13. Auro

15 3 0
                                        

Mereka tadinya belum beristirahat lama sebelum Katz tiba-tiba pergi mengejar Auro, jadi mereka masih berada disana sejenak untuk mengembalikan tenaga. Katz menyuruh Moren kembali tidur seandainya dia mau, tapi rasa kantuk sudah benar-benar meninggalkan Moren. Dia memilih duduk dan bercakap-cakap dengan Lylo.

Lylo menceritakan pada Moren mengenai orang yang tadi mereka kejar.

"Seperti yang sudah kau ketahui, para Incanio tinggal di pegunungan Wind Crasher dan disanalah satu-satunya habitat Wombark; hewan paling cerdas, cepat dan kuat. Tidak mengherankan, para Incaniolah satu-satunya bangsa yang mahir dalam menjinakkan dan melatih Wombark. Meskipun para peri mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan binatang, Wombark jauh lebih mendengarkan incanio dari pada para peri.
Namun bukan berarti para Incanio menggunakan para Wombark dengan berlebihan, mereka sangat menjaga satwa itu dan mengambil beberapa untuk dijinakkan dengan penuh perhitungan.

"Toarn adalah ayah Katz, dia adalah penjinak dan pelatih Wombark terbaik. Diawal kebangkitan para Roh Gelap, para Incanio belum menyadari adanya ancaman dari mereka dan sama sekali tidak bersikap waspada pada para roh.
Para roh menggunakan cara yang licik dan penuh tipu daya sehingga akhirnya mereka mendapatkan beberapa tubuh Incanio, termasuk salah satunya ayah Katz

"Mereka menggunakan tubuh-tubuh itu untuk melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap Wombark. Sebagai hasilnya, sekarang sebagian besar Wombark dari Wind Crasher sudah berada di Sarang. Beberapa roh juga menggunakan tubuh Wombark sebagai inang.

"Para incanio menyadari bahwa mereka sudah dimanfaatkan setelah semua rasanya begitu terlambat. Mereka sangat marah dengan adanya beberapa kerabat yang tubuhnya diambil oleh para roh. Perasaan marah seperti itu sulit dihindari oleh siapapun jika mereka melihat roh gelap dalam tubuh kerabat mereka.
Wajar saja jika Katz menjadi gelap mata saat melihat Auro yang hidup dalam tubuh ayahnya. Kau lihat kan, dia mengejar Auro yang naik Wombark begitu saja tanpa berpikir terlebih dahulu? Padahal mustahil mengejar seekor Wombark hanya dengan berlari."
Lylo berhenti sejenak untuk tertawa kecil. Kalau dipikir lagi, Katz benar-benar bodoh tadi itu.

Lylo membiarkan Moren terdiam setelah selesai dengan ceritanya. Ia ingin Moren mengerti, mungkin seandainya anak itu masih kesal dengan kejadian yang sudah terjadi, dia berharap perasaan itu akan hilang setelah Moren mendengar ceritanya.

Moren memperhatikan Katz yang duduk agak jauh dari mereka, sedang mengusap-usap kepala Cherry yang besar. Mendadak Moren merasa iba padanya. Seandainya saja para roh berhasil mendapatkan tubuh Hyereen, pasti kemarahan yang sama akan ia rasakan juga. Seharusnya ia tidak perlu bersikap sekesal tadi pada mereka.

Katz akhirnya berdiri dan memutuskan saatnya sudah tiba bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan. Semua mengikuti dan bersiap-siap. Cherry masih mendengus tidak senang saat Moren naik ke punggungnya.
Pendendam sekali, batin Moren.

"Aku sepertinya sudah bisa terbang dari sini," kata Lotus menolak naik kemudian.

"Jangan becanda, Lotus," cela Katz, "Kau mau sampai Sarang dengan sayap sobek-sobek? Pohon-pohonnya masih terlalu rapat, naiklah!" perintahnya tegas.

Lotus naik ke punggung Cherry dengan menurut. Kemudian mereka bergerak kembali.

Setelah beberapa saat Moren menyadari rasanya sudah agak lama ia tidak mendengar suara tawa Lotus. Dia menoleh dan dalam kegelapan samar-samar dilihatnya Lotus lebih sering menunduk memandang ke bawah. Moren jadi bertanya-tanya dalam hatinya, apakah Lotus seperti itu karena perkataannya yang tadi?
Saat Cherry harus melambat karena mereka melewati akar gantung yang lebat, Moren menanyakan hal itu pada Lotus.

"Lotus," panggil Moren.

"Ya."

"Apa kau capek?"

The Galgalore's TrapCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang