Ratu Violet tersenyum ramah sekali pada pemuda itu. "Karena kau masih muda dan pemberani, Moren, tapi kau terlalu terburu-buru membuka mulutmu."
Ratu Violet kembali menatapnya dengan tegas.
"Sekarang redakan amarahmu dan dengarkan aku. Jangan menyela!"
Ratu Violet melanjutkan, "Tidak satupun dari kita disini yang menginginkan jatuhnya korban, meskipun sekarang sudah ada dari kita yang sudah kehilangan nyawa sejauh masalah ini berjalan. Akupun tidak ingin angka-angkanya bertambah, untuk itulah rencana ini dibuat.
Mengenai hal yang sudah kau khawatirkan, Moren, kami sudah memikirkan bagaimana harus mengatasinya. Aku tidak akan mengelak jika kau mengatakan bahwa kalianlah yang akan menjadi umpan, tapi aku tegaskan; bukan kepada kematian kalian berlari."
Ratu Violet mengulurkan tangannya pada seorang pelayan. Pelayan itu maju dan meletakkan sebuah cangkir di depan Moren dan Hyereen.
Kalian sudah melihat bagaimana serbuk peri kami bekerja jika ditaburkan diatas mereka yang hidup dan bergerak. Sekarang lihatlah isi cangkir itu dan terkalah bagaimana seandainya kalian mencecap minuman yang berasal dari serbuk itu," kata Ratu Violet.
Moren dan Hyereen melihat kedalam cangkir. Isinya jernih keunguan, berkilau_ seakan permatalah yang dilarutkan kedalamnya.
"Kalian akan memiliki kemampuan peri untuk sesaat jika meminumnya," terang Ratu Violet.
Moren menatap Sang Ratu, "Kemampuan seperti apa?"
"Terbang. Kalian akan melayang keluar dari lembah sementara Rockbum menghabisi para Animalo dan hewan-hewan mereka."
Moren kembali menatap cangkir eliksir itu, tangannya terulur untuk menyentuhnya tapi seorang pelayan sudah terlebih dahulu menariknya.
"Kau mungkin ingin mencobanya, tapi bukan sekarang. Sekarang yang perlu kau lakukan adalah mempertimbangkan semua yang telah kau dengar." Ratu Violet perlahan-lahan kembali duduk.
Semua diam, tidak ada yang berbicara sedikitpun. Moren tahu, mereka memberinya waktu untuk berpikir.
"Moren?" Hyereen meremas tangan saudaranya. Moren tersenyum menenangkannya.
"Tapi Yang Mulia," kata Moren. "Saya dengar serbuk peri dihasilkan dengan terbatas. Bukankah akan banyak orang Galgalore yang maju, bagaimana jika..."
"Kau khawatir serbuknya tidak akan cukup, ya kan?" tanya Ratu Violet.
"Hanya untuk memastikan, Yang Mulia..."
"Ya, benar. Aku menghasilkan serbuk yang sedikit dan hanya cukup untuk kami sendiri. Tapi, siapapun itu akan menghasilkan sesuatu lebih banyak jika melakukannya sedikit melampaui batas. Kalian menyebutnya dengan istilah 'memeras keringat', benar begitu? Jadi jangan khawatir mengenai hal itu, aku tidak hanya akan memeras keringat tapi juga darah. Siapapun itu yang masuk ke dalam lembah akan membawa eliksir bersamanya."
"Kalau begitu maafkan perkataan saya sebelum ini. Saya akan menganggap ini rencana yang menguntungkan untuk semua pihak," kata Moren.
"Dengan begitu kini kau bersedia membantu kami bicara dengan orang-orang Galgalore?" tanya seorang dewan peri.
"Ya, tapi aku dengar tidak banyak waktu yang kita punya untuk mendengar pendapat Galgalore dan bicara dengan Rockbum."
"Mungkin kita bisa melakukannya cepat-cepat, secepat mungkin. Aku harap orang-orang Galgalore akan setuju mengenai rencananya," kata yang lain.
Lalu mereka membicarakan mengenai hitung-hitungan waktu.
"Ah, waktunya sangat pendek." Coral menggeleng.
Moren kemudian berdiri, yang lain jadi diam menatapnya.
"Begini," katanya. "Akhir-akhir ini kami orang Galgalore sudah hidup dalam teror yang sudah membuat kami resah. Jika semua menjadi lebih parah lagi, kemungkinan orang-orang akan mulai meninggalkan lembah, meskipun kami sangat mencintai lembah kami, meskipun kami tidak tahu arah mana yang akan lebih baik. Jika kalian mempunyai rencana yang akan membuat kami tetap tinggal di lembah dengan aman dan nyaman, kami akan mengikutinya. Meskipun akan ada peperangan kami tidak akan menolaknya, kami memiliki orang yang terlatih untuk ini semua. Kami tidak akan lari.
"Lagipula setelah semua ini selesai, seandainya kita nanti berdiri dan memenangkannya, maka kami akan memiliki teman. Sebuah hubungan yang indah antara manusia dengan peri, incanio dan roh. Maka untuk harapan yang demikian besar, sudah layak rasanya jika nyawa yang menjadi taruhannya.
"Aku mengatakan pada kalian semua, seluruh Galgalore akan ikut ambil bagian dalam rencana ini. Jika harus ada yang akan disampaikan pada Galgalore itu adalah peringatan agar mereka bersiap-siap segera dan bukannya sebuah tawaran apakah mereka akan bergabung atau tidak."
Semua yang mendengar perkataan Moren saling berbisik setelah itu. Violet berdiri dan menjulang didepan Moren.
"Siapakah ini yang bicara atas nama Galgalore?" tanyanya.
"Aku Moren, putra pertama Aberthoren_ penguasa lembah Galgalore. Ditanganku kelak tahta itu diwariskan. Aku mempertaruhkan namaku dalam keputusan ini," jawab Moren.
Ketika mengatakan itu, serbuk peri seolah kehilangan pengaruhnya. Semua melihat Moren tidak lagi kecil dan rendah dihadapan Ratu Violet, melainkan tinggi sejajar dengannya. Beberapa peri begitu terkejut sehingga mereka berdiri dari duduknya.
Violet dan Moren untuk beberapa saat saling bertatapan, seakan dengan demikian Moren sedang mengatakan padanya suatu kepastian dan Violet mendengarkannya dengan tatapan. Kemudian Violet tersenyum dan Moren kembali seperti seharusnya dalam pengaruh serbuk peri.
Katz berbisik pada Hyereen,"Aku tidak percaya kalian kembar, dia seperti sudah lahir lama sebelummu."
"Aku sendiri juga kadang-kadang heran, dia tidak pernah bersikap seperti 16 tahun dan aku menyukainya." Hyereen tersenyum.
Ratu Violet tidak terkejut dengan pengakuan itu. Sebelum ini, Lotus dan Lylo sudah mengatakan padanya mengenai kemungkinan identitas anak itu. Lagipula serbuk peri memang tidak akan bekerja untuk seseorang yang memiliki kekuasaan sama besar dengannya. Kelak jika Moren sudah menggantikan ayahnya, serbuk itu selamanya tidak akan berpengaruh padanya.
Ratu Violet dan Moren melanjutkan pembicaraan dengan berdiri.
"Apakah bisa kuanggap kini Galgalore ada bersama-sama dengan kami dalam rencananya?" Violet bertanya untuk menyakinkan.
"Kami akan mendukung dengan seluruh kekuatan."
"Kalau begitu pembicaraan bersama para Rockbum bisa langsung dilakukan dan pembicaraan dengan Galgalore akan dilakukan dengan bersamaan?"
"Sepertinya begitu. Kebetulan ataukah memang sudah diatur demikian bahwa kami ini berdua," kata Moren. "Satu dari kami akan pergi menemui para Rockbum dan satu akan kembali pulang untuk bicara dengan Raja Galgalore."
"Aku menyetujuinya," kata Violet. "Sudah kuperkirakan sebelumnya kalian akan harus meninggalkan tempat ini cepat-cepat. Aku sudah meminta Lylo kembali ke kaumnya agar meminta bantuan mengintai dan mengawasi perbatasan Galgalore supaya kita dapat masuk dengan aman karena akhir-akhir ini para Roh Gelap menjadi lebih waspada. Kita akan menunggu dia kembali untuk menentukan kapan kalian akan berangkat, namun jika dalam tiga hari dia tidak kembali, kita akan mengambil resiko sendiri.
"Malam sudah larut dan masih banyak yang harus dibicarakan. Untuk saat ini cukuplah dengan keputusan Galgalore bergabung dengan kita semua. Kita akan membicarakan yang lain setelah ini."
Moren mengangguk, yang lainpun setuju mengenai hal itu.
Ternyata memang Lylo tidak ada di Menara, itulah mengapa ia tidak kelihatan sejak kemarin.
Cangkir-cangkir diedarkan diantara mereka, masing-masing mengambil satu. Ratu Violet mengangkat tinggi cangkirnya, "Untuk bergabungnya Galgalore," katanya.
Moren mengangguk padanya. Kemudian mereka semua menegak isi cangkir itu bersama-sama, satu tegukan sekaligus dan rapat itu berakhir setelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantasiaMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
