David terbangun dengan kepala yang terasa berat dan pandangan yang terlihat samar-samar, beberapa kali pria itu mengejap-ngejapkan matanya agar penglihatannya lebih fokus. Setelah pria itu mampu melihat dengan lebih jelas, ia kaget mendapati dirinya terbaring di suatu kamar tidur yang terlihat asing baginya.
'Where am I?' Tanya David dalam hati sambil memperhatikan sekelilingnya.
David melirik jam tangannya, dan segera wajahnya menegang saat mengetahui bahwa waktu telah menunjukkan pukul 8 malam.
'Sh*t.. aku belum jemput Noah.' David membatin dengan wajah cemas. Pria itu buru-buru turun dari tempat tidur dan mengambil jas kerjanya yang tersampir di sofa yang terletak tak jauh dari tempat tidur, lalu segera keluar dari kamar itu.
Tepat saat pria itu keluar, ia langsung berpapasan dengan Stella yang saat itu tengah berjalan dengan membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas teh.
"Stella, apa yang terjadi?" Tanya David dengsn cepat
Stella sekilas nampak terkejut melihat David yang ternyata telah terbangun dari tidurnya
"Loh, bapak tidak ingat dengan apa yang sudah terjadi?" Stella balik bertanya kepada David
David mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Stella
"Maksud kamu apa?" Tanya David lagi, kali ini dengan intonasi yang mulai meninggi
Stella menatap David dengan wajah tenang lalu menjawab pertanyaan dari pria itu
"Anda jatuh pingsan di ruangan anda pak."
"Pingsan?" Wajah David mengernyit, ia samar-samar masih mengingat kejadian tadi siang, saat ia beberapa kali mengecek jam tangannya, membantu Stella yang terjatuh, dan..
David memegang kepalanya yang mendadak pusing, usahanya untuk mengingat kejadian tadi siang membuat kepalanya terasa berat.
"Ba-bapak tidak apa-apa?" Tanya Stella dengan cepat sambil tangannya mencoba meraih lengan David.
Respon David kemudian cukup membuat hati Stella terluka, pria itu secara otomatis menangkis tangan Stella, sehingga tangan wanita itu tidak sempat memyentuhnya.
"Cukup Stella, saya tidak butuh bantuan kamu." Ucap David sembari menatap tajam Stella, ia memang tidak teringat sepenuhnya dengan apa yang terjadi, namun ia yakin ada sesuatu yang salah pada wanita itu.
***
Bandara I Gusti Ngurah Rai terlihat lebih lengang di saat malam hari jika dibandingkan di waktu pagi ataupun siang hari, membuat seorang pria yang baru saja keluar dari pintu kedatangan terlihat lebih rileks sembari menarik kopernya yang berwarna hitam ke abu-abuan.
Segerombolan wanita yang juga baru keluar dari pintu kedatangan terlihat saling berbisik-bisik sembari menunjuk ke arah pria itu
"Eh eh.. itu Kevin Alvero bukan sih?" Tanya seorang wanita ber tanktop putih kepada teman disampingnya.
"Gue juga dari tadi mikirnya gitu, dia kan sempet ngilang sebulan lebih, dan tiba-tiba aja nutup semua akun sosmednya, ga nyangka gue bisa ngeliat doi disini." Ucap wanita berjaket biru dengan heboh
Wanita ber tanktop putih itu tiba-tiba terkekeh lalu berkata sembari menaikkan volume suaranya, nampaknya ia sengaja melakukan hal itu agar Kevin mendengar ucapannya
KAMU SEDANG MEMBACA
The XL Girl Named Bella (COMPLETED)
RomanceBrakk! Bella sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan dari ibunya Kevin, tanpa sadar ia menjatuhkan ponselnya hingga ponsel itu membentur lantai dengan keras. "Kenapa kak?! Ada apa??" Tanya Reno dengan panik kepada kakaknya itu, orang-orang yang se...
