19. Kembali ke gua

14 3 0
                                        

"Lotus belum kembali, Katz?" tanya Moren ketika mereka sudah berada di gua.

"Belum," jawab Katz, "Harusnya dia lebih cepat dari kau."
Ada kecemasan dalam suara Katz. Moren menatap ke arah langit diluar, dadanya terasa sesak dan gelisah.

Sebuah siluet bergerak tiba-tiba muncul diatas pintu masuk gua. Moren terbelalak dan segera melompat kesamping. Dengan cepat Lotus melayang masuk ke dalam gua. Serbuk peri itu sudah kehilangan efeknya, Hyereen sudah kembali pada ukuran normalnya. Lotus melepaskan Hyereen  begitu mereka berada di dalam gua.

"Akh!" Hyereen memekik karena Lotus melepasnya saat mereka masih sedikit melayang dan belum benar-benar mendarat. Hyereen jatuh terseret, sedangkan Lotus jatuh berguling-guling setelahnya.

"Hyereen! Kau tidak apa-apa?" Moren berlari mendapatkan adiknya.

"Moren! Moren!" Hyereen meledak dalam tangisnya. Beberapa jam yang lalu ia yakin hari ini adalah hari terakhirnya bernafas dan sekarang dia bahkan bisa melihat saudaranya kembali. Moren memeluknya erat, membiarkannya menangis terisak-isak.

"Sudah, tidak apa-apa, tidak apa-apa."
Moren menenangkan Hyereen. Sambil berkata begitu matanya melirik ke arah Lotus. Katz sudah mengurus peri itu, mengangkatnya dan meletakkannya didekat Cherry.

"Apa yang terjadi, Lotus?" tanya Katz setelah membiarkan Lotus bernafas sejenak dan minum.

"Kami ketahuan, Katz. Mereka menyerangku dengan tombak dan panah. Untung Hyereen tidak terluka dan kami dapat pergi dari sana tanpa kelihatan."

"Lihat dirimu! Sayapmu hancur," Katz mengusap sayap Lotus yang koyak.
"Kau masih punya serbuk perimu, kan? Ini parah, cepat pakai serbuknya!"

Lotus menggeleng, "Aku tidak punya lagi. Aku berikan semua yang terakhir pada Moren."

"Apa? Kau tidak menyisakan sedikit untuk jaga-jaga?"

Lotus menggeleng lagi.
"Aku pikir kalau tidak memakai semuanya itu tidak akan cukup untuk Hyereen."

"Astaga, Lotus!" Katz memandangnya prihatin.

Lotus tertawa.

"Ini bukan saat yang tepat untuk tertawa, bodoh!" Katz benar-benar jengkel.
"Tidurlah, sementara kita menunggu Lylo_ Moren bilang dia masih ada di Sarang untuk mencari informasi. Aku harap dia cepat kembali."

Lotus mengangguk dan memejamkan matanya. Dia terlelap dengan cepat.

"Moren, siapa mereka?" tanya Hyereen setelah ia tenang dan berhenti menangis. Dia melihat orang-orang asing bersama saudaranya.
Hyereen belum pernah melihat orang-orang seperti mereka; yang satu memiliki sayap, yang lain sangat tinggi dan seorang lagi yang bermata biru sama seperti Bordy dan para makhluk asap yang menyekapnya, saat ini Hyereen tidak melihatnya bersama mereka. Moren pasti mengetahui siapa mereka.

Moren menceritakan pada Hyereen dengan cepat siapa saja mereka yang saat ini ada bersama didalam gua. Lalu juga cerita tentang Lylo dan para roh serta masalah yang mereka hadapi. Hyereen mendengarkan dengan mulut terbuka. Kini ia tahu kenapa Galgalore akhir-akhir ini terus-terusan diteror para monster.

Moren menceritakan semua pada Hyereen sambil terus memeluknya, namun Hyereen melihat pandangan Moren sering kali meninggalkannya dan terus-terusan mengarah pada Lotus.

Kemudian Hyereen yang ganti bercerita pada Moren tentang pengalamannya, tentang paman mereka. Kemungkinan Warogth yang sudah mengambil tubuh paman mereka.

"Moren, setelah ini apa yang akan kita lakukan?" tanya Hyereen.

"Entahlah, kita menunggu Lylo. Aku sudah berjanji pada Katz setelah ini kita akan bicara dengan orang-orang di lembah, jadi aku pikir kita akan pulang."

Hyereen merasa lega, sebentar lagi dia akan bertemu dengan keluarganya. Dia memperhatikan Katz. Moren sering menyebutnya, sepertinya Katz yang memimpin perjalanan mereka selama ini. Saat itu Katz juga tengah melihat kearahnya, dia tersenyum pada Hyereen. Hyereen membalas senyumnya lalu melepaskan pelukannya dari Moren.

"Aku sudah tidak apa-apa, Moren." Hyereen menarik diri.
"Sebaiknya aku bicara pada Katz dan Lotus, aku akan berterimakasih pada mereka, lagipula kami kan belum berkenalan."

"Ya, ayo aku kenalkan kau pada mereka." Moren menggandeng Hyereen untuk mendekat pada Katz.

Mereka berbicara dengan Katz saja karena Lotus nampaknya sudah langsung tertidur. Moren melihat salah satu sayapnya mencuat dalam posisi yang aneh dan ujungnya sobek. Rasanya ingin sekali ia menyentuh sayap itu, perasaannya sungguh tidak enak karena Lotus terluka demi membantunya.

"Jangan ganggu dia, Reen!" Moren mencegah Hyereen menghampiri Lotus.

"Aku tidak akan membangunkannya," kata Hyereen dan Moren kemudian membiarkannya mendekat pada Cherry.

Hyereen duduk dengan pelahan didekat Cherry, berbicara pelan pada hewan peliharaan Katz itu. Sebentar kemudian, Cherry sudah membiarkan kepalanya diusap-usap Hyereen. Hal itu membuat Moren yang melihatnya menjadi kesal karena merasa Cherry tidak adil. Hewan itu masih bersikap seolah Moren pantas dibenci karena sudah pernah melukainya sebelum ini, tapi Hyereen baru saja mengenalnya dan dia sudah manja pada gadis itu. Moren menggerutu dan mengalihkan perhatiannya dari mereka.

Moren melihat Katz kelewat gelisah saat mengawasi keluar gua.

"Ada apa?" tanyanya. Dia berpikir mungkin Katz mengkhawatirkan Lylo, tapi Lylo berpesan agar mereka menunggu sampai pagi, sekarang hari masih sore.

"Ah, Moren," keluh Katz, "Ini soal Lotus."

"Aku melihat sayapnya rusak, apa itu sesuatu yang buruk?"

"Sangat buruk."

Moren terbelalak, perutnya serasa diremas.

"Begini," kata Katz, "Peri selama ini hidup berkelompok dan seorang ratu memimpin kelompok mereka. Kalau kau menggunakan serbuk peri, dari ratu perilah serbuk itu dihasilkan. Dengan serbuk peri inilah ratu mengontrol dan memastikan kekuasaannya dalam kelompok.

"Untuk para peri, serbuk peri adalah kehidupan mereka. Mereka akan terus melemah saat mereka jauh dari kelompok dan ratu mereka. Karena dalam kelompok, ratu dapat memberikan serbuknya terus menerus, itu akan membuat mereka tetap menjadi bagian dari kelompok dan menjadi kuat serta terus hidup. Itu kenapa Lotus membawa serbuknya kemana-mana, karena dia memerlukannya secara berkala.

"Selain itu, serbuk peri juga merupakan pemulih yang bagus untuk peri yang terluka, itu juga yang akan membuat sayap mereka bertahan disana. Karena jika sayap-sayap mereka gugur, itu tandanya mereka bukan bagian dari kelompok lagi, mereka tidak akan bisa pulang dan mereka akan mati."

Moren teringat tubuh-tubuh peri di Sarang, pantas saja mereka sudah tidak lagi bersayap.

Katz melanjutkan, "Sekarang Lotus terluka dan sayapnya rusak. Serbuk peri yang diberikan padamu itu adalah serbuk perinya yang terakhir. Sebelumnya dia sendiri sudah menggunakannya terlalu banyak untuk dirinya sendiri karena terlalu sering berkedip didepanmu.

"Sekarang ini bagaimana ya? Aku sendiri jadi bingung harus bagaimana. Lotus harus segera mendapatkan serbuk peri, Lylo belum kembali dan kalian berdua harus pulang."
Katz menatap Moren dengan pandangan memohon, seolah meminta Moren mengambil beban memikirkan mengenai masalah itu.

Alih-alih menanggapinya, Moren justru tenggelam dalam pikirannya sendiri. Jadi Lotus baru saja mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan Hyereen? Tidak. Tidak hanya Lotus_ Lylo, Katz dan bahkan Cherry mereka semua tahu resiko semua ini saat memutuskan membantunya. Moren merasa kepalanya berputar. Jika sesuatu yang buruk menimpa Lotus, hidupnya tidak akan tenang setelah ini. Salahnya jika Lotus sekarang ini sekarat. Kalau saja ia tahu itu serbuk peri terakhirnya... tapi apa? Tanpa bantuan Lotus bagaimana dia bisa membebaskan Hyereen?

Moren menggeleng pening.

The Galgalore's TrapCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang