Paginya, Hyereen mengajak Katz dan Sapphire ke suatu tempat.
"Karena kalian sebentar lagi harus kembali ke Wind Crasher dengan cepat dan karena Cherry sudah tidak ada, aku ingin kalian mencoba sesuatu."
Hyereen berbicara sambil berjalan ke suatu arah di belakang istana. Mereka mendaki sedikit di sebuah bukit. Ketika sampai di puncaknya mereka berhenti sejenak untuk melihat tanah yang melandai di depan mereka. Sebuah tanah lapang yang luas terbentang di depan, disampingnya terdapat istal dan puluhan kuda sedang merumput dengan tenang di lapangan.
"Aku ingin kalian naik kuda." Hyereen mendahului menuruni landaian.
"Kuda?!" Katz terperanjat.
Hyereen tersenyum. "Benar Katz. Kuda."
Kemudian ia masih bicara sambil berjalan. "Mereka tidak lebih cepat dari Cherry tapi mereka kuat. Seekor kuda bisa berlari lebih cepat darimu, Katz dan mereka tidak perlu sedikit-sedikit beristirahat."
Katz dan Sapphire sudah pernah melihat seseorang menaiki kuda. Hewan itu bukanlah binatang asli daratan, orang Odorin membawanya dari Benua Utama saat kedatangan mereka. Jadi, baik Katz maupun Sapphire belum pernah berinteraksi dengan binatang itu.
"Kalian tidak akan terlalu lelah saat tiba di Wind Crasher karena tenaga kalian harus dihemat sampai saat pertempuran besar."
Hyereen berjalan sambil membalas orang-orang yang membungkuk padanya dengan anggukan singkat.
"Nah," Hyereen menghela nafas di depan pintu kandang. Dia mengangguk ke arah pintu dan anak-anak kandang segera membuka palangnya agar putri mereka bisa masuk. Katz masih mengernyit tidak yakin saat melangkah ke kandang, sedangkan Sapphire terlihat antusias. Para peri selalu bersemangat mengenai binatang, apalagi kuda yang belum pernah mereka sentuh.
Ada kira-kira 20 ekor kuda di kandang itu. Masing-masing berdiri dalam kompartemen bersekat, berhadap-hadapan, 10 ekor di kiri, 10 ekor di kanan.
"Mereka ini kuda-kuda yang sudah jinak, namun belum berpemilik. Pilihlah yang kira-kira sesuai dengan kalian!" Hyereen melambaikan tangannya ke lorong kandang.
Sapphire beringsut maju dan tertawa. Suara tawanya membuat kuda-kuda penasaran. Masing-masing dari mereka melongokkan kepala dari balik pagar. Sapphire berjalan maju dan menyentuh hidung kuda itu satu persatu, setiap kuda juga ditatap dengan lembut langsung ke matanya. Akhirnya dia tertawa pada seekor kuda kelabu yang tidak terlalu besar.
"Kurasa dia cocok untukku," Sapphire menepuk-nepuk hidung kuda itu. Memang kuda itu sesuai untuknya, karena tubuh Sapphire yang tidak terlalu tinggi.
"Ashy," Hyereen membaca papan namanya. "Namanya Ashy!" Hyereen memberitahu Sapphire lalu memberi kode pada anak kandangnya. Anak kandang itu mengeluarkan Ashy dan menuntunnya keluar.
"Dia akan mengajarimu naik kuda."
Hyereen menyuruh Sapphire mengikuti si anak kandang. Sapphire dengan semangat menyusulnya keluar.
Kuda-kuda yang hidungnya sudah disentuh oleh Sapphire menjadi gelisah saat peri itu berjalan keluar. Mereka mendengus dan meringkik pelan sambil mengentakkan kaki.
"Pilih kudamu, Katz!" perintah Hyereen.
Katz masih ragu. "Aku tidak pandai memilih kuda."
Hyereen mendecak kesal, lalu ia memilih seekor kuda untuk Katz. Seekor kuda coklat yang besar.
"Namanya Bronton." Hyereen memberi kode pada anak kandang yang lain.
"Hai, Bronton." Katz mencoba menyapa kuda itu. Bronton melengos. Sebenarnya kuda itu tadi sudah berharap dipilih oleh orang yang tawanya merdu tadi.
Katz mengerutkan kening saat melihat reaksi Bronton. Dia bicara pada Hyereen melalui bahunya,"Hei, kau yakin sudah memilihkan kuda yang tepat untukku?"
"Tentu saja." Hyereen berbicara tanpa melihat Bronton sudah melengos dari Katz.
"Ya sudah." Katz buru-buru menyusul anak kandangnya yang sudah separo jalan menuju lapangan.
Ashy dan Bronton sedang dipasang pelana untuk penunggang baru mereka sementara Hyereen berbicara pada Sapphire dan Katz.
"Satu atau dua hari akan cukup untuk kalian belajar mengendalikan mereka. Aku rasa itu tidak akan sulit untuk seseorang yang sudah sering berada di punggung Wombark," Hyereen melihat ke arah Katz, "Atau yang sudah sering terbang dengan burung raksasa," kini ia mengangguk pada Sapphire. Sapphire tertawa sebagai jawaban.
"Aku akan melihat dari pinggir sana."
Hyereen menunjuk suatu arah dimana terdapat bangunan kecil dengan kursi dan meja di depannya. Pondok Anak Kandang.
Setelah Ashy dan Bronton siap, Hyereen meninggalkan Katz dan Sapphire bersama anak kandang mereka.
Sapphire terlalu girang dengan pengalaman pertamanya naik kuda. Dia tertawa berkali-kali sehingga anak kandangnya berpikir dia tidak serius belajar. Anak kandang itu mengira Sapphire mungkin akan segera terjatuh dari kudanya. Tapi tawa peri sangat menyenangkan untuk hewan-hewan, sehingga Ashy begitu cepat tunduk pada Sapphire. Dia tenang dan mendengarkan dengan baik sejak Sapphire ada di punggungnya.
Anak kandang yang bersama Katz memberi petunjuk dengan takut-takut. Siapa memangnya yang tidak takut berada bersama seorang pria besar dengan cakar yang mengerikan? Dan Bronton juga masih kesal, apalagi dia melihat pemuda dengan tawa merdu itu berada di atas punggung kuda lain.
Maka, ketika Katz berada di punggungnya dan anak kandang itu menepuk bokong Bronton agar kuda itu berjalan pelan, kuda bodoh itu justru berlari kencang. Bronton yang kesal meringkik keras dan mengangkat kedua kakinya, melempar Katz ke udara. Katz mendarat keras dengan punggungnya. BRAK!!!
Hyereen yang melihat kejadian itu terbelalak terkejut. Dia segera berlari mendekati Katz sambil berteriak,
"Katz Katz! Oh, Katz!"
"Aku tidak apa-apa." Katz buru-buru berdiri dengan punggung tegak saat Hyereen berada di sampingnya.
"Kau benar tidak apa-apa? Itu tadi keras sekali."
"Ya ya, aku tidak apa-apa," kata Katz sekali lagi, tapi ketika Hyereen melihat arah lain, ia menggosok punggungnya dan meringis.
"Kita harus mencari kuda lain untukmu," Hyereen kembali menghadap Katz. Dan itu dia! Sepersekian detik ia melihat Katz meringis dan menggosok punggungnya sebelum Incanio itu kembali berdiri tegak dan memasang wajah datar.
Hyereen terbelalak padanya.
"Oh, Katz... itu sakit kan? Biar aku lihat punggungmu!"
"Tidak tidak, aku bilang aku tidak apa-apa." Katz berkelit menghindari tangan Hyereen yang sudah menarik kemejanya.
"Aku tidak apa-apa, oke?" kata Katz. "Memang sakit, tapi ini tidak seberapa, nanti juga sakitnya hilang."
"Baiklah," Hyereen menyerah.
Setelah itu Sapphire sudah di dekat mereka. Dia langsung terbang meninggalkan kudanya saat mendengar Hyereen menjerit.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Sapphire.
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja."
"Sebaiknya kau istirahat dulu," Hyereen memutuskan dan mendahului berjalan ke pondok.
"Ayo, Katz!" Sapphire sudah hendak berjalan menyusul Hyereen.
"Hei," panggil Katz pelan. Sapphire berhenti dan menoleh padanya.
"Bisa kau pegangi aku?" pinta Katz mengulurkan tangan, "Aku rasa sebenarnya agak parah, oh_aduh! Aku tidak bisa berjalan dengan benar, Sapphire."
Sapphire merasa kasihan sekaligus geli.
"Kau bodoh, Katz, kau bodoh," tawanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantasyMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
