Bagian 69

738 150 40
                                        

"Pak Kangta belum dateng kan?" 

Di parkiran fakultas, Yoona terlihat begitu terburu-buru. Tangan kirinya menggenggam ponsel miliknya, sedangkan tangan kanannya sibuk mengambil tas laptop dan tas map dokumen yang berisi draft skripsi di jok mobilnya. Pagi ini jadwal Yoona bimbingan skripsi dengan Pak Kangta, dosen pembimbingnya. Bimbingan terakhir sebelum sidang skripsinya.

"Belum keliatan batang idungnya. Lo dimana deh, Na? Kita-kita udah pada nangkring di lorong deket ruangan beliau."tanya Yuri dari tempatnya.

"Ini gue di parkiran mau kesana. Kabarin gue kalau misalnya udah ada."

"Ya udah, buruan lo."

Yoona menutup sambungan telepon. Ia menekan tombol lock pada kunci mobilnya dan sedikit berlari menuju salah satu gedung jurusannya. Ia harus tiba sebelum dosen pembimbingnya tiba. Namun sialnya Yoona, saking terburu-buru ia malah menabrak orang yang berjalan berlawanan dengannya di lorong jurusan.

"Sorry sorry."ucap Yoona dengan rasa bersalahnya.

Orang yang bertabrakan dengannya mengambil tas map dokumen Yoona yang terjatuh. Lelaki itu berdiri lalu menatap Yoona. "Hati-hati, seburu-buru apapun kamu."ucap lelaki itu dengan senyumnya. Yoona tertegun ketika melihat wajah orang yang bertabrakan dengannya. Terutama ketika melihat senyum lelaki itu. Senyum yang selalu menjadi favorit Yoona.

Yoona balas tersenyum. "Thanks."

"Semoga lancar bimbingannya." Jaehyun, ia memberikan tas map dokumen itu pada Yoona.

Yoona hanya mengangguk. "Aku ke atas dulu kalau gitu."

"Oke."balas Jaehyun.

Baru beberapa langkah, Yoona menghentikan langkahnya. Perempuan  itu sedikit membalikkan badannya, menatap Jaehyun.

Yoona kembali tersenyum sebelum benar-benar pergi meninggalkan lelaki itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yoona kembali tersenyum sebelum benar-benar pergi meninggalkan lelaki itu. Sedangkan Jaehyun, ia masih diam di tempatnya. Menatap punggung Yoona yang semakin lama semakin berlalu.

Hari demi hari, bulan demi bulan, telah berlalu semenjak keduanya berpisah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari demi hari, bulan demi bulan, telah berlalu semenjak keduanya berpisah. Namun Jaehyun merasa, waktu begitu lambat berlalu. Tak seperti saat bersama Yoona, waktu terasa begitu cepat. Sungguh tak adil.

Veni, Vidi, AmaviTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang