Sudah malam saat rombongan masuk ke area istana Galgalore, mereka berada di pelataran sayap kiri, bagian istana yang dikhususkan untuk para tamu. Pelayan-pelayan sudah siap disana, mereka sudah diperintahkan untuk tidak bertanya dan bicara macam-macam pada para tamu. Begitu diberitahukan kamar-kamar sudah siap, Aberthoren berpamitan, tapi Hyereen masih tinggal untuk memastikan semua sudah dipenuhi keperluannya.
"Setelah kau selesai disini, temuilah ibumu sebelum kau istirahat." Aberthoren berpesan pada anaknya.
"Ya, Ayah."
Hyereen memang sudah tidak sabar untuk menjumpai ibunya, sebelum itu ia ingin teman-temannya merasa nyaman dan ia ingin membersihkan diri sebelum bertemu ibunya.
Setelah ayahnya pergi, Hyereen kembali pada Katz dan yang lain. Mereka sudah siap untuk diantar ke kamar. Sapphire tampak pucat dan jalannya agak terhuyung.
"Kau tidak apa-apa, Sapphire?" tanya Hyereen cemas.
Para peri memerlukan energi besar untuk menghilang dan Sapphire sudah melakukannya hampir seharian.
"Ya." Sapphire tertawa.
"Itu tadi agak lama, untung aku masih ingat cara untuk terlihat kembali," dia tertawa lagi.
"Aku hanya perlu tidur."
"Kalau begitu, aku sendiri yang akan mengantarmu ke kamar."
Pelayan-pelayan perempuan sudah berharap merekalah yang akan mengantar pemuda manis itu, tapi Hyereen mengajak seorang pelayan laki-laki diantara mereka untuk berjalan bersamanya.
"Katz kau akan diantar Meri dan Libby. Lylo bagaimana denganmu?" tanya Hyereen.
"Aku akan senang jika diijinkan bebas bergerak kemana aku mau, tapi sementara ini aku akan bersama Katz."
Hyereen mengangguk.
"Baiklah. Ayo, Sapphire!" Dia berjalan beriringan dengan Sapphire, pelayan laki-laki mengikuti dari belakang.
Dilarang bertanya macam-macam pada para tamu. Itu aturan untuk pelayan. Jangankan dilarang bicara atau bertanya, Meri dan Libby berharap mereka juga dilarang bertemu dengan para tamu, biarlah para tamu mencari kamar mereka sendiri_ kalau tamunya seperti Katz dan Lylo.
Meri dan Lybby mengantar Katz dan Lylo dengan perasaan merinding. Setelah semua urusan selesai dengan tamu-tamu itu, mereka lega sekali bisa segera menjauh dari tamu-tamu aneh itu.
"Astaga, aku takut sekali! Kau lihat cakarnya itu, Libby?"
Meri berbisik pada Libby setelah mereka berada di lorong.
"Aku merinding. Mereka teman-teman putri Hyereen??? Aku tidak pernah membayangkan Tuan Putri berteman dengan hantu. Oh, tidak_ mudah-mudahan ini bukan pertanda buruk! Monster-monster mengancam lembah kita dan hantu masuk istana."
Libby mengeluh sambil menggelengkan kepala.
"Aduh aduh! Aku tidak tahu. Ayo cepat, pergi yang jauh!" Meri mendorong Libby agar berjalan lebih cepat.
Di kamarnya, telinga Katz bergerak-gerak. Dia menangkap pembicaraan kedua pelayan itu.
"Mereka membicarakan kita, Lyl," katanya pada Lylo.
Lylo bersikap tidak peduli.
"Apa katanya? Apa mereka bilang kau sangat tampan sehingga mereka nyaris pingsan saat melihatmu?" sindir Lylo tertawa.
"Ya. Mereka juga bilang kau kelinci terimut sedaratan. Sebentar lagi mereka akan kembali membawa sekeranjang wortel untukmu."
Mereka berdua tertawa. Pembicaraan pelayan itu tidak mungkin demikian.
Katz menghempaskan tubuhnya ke kursi.
"Curang sekali, Hyereen hanya mengantar Sapphire."
"Curang bagaimana? Kurasa dia sudah bersikap sepantasnya sebagai tuan rumah."
"Harusnya dia mengantarku juga_ maksudku mengantar kita. Kan bisa kita sama-sama mengantar Sapphire ke kamarnya, setelah itu dia mengantar kita ke kamar. Begitu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantastikMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
