Esok paginya, orang-orang melihat Pon Tares yang biasanya hijau pucat berubah menjadi putih kelabu. Puncak-puncaknya membengkak dan bentuknya menjadi seperti bungkul-bungkul karang. Terlihat seperti itu karena kini para Rockbum ada di sana, tenang dan diam tidak seperti ketika kedatangan mereka semalam.
Area-area utara dan barat Galgalore telah dikosongkan, tidak ada yang lewat disana kecuali orang-orang yang sengaja tinggal untuk berperang. Tempat itu sunyi. Jerami-jerami ditumpuk di barat di sekitar lereng lembah Coklat, diantaranya diletakkan kayu-kayu bakar yang besar. Seperti itu dibuat di Galgalore, 100 tumpuk di barat, 200 di timur. Satu kompi pasukan telah di berangkatkan untuk mencegat pasukan Roh Gelap di hutan Galgalore.
Para Incanio tersebar di Khelam, siaga dan mengawasi. Peri-peri berada di puncak-puncak pohon bersembunyi diantara daun-daun muda di tepi hutan Galgalore.
Jauh di Sarang, sehari sebelum itu, Waroght menatap angkuh pada pasukan-pasukannya. Ratusan Wombark dan binatang-binatang buas peliharaannya melenguh-lenguh dalam barisan. Para Animalo berteriak-teriak tidak sabar, para roh berkelebat tertawa-tawa. Dengan senyum yang lebar dan penuh keyakinan, Waroght meluncurkan pasukan pertamanya, para cannus dan anjing liar. Secara bertahap pasukannya berangkat, sekelompok demi sekelompok.
Anjing-anjing menyalak, auman dan geraman terdengar dari kelompok Roh Gelap. Para Incanio menghadapi mereka di Khelam, tapi dengan cepat mundur kembali karena jumlah musuh yang demikian besar. Waroght tertawa menyaksikannnya. Pasukannya maju terus, bergolak-golak dalam barisan dan dalam keyakinan bahwa mereka akan menang.
Saat malam kedua tiba, rembulan purnama terbit bersamaan dengan pasukan Waroght yang mencapai tepi hutan Galgalore. Lolongan warg terdengar nyaring menyiutkan nyali, tapi pasukan Galgalore maju menuju mereka tanpa gentar.
Secepatnya pasukan pertama Galgalore terpukul mundur. Pasukan-pasukan yang tersisa segera dikirim, mereka berangkat dengan pedang yang mantab terangkat.
Lenguhan, dengkingan dan teriakan memenuhi hutan Galgalore. Hewan-hewan buas dipukul dengan pedang, banyak dari mereka yang terluka parah dan mati, namun lebih banyak lagi orang-orang tergigit, tercakar dan tercabik-cabik. Perlahan pasukan itu terpukul mundur. Mereka terdesak sampai ke tepi luar hutan menuju lembah mereka.
Di tepi hutan Galgalore, ada sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi. Bukit itu memiliki bagian yang menonjol keluar ke arah lembah. Orang-orang menyebutnya 'Paruh Bebek' karena bentuknya seperti paruh bebek jika dilihat dari samping. Dari sana, jika seseorang berdiri, dia akan bisa melihat sebagian besar wilayah Galgalore, terutama wilayah bagian utara. Di sanalah saat itu Waroght dan seluruh kaki tangannya berdiri menyaksikan pasukan Galgalore terseok-seok dari dalam hutan, sedangkan hewan-hewan buas mereka beserta para Animalo mengejar tanpa ampun.
Waroght tertawa.
Sebentar lagi, menurut perhitungannya, jumlah pasukan Galgalore akan berkurang banyak. Pada akhirnya hanya akan tersisa sedikit dari mereka dan itu pastilah orang-orang terkuat dari manusia. Pada saat itu mereka akan melepaskan cakaran, gigitan dan pukulan terakhir pada manusia-manusia itu. Lalu kehidupan akan meninggalkan tubuh-tubuh indah itu. Anak-anak buahnya akan memilih tubuh terbaik untuk mereka dan setelahnya kaum roh akan bangkit menjadi kuat dan tak terkalahkan. Waroght tidak bisa menahan dirinya untuk terus tersenyum.
Tiba-tiba dari balik punggungnya terdengar suara ribut-ribut. Waroght dan seluruh pengikutnya menoleh. Mereka melihat Wombark tunggangan mereka sedang bergulat dengan wombark-wombark asing. Sepuluh wombark melawan 10 wombark.
Serombongan Incanio muncul diantaranya, mereka melompat dari tengah pergulatan wombark, maju menghadapi orang-orang Waroght. Saat itu Waroght berada disana bersama 20 orang tangan kanannya_ 15 roh dalam tubuh manusia, 3 dalam tubuh Incanio dan 2 dalam tubuh peri. Sedangkan Incanio yang maju di hadapan mereka ada 50 orang, mereka yang paling kuat dari masing-masing kelompoknya. Katz dan Bris ada diantara mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Galgalore's Trap
FantasiaMoren dan Hyereen menyelinap meninggalkan tempat tinggalnya untuk melihat teror yang menghantui lembah mereka dari hutan-hutan perbatasan. Mereka tidak menduga bahwa jalan yang mereka lalui ketika berangkat tidak akan membimbing mereka untuk kembali...
