"Undangan makan malam?" Yasmin mengulangi perkataan dari Ronald, kalau-kalau ia salah dengar.
"Iya, seluruh pegawai dapat undangan makan malam dari salah satu perusahaan yang menjadi rekan bisnis, dan boleh bawa anggota keluarga juga, acaranya malam ini jam 7, kamu ikut kan?" tanya Ronald kepada istrinya.
Yasmin menganggukkan kepalanya dengan antusias, Wanita itu kemudian bertanya kepada Reno dan Bella yang tengah menikmati sarapan nasi goreng buatan Yasmin.
"Kalian ikut?"
Reno menggelengkan kepalanya
"Ngga ma, ada latihan futsal malem ini."
"Oke, kalau kamu gimana Bella, mau ikut?"tanya Yasmin kepada Bella
Bella tidak mengatakan apapun, ia hanya menggelengkan kepalanya, baginya itu sudah cukup menjawab pertanyaan dari ibunya itu.
"Yasudah, kita berdua saja kalau begitu." ucap Yasmin sambil menoleh ke arah Ronald.
"Omong-omong, perusahaan apa yang mengundang kita makan malam pa?" lanjutnya
Ronald yang baru saja selesai menghabiskan sepiring nasi goreng telur buatan Yasmin langsung menjawab pertanyaan itu
"Nama perusahannya Rentokiel, bergerak di bidang hygiene service dan sedang berkembang pe-"
Uhukk! Uhukk!!
Bella yang saat itu tengah minum seketika tersedak dan sukses membuat kedua orangtua beserta adiknya kaget sekaligus cemas.
'Rentokiel?!' Teriak Bella dalam hati
***
Saat turun dari mobil, Bella langsung merapikan dress berwarna biru metalik miliknya yang nampak sedikit kusut, lalu ia bersama dengan kedua orangtuanya berjalan memasuki hotel untuk menuju restoran yang menjadi tempat mereka makan malam sebentar lagi.
"Bella, boleh mama tau kenapa kamu berubah pikiran dan ikut kesini?" Tanya Yasmin dengan curiga.
Bella menelan ludahnya, ia tidak mungkin memberitahukan alasan yang sebenarnya, melihat sikap kedua orangtuanya saat ini bisa dipastikan bahwa mereka belum mengetahui identitas dari pemilik perusahaan Rentokiel, yakni David, kekasihnya.
"Ga ada alasan khusus ma, cuma ngerasa suntuk di rumah." Jawab Bella sambil tersenyum tipis kepada ibunya.
Begitu mereka tiba, suasana di restoran sudah ramai, seorang pelayan pria menyambut mereka dengan gelas-gelas berisi wine berkualitas terbaik yang diletakkan di atas nampan dan siap memanjakan lidah.
Setelah mendapatkan meja, Bella dengan cepat memperhatikan suasana di sekitarnya dengan jantung yang berdebar kencang, ia begitu mengharapkan adanya keajaiban saat ini hingga bisa bertemu dengan David kembali, tidak.. bertemu adalah permintaan yang terlalu berlebihan, mengingat ia sedang bersama dengan kedua orangtuanya saat ini, maka melihat pria itu dari kejauhan saja sudah cukup, setidaknya rasa rindu kepada David yang ia rasakan saat ini dapat sedikit terobati.
Dan akhirnya ia menangkap sepasang mata berwarna biru cerah itu yang ternyata telah lebih dulu menemukan dirinya..
Bella mendapati David saat ini tengah menatapnya dari kejauhan dengan senyuman terpasang di wajahnya, pria itu duduk diantara orang-orang penting lainnya, terlihat luar biasa tampan dan sempurna dengan setelan jas yang ia kenakan, sementara luka lebam di wajahnya waktu itu sudah tidak terlihat lagi.
"Hai Bella."
David menyapanya dari kejauhan tanpa suara, senyuman penuh kebahagiaan terlihat jelas di wajah pria itu meskipun saat ini mereka tengah duduk berjauhan.
Bella merasakan keserakahan muncul di dalam dirinya, ternyata melihat David dari kejauhan saja tidak cukup, ia menginginkan lebih, ia ingin memeluk pria itu, menghujaninya dengan ciuman-ciuman dan menunjukkan betapa ia merindukan sosok David dalam hidupnya itu saat ini.
Tiba-tiba saja Bella teringat akan sesuatu, wanita itu buru-buru mengalihkan pandangannya dari David sembari langsung melirik kedua orangtuanya yang ternyata tengah sibuk mengobrol dengan orang-orang yang tidak ia kenal, nampaknya mereka adalah rekan kerja ayahnya di kantor.
Dalam hati Bella bersyukur bahwa orangtuanya belum mengetahui keberadaan David saat ini, karena jika mereka tau, bisa dipastikan mereka akan langsung memutuskan untuk pulang dan ia kehilangan kesempatan melihat David lebih lama lagi, ia tidak menginginkan hal itu terjadi.
Sayangnya.. takdir berkata lain, keinginan Bella tersebut nampaknya sangat tidak mungkin terjadi di situasi saat ini. Seorang pria selaku MC yang menangani jalannya jamuan makan malam ini akhirnya naik ke atas panggung, hingga beberapa saat kemudian... kekacauan itu terjadi.
Setelah melakukan openingnya, sang MC pria itu meminta David selaku CEO dari Rentokiel Corp untuk naik ke atas panggung guna memberikan beberapa patah kata sebelum acara makan malam dimulai.
Ladies and gentlemen..Let's begin this event with the greetings from Mr. David Alexander Kurka. For those who don't know, He is the CEO and president of Directors Rentokiel Corporation, he built his company-"
Suara MC pria itu tiba-tiba terdengar samar, sebaliknya, pandangan Ronald sepenuhnya terfokus pada sosok pria yang baru saja dipanggil namanya itu, kepada sosok orang terpenting di Rentokiel Corp yang berbaik hati telah mengundangnya beserta seluruh karyawan di kantor untuk menikmati jamuan di restoran mewah ini.
Seketika raut wajah Ronald tiba-tiba menegang saat ia akhirnya dapat melihat dengan jelas siapa pria yang kini tengah berdiri di atas panggung itu, Ronald dengan penuh amarah langsung menoleh ke arah Bella.
"Jadi ini alasan kamu berubah pikiran, Bella? Supaya bisa bertemu dengan pria itu?!" setengah berbisik Ronald bertanya kepada Bella dengan ekspresi geram.
Bella menelan ludahnya, seketika apa yang ia takutkan berubah menjadi kenyataan.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
The XL Girl Named Bella (COMPLETED)
RomanceBrakk! Bella sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan dari ibunya Kevin, tanpa sadar ia menjatuhkan ponselnya hingga ponsel itu membentur lantai dengan keras. "Kenapa kak?! Ada apa??" Tanya Reno dengan panik kepada kakaknya itu, orang-orang yang se...
