53. Hyereen dan Katz

16 2 0
                                        

Katz baru saja selesai dengan pekerjaannya dan akan mencari Moren di lapangan. Langkahnya terhenti setengah jalan karena berpapasan dengan Hyereen.

"Oh, Katz!" Hyereen memekik.

"Hai," Katz terkejut dan secara tidak sadar tersenyum lebar. Dia senang melihat Hyereen, mungkin dia ingin memeluknya tapi entah mengapa dia malah merasa canggung. Mereka berdiri berhadapan, saling tersenyum dan merasakan kecanggungan itu.

"Apa kau mencari Moren?" tanya Katz akhirnya.

"Err... yah." Hyereen berbohong. Sebenarnya ia kesitu karena melihat Blacktoe sudah dikandangnya, dia ingin bertemu Katz. Seseorang yang ditemuinya dijalan mengatakan bahwa Moren juga sedang berada disana, jadi dia tidak sepenuhnya bohong.

"Moren ada di sana bersama Bris dan Fen," Katz menunjuk di kejauhan.
Di lapangan tampak 3 orang sedang mengobrol di antara Wombark-wombark. "Ayo kesana!"

Mereka lalu berjalan beriringan.

Hyereen sudah pernah mendengar tentang Bris dari Moren, hanya sekilas.
"Fen? Bukankah itu gadis pemenang kontes kecantikan?" Hyereen bertanya untuk memastikan, Katz pernah menyebut namanya saat mereka mengobrol; Fen, gadis yang digilai cowok-cowok Incanio di Wind Crasher.
Tiba-tiba Hyereen merasa hilang harapan, Katz pasti juga menyukai Fen.

"Benar," jawab Katz. Dia tiba-tiba berhenti di bawah sebuah pohon setelah itu, menatap setengah melamun pada Bris dan Fen. Hyereen ikut menghentikan langkah di sebelahnya.

Dari sana mereka bisa melihat Bris yang sangat akrab dengan Fen. Bris secara terang-terangan memainkan rambut Fen dan terlihat menggoda gadis itu di sela-sela mereka mengobrol dengan Moren. Katz menatap mereka dalam diam.

Hyereen memperhatikan arah pandangan Katz dan bertanya, "Apa mereka memang dekat?"

"Bris adalah tunangan Fen," kata Katz tanpa mengalihkan pandangannya.

Hyereen merasakan suatu sentakan yang aneh, mungkin dia senang karena saingannya berkurang, tapi rasanya juga sedih karena ia menduga hati Katz pasti hancur karena itu. Jika demikian, dia tidak akan bisa menghibur Katz sama sekali.

"Kau pasti sedih, ya?" bisik Hyereen.

"Sedih kenapa?" Katz berpaling heran padanya.

"Aku tahu kau pasti patah hati karena Fen sudah bersama Bris."

Katz melotot ngeri.
"Aku patah hati karena Fen?!"

"Ya, kau bilang semua cowok di Wind Crasher tergila-gila padanya. Kau pasti juga menyukainya."

Katz tertawa terbahak-bahak. Hyereen terbengong di tempatnya.

"Hyereen," kata Katz, "tidak mungkin aku menyukai sepupuku sendiri."

Hyereen terbelalak.

"Ya. Fen adalah sepupuku," tegas Katz.

"Oh," Hyereen memalingkan wajahnya. Dia bisa merasakan wajahnya memerah seketika saat itu. "Aku kira..."

"Kau mengira apa?"

"Um... sepupu ya. Jadi aku..." Hyereen jadi salah tingkah karena malu.

"Ya, sepupuku," kata Katz sekali lagi. "Aku justru senang dia bersama Bris, seorang Incanio yang masih satu kelompok denganku, jadi kelak dia tidak akan meninggalkan kelompok dan berpindah ke kelompok lain."

"Hmm, aku mengerti," Hyereen berusaha keras melenyapkan rasa malunya. Sialan, Katz tidak pernah bilang kalau Fen adalah sepupunya!

Katz memperhatikan bagaimana Hyereen yang sedang salah tingkah dan tersenyum. Hyereen tampak menggemaskan.

"Dia cantik ya," kata Hyereen.

"Semua di Wind Crasher bilang begitu." Katz berhenti sejenak.
"Kemarin saat aku harus melewati celah dan bertarung dengan Bugbeer, ada seorang wanita yang dengan berani menusuk mata Bugbeer. Menurutku dia jauh lebih cantik."

Hyereen terkesiap. Apa Katz baru saja memujinya?
"Apa kau baru saja bilang aku cantik, Katz?"

"Apa aku harus bilang lagi lebih keras supaya kau dengar?" tanya Katz.

Oh, tidak! Wajah Hyereen memerah saking malunya. Pujian cantik itu sering ia dapatkan dari siapa saja dan itu hal yang biasa. Tapi karena Katz yang mengatakannya, sekarang ia merasa sesak nafas. Dia ingin berpaling dan menjauh dari sana, tapi Katz menatapnya lekat, dia tidak bisa menghindari tatapan itu dan pergi begitu saja.

"Katz... a, aku... bagaimana kau..."

"Kau takut aku tidak serius mengatakannya? Atau kau mau melarangku memujimu agar kau tidak berharap apa-apa dariku? Tapi aku mengatakan padamu bukan dengan tidak ada perasaan apa-apa padamu." Katz menggaruk tengkuknya. Dia mengatakan itu semua dengan tidak mudah, jantungnya serasa mau lepas.

Hyereen berhenti bernafas di tempat.

Katz melanjutkan sebelum keberaniannya hilang. "Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu setelah kembali ke Wind Crasher. Aku tidak tahu kenapa, tapi mungkin sebenarnya aku tahu alasannya. Aku tidak tahu apakah aku masih memiliki harapan. Seandainya kau masih memiliki perasaan padaku, akankah kau sekarang mengijinkan aku untuk menunjukkan perhatian padamu?"

"Apa kau sedang memberitahuku kalau kau menyukaiku?" tanya Hyereen lirih.

"Ya, aku menyukaimu."
Katz berusaha keras supaya suaranya tidak bergetar, agar terdengar menyakinkan saat dia mengucapkannya.

Hyereen mematung, mendengarkan tanpa bisa berpikir. Terlalu terkejut untuk bereaksi. Dia tidak kesitu untuk mengalami semua ini!

"Hei!" Sebuah suara membuyarkan Hyereen. Tiba-tiba saja Moren sudah ada dibelakangnya.
"Aku melihat kalian dari tadi, kenapa tidak ke lapangan? Reen, apa kau tidak ingin bertemu saudaranya Cherry? Aku sudah melihatnya, dia..." Moren nyerocos tanpa menyadari situasi mencekam antara Hyereen dan Katz.

Hyereen menatap Moren tanpa mendengarnya bicara apa. Dia menebak saudaranya itu akan segera menyadari wajahnya yang merah dan pembicaraan itu akan membelok cepat. Ah, seandainya Moren tahu... Hyereen tidak siap dengan situasinya. Dia berpaling dan secepatnya lari dari sana.

"Hei, Reen!" panggil Moren. "Ada apa sih?" tanyanya pada Katz. Katz justru menjawab dengan tatapan seolah ingin meremas Moren sampai habis. Moren semakin tidak paham.
"Katz?" tanyanya dengan bodoh.

"Oh, hohoho, hei!" Bris memegang pundak Moren dari belakang.
"Aduh, Moren, aku tadi kan belum selesai bicara. Bagaimana kalau kita keliling-keliling. Kau harus melihat kemah kami." Bris mendorong pundak Moren menjauh dari sana.

Moren masih kebingungan dengan situasinya, tapi tidak mungkin baginya melawan dorongan Bris di pundaknya.
"Ya ya, ayo_" dia menurut.

Bris adalah Incanio dengan pendengaran terbaik di kelompoknya, dia tadi mendengar sedikit pembicaraan Katz dan Hyereen dari tempatnya berada. Dia mengerti bahwa dia harus membantu. Dengan cepat ia memberi kode pada Fen dan mereka berdua berusaha menahan Moren dengan mengajaknya mengobrol karena anak itu sudah ingin menghampiri Hyereen sedari tadi. Tapi akhirnya Moren lolos dan mengacaukan pembicaraan antara Hyereen dan Katz.

Fen mendekati Katz.
"Maaf Katz, kami tidak bisa menahannya lebih lama lagi."

Katz menggeleng. Salahnya! Harusnya dia tidak mengatakan perasaannya pada Hyereen di saat-saat seperti itu. Ah, terlalu buru-buru!

Fen menepuk pundak Katz lalu meninggalkan sepupunya itu sendirian, menyesali kebodohannya.

The Galgalore's TrapCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang