17. Meloloskan Diri

15 3 0
                                        

Lylo berjalan mantab melewati penjaga gerbang bagian timur, Moren menempel disampingnya. Gerbang itu dijaga oleh seorang Animalo serigala besar dan satu roh dalam tubuh manusia. Moren merasa mengenal manusia itu, tapi tidak ada waktu mengingat-ingat siapa orang itu saat dia masih hidup dan bebas menggunakan tubuhnya sendiri.

Serigala itu menatap mereka dengan tajam. Dua roh dibalik kerudung baru saja melintas. Lotus bersama mereka tentu saja berjalan secara tak terlihat oleh penjaga itu.

"Hei, aku mencium bau manusia," kata serigala itu pada rekannya.

"Apa maksudmu?" Rekannya yang berada dalam tubuh manusia tersinggung. "Aku disebelahmu, tentu saja kau mencium bau manusia."

"Kurasa ini agak beda dengan baumu. Tunggu tunggu! Rasanya aku juga mencium bau peri!"

Rekannya memutar bola mata.
"Lihat!" Dia menunjuk ke belakang si penjaga. Satu roh dalam tubuh peri baru saja melintas menggiring kawanan cannus. Peri itu sudah tak lagi bersayap. Kalau bukan karena rambutnya yang berwarna lembut dan indah mungkin yang melihat mengira dulunya dia adalah manusia.

"Uh, yeah... coba dengarkan! Aku rasa baunya agak beda," serigala besar itu bersikeras.

Rekannya tertawa terkekeh-kekeh.
"Coba dengarkan! Kurasa mungkin kau akan pilek!"

Penjaga itu mendengus kesal. Moren dan yang lain berjalan terus semakin ke dalam, mereka tidak lagi mendengar percakapan penjaga gerbang setelah itu.

"Itu warg," kata Lylo pada Moren.
"Kau harus hati-hati pada mereka. Penciuman mereka tajam dan cakar mereka beracun."

Moren mengamat-amati selagi berjalan. Dia melihat jalanan itu tidak terlalu ramai. Kebanyakan yang melintas adalah Animalo dalam berbagai tubuh pinjaman. Warg, wombark, cannus (Lylo membisikkan nama hewan itu pada Moren), manusia, Incanio dan bahkan tubuh-tubuh peri yang sudah tak bersayap. Beberapa roh dalam rupa asli melintas dan mereka masing-masing bersembunyi dalam kerudung yang sama seperti yang dikenakan Moren.

"Jangan menoleh-noleh!" Lylo memperingatkan.

Mereka berjalan terus menyusuri jalan yang membelah diantara tembok-tembok bangunan lalu berhenti ketika bangunan tahanan sudah terlihat. Lylo dan Moren bersembunyi dibalik tembok untuk mengamati pintu masuk ruang tahanan.

"Adikmu ada didalam sana. Masuk, belok kanan, ruangan paling ujung. Kau akan mudah menemukannya, ada lilin dalam selnya." Lylo sekali lagi memberi Moren petunjuk.
"Masalahnya adalah Bordy, penjaga pintu. Dia bisa mengendusmu saat lewat dan dia menanyai setiap roh yang akan masuk kesana. Mungkin kita harus menunggu supaya dia agak lengah untuk bisa masuk."

"Tidak usah menunggu lama-lama," tiba-tiba Lotus bicara.

Sekawanan anjing-anjing sedang digiring melintas oleh seorang manusia bermata biru menyala. Dua ekor Wombark sedang berjalan bebas disekitar mereka. Tanpa mereka bisa melihat, Lotus menyelinap mendekati anjing-anjing dan membisikkan sesuatu pada telinga mereka.

Tidak ada yang tahu bagaimana semua itu terjadi. Anjing terbesar tiba-tiba mengonggong dan menggeram. Sedetik kemudian, seluruh kawanan anjing mengonggong gaduh. Satu melompat menyerang Wombark yang sedang lewat. Wombark itu mengayunkan lengannya, langsung mengamuk karena tergigit. Kemudian 10 ekor anjing menyerang dua ekor Wombark dan perkelahian yang tidak bisa dikendalikanpun terjadi. Manusia gembala anjing itu berteriak-teriak, sungguh tidak tahu mengapa anjing-anjing itu tiba-tiba menggila.

"Hei! Hei!" Bordy melihat keributan itu dan beranjak mendekatinya.

"Ayo!" Lylo memberi isyarat.

Mereka dengan cepat menyelinap masuk ke bangunan tahanan.



Nampan kedua, lilin kedua hari itu. Hyereen sudah memutuskan dia pasti mati hari itu. Tidak ada harapan.

Biasanya orang kalau tahu akan mati, dia meminta agar dapat menikmati makanan yang paling enak untuk terakhir kali dalam hidupnya. Hyereen membayangkan sedang menikmati kue buatan Kyra, bibinya yang suka menghabiskan waktu didapur. Menurutnya kue mentega buatan Kyra paling enak, menurut Moren yang paling enak kue keju. Mereka berdua pernah tidak bicara sampai dua hari setelah mendebatkan perbedaan pendapat itu. Hyereen tersenyum mengingat perselisihan tidak pentingnya dengan Moren. Itu bukan saat-saat yang indah, tapi mengherankan itu menjadi menyenangkan untuk diingat.

Lalu Hyereen jadi teringat ayahnya, ibunya, sepupu-sepupunya, teman-teman, tukang bersih-bersih istana dan rasanya Hyereen tiba-tiba bisa mengingat siapa saja yang pernah dikenalnya, mereka muncul begitu saja dalam kepalanya.

"Moren apa kau sudah mati?" tanya Hyereen pada lilinnya.
"Nanti sebentar lagi kita akan bertemu," Hyereen mulai menangis.
"Kalau kau masih hidup, aku ingin mendengar suaramu sebelum aku mati," bisiknya.

"Reen!" Sebuah suara memanggil lirih.
Hyereen menatap lilinnya tidak percaya. Dia seperti mendengar suara Moren. Api lilin itu bergoyang kemudian ia mendengar lagi namanya dipanggil.

"Hyereen!" Sebuah batu kecil dilempar seseorang dan mengenai tubuhnya. Hyereen menoleh ke arah jeruji selnya.

Dua sosok berkerudung berdiri disana. Dari balik salah satu kerudung, Hyereen melihat kilatan cahaya biru dari dua bola mata.

"Reen! Ini aku." Salah satu sosok berkerudung itu menyingkap tudungnya dan memperlihatkan wajahnya pada gadis itu. Tidak ada kilatan biru pada matanya.

"Moren!!" Pekik Hyereen.
"Benarkah? Ya, Tuhan!" Hyereen berlari mendekat pada jeruji selnya. Dia tidak bisa menahan tangisnya dan mulai terisak. Moren menempelkan jari telunjuk ke bibirnya, menyuruh Hyereen tetap tenang.

Moren bicara cepat-cepat, "Dengarkan aku! Waktu kita tidak banyak. Aku akan mengeluarkanmu. Jangan menangis! Apapun yang terjadi, kau tidak boleh bertanya-tanya, jangan bersuara sedikitpun! Menurutlah! Aku mohon, jangan menangis, Reen..."
Moren mengeluarkan kantung pemberian Lotus.

"Setelah ini jangan bersuara sampai kau bertemu aku ditempat aman. Apa kau mengerti aku?" tanya Moren.

Hyereen mengigit bibirnya dan mengangguk.

"Cepat, Moren! Kita harus keluar sebelum perkelahian Wombark dan anjing itu bisa dikendalikan," sebuah suara bicara dari kegelapan di sebelah Moren. Itu Lotus.

Moren membuka kantung pemberian Lotus dan menuang seluruh isinya ke atas kepala Hyereen. Debu-debu halus yang berpendar keunguan keluar dan mengalir dari atas kepala Hyereen turun ke seluruh tubuhnya.

Hyereen memekik ketika menyadari tubuhnya perlahan menyusut dan mengecil. Dia membekap mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangan karena Moren sebelumnya sudah memperingatkan agar ia tidak bersuara sama sekali. Tubuh Hyereen berhenti menyusut saat kini dia hanya 1/5 ukuran normal.

Moren mengulurkan tangan melalui sela-sela jeruji sel dan menarik tangan Hyereen. Kini Hyereen dapat menyelinap diantara jeruji dengan mudah.

"Ingat jangan bersuara sedikitpun, Reen. Bawa dia Lotus!" bisik Moren.

Hyereen merasa seseorang yang tidak terlihat memeluknya dari belakang. Sebentar kemudian ia sudah tidak bisa melihat tangannya sendiri, kakinya sendiri atau badannya sendiri, kini ia menjadi tidak terlihat seperti orang yang memegangnya. Hyereen benar-benar terkejut, tapi ia ingat Moren sudah menyuruhnya tetap diam. Dia akan menurut meskipun ia kini tidak mengerti apa yang terjadi.

Sosok tidak nampak itu seperti menggendong Hyereen, kemudian Hyereen merasa mereka melayang, seakan ia sedang dibawa terbang.

Moren kembali menangkupkan tudungnya. Bersama sosok berkerudung lain, ia berjalan tergesa menuju pintu keluar.

"Moren, dengar..." kata Lylo diantara langkah mereka, "Ada hal-hal yang masih ingin aku cari tahu disini. Kurasa para pimpinan roh gelap akan mengadakan pembicaraan hari ini, siang ini. Aku akan tinggal dan mencoba mencari tahu itu. Kita berpisah setelah keluar, tetap ikuti jalan yang sama seperti saat kita masuk dan hati-hatilah!"

Moren mengangguk. Lylo mungkin kembali membahayakan dirinya, tapi tidak ada waktu untuk bertanya.

"Tunggu aku di gua, jika aku tidak kembali saat pagi, pergilah tanpa diriku!" kata Lylo.

Saat mereka keluar dari pintu tahanan, keributan antara para Wombark dan anjing sudah sedikit mereda, namun tempat itu sekarang penuh dengan berbagai roh. Tidak ada yang menyadari Lylo dan Moren yang keluar dari pintu bangunan tahanan. Lylo membelok ke kiri sedangkan Moren berjalan lurus.

The Galgalore's TrapCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang