenarnya tidak takut seandainya manusia menggabungkan kekuatan dengan peri dan Incanio karena kekuatan mereka besar. Tapi mereka takut para manusia akan melakukan antisipasi sehingga mereka hanya mendapat sedikit sekali dari penyerbuan.
"Sekarang mereka sedang mencegah manusia tawanan mereka dibawa kembali ke Galgalore dan mengatakan informasi tentang Roh Gelap. Mereka mengawasi dengan ketat saat ini, lebih-lebih perbatasan antara tanah para peri dan Galgalore."
"Jika kekuatan peri, Incanio dan manusia tidak akan ada gunanya melawan mereka lalu untuk apa kalian ingin berbicara dengan manusia? Aku pikir kita akan mengadakan kekuatan gabungan untuk melawan mereka," kata Moren sangsi.
"Ya, memang seperti itu yang akan kami sampaikan. Sebenarnya kita tidak akan hanya bertiga, Moren," kata Katz. "Kami sudah lebih dulu berbicara dengan para Rockbum dan mereka sudah setuju untuk membantu, tapi mereka menginginkan kepastian bahwa manusia akan setuju dengan rencana keseluruhannya. Jadi kami berencana membahas mengenai rencananya dengan manusia sebelum kami kembali memberitahu para Rockbum."
"Rockbum? Dan rencana apa yang kalian miliki?"
"Rockbum, bangsa yang kuat yang tinggal di selatan dari Menara, arah tenggara dari Galgalore. Jika mereka bergabung, kita memiliki kekuatan cukup untuk menggempur Roh Gelap."
Moren mengerutkan keningnya, sebenarnya ada berapa banyak bangsa yang tinggal di daratan itu?
Lylo melanjutkan, "Mengenai rencananya, Moren, sebelum ini para Roh Gelap sudah memiliki rencana untuk melakukan serangan terhadap manusia, tapi kini kudengar mereka akan mempercepatnya setelah tawanan mereka kabur. 30 hari sejak hari ini_ tidak 29 hari, maksudku. Tepat saat anak-anak serigala mereka menginjak usia dewasa, mereka akan mulai menghimpun seluruh kekuatan.
Waktunya sangat terbatas sekarang, jika kita harus berbicara dengan manusia lalu berbicara dengan Rockbum, waktunya tidak akan cukup. Kita semua butuh persiapan.
"Berhubung ratu peri, Ratu Violet yang memiliki gagasan mengenai rencana kita, kami memutuskan untuk buru-buru menuju Menara dan membicarakan mengenai masalah ini dengan beliau. Aku senang kalian akhirnya juga disini, sebaiknya memang mendengar sesuatu langsung dari sumbernya."
Mereka berhenti bicara karena suara Lily dan Bluebell menghentikan percakapan mereka. Kedua peri itu keluar dari kamar dengan Hyereen bersama mereka. Hyereen menggunakan gaun panjang merah muda, rambut coklatnya disisir rapi tergerai di punggung, sebuah jepit berhias permata merah menahan beberapa rambutnya di dekat pelipis. Dari tubuhnya tercium wangi bunga yang mengalahkan aroma Lylo. Hyereen tampak bersinar seperti seharusnya penampilan seorang putri. Katz menatap padanya seperti orang kaget, dia seakan menyaksikan seorang gadis yang berbeda dengan sebelumnya. Demikian pula Hyereen terpaku padanya yang nampak lain dalam pakaian peri. Untuk beberapa saat mereka saling tatap.
"Kau cantik sekali, Hyereen," puji Lylo.
"Terimakasih, Lyl." Mata Hyereen melirik Katz, pujian itu akan seribu kali lebih berarti seandainya Katz yang mengucapkan.
Lily dan Bluebell menggiring mereka ke ruang makan. Senampan bunga sedap malam diletakkan dihadapan Lylo.
"Terimakasih, kalian benar-benar pengertian," kata Lylo, wajahnya nampak gembira
Itu adalah pertamakalinya Moren dan Hyereen menyaksikan Lylo makan bersama yang lain. Dia menghirup perlahan setiap kuntum bunganya dan setelah semua selesai diendus, bunga-bunga itu kini tergeletak, masih tampak segar namun sudah tidak wangi lagi.
"Bluebell, apakah kami bisa mengunjungi Lotus di ruang perawatan?" tanya Moren disela-sela mengunyah.
Bluebell tertawa, "Maaf sekali, sepertinya itu tidak diperbolehkan. Ruang perawatan tertutup untuk orang asing, tadi waktu aku datang bukankah kau sudah bertanya dan aku sudah bilang padamu kalau Lotus sudah sangat membaik? Pengurus dewan sedang menanyainya banyak hal saat ini."
"Apa akan ada masalah mengenai serbuk peri itu? Aku dengar aturannya dari Gold," lanjut Moren.
"Sepertinya tidak, aku juga sudah mendengar garis besar cerita mengenai hal itu. Kau tidak perlu cemas, Moren."
"Apa tidak bisa ya kita menengok sebentar saja? Sebentar saja, lagipula..."
"Moren!" Hyereen memotong perkataan kakaknya. "Bluebell kan sudah bilang tidak boleh!"
"Apa? Aku tidak..."
Lily dan Bluebell tertawa. "Tenanglah, kau mungkin akan melihatnya besok." Kedua peri itu saling berpandangan dengan geli.
Moren lega mendengar Lotus baik-baik saja, tapi sekaligus kesal karena saat itu Hyereen mendelik padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantasyMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
