Bella menyerah.
Entah sudah berapa banyak toko yang ia datangi, tetap saja tidak ada satupun kostum female superhero yang cocok untuk ia kenakan, kostum-kostum seperti milik Captain Marvel, Cat Woman, Poison Ivy, dan lain sebagainya yang sebagian besar berbahan dasar latex dan maha ketat itu dengan kejam menunjukkan tonjolan-tonjolan lemaknya disana sini, sehingga sangat tidak pantas untuk dikenakan olehnya.
Sebagai bentuk dari kepasrahannya itu, Bella saat ini tengah menenteng sebuah kantong belanja berisikan selembar kaus oblong berwarna hitam berukuran XL, dimana di bagian depan kaus itu bergambar siluet kelelawar yang merupakan logo dari karakter pahlawan Batman.
'Yang penting ada unsur tema superheronya.' Bella membatin sembari berusaha tidak memikirkan pendapat orang-orang tentangnya besok, ia lalu pulang ke rumah dengan langkah gontai.
**
David menyodorkan selembar kertas undangan berukuran kecil kepada Mona yang baru saja datang ke ruangannya sembari memberikan hasil rapat tadi pagi.
"Datanglah besok bersama cucumu." Ucap pria itu sembari tersenyum.
"Apa ini David?" tanya Mona sembari memperhatikan undangan kecil yang kini sudah berpindah ke tangannya.
"Itu undangan ulang tahun Noah, acaranya besok." jawab David kemudian.
Mona nampak sumringah setelah mendengar jawaban dari David
"Oh wow, thanks a lot! Siapa saja orang-orang dari kantor kita yang di undang?" Tanya wanita paruh baya itu kemudian
David mengangkat bahunya
"Tidak terlalu banyak, hanya kamu, Rosie dan Anne dari divisi pemasaran, Joe dari divisi audit internal, lalu.."
Mona buru-buru memotong ucapan David
"Wait, bagaimana dengan Stella? Dia di undang juga kan? Dia pasti akan sangat senang kalau kamu undang.."
David terkekeh lalu menggelengkan kepalanya
"Tidak, aku tidak mau mengundangnya, kami tidak sedekat itu." Ucapnya kemudian.
Mona terdiam sejenak setelah mendengar ucapan David, ekspresi wajahnya berubah, sepintas terlihat raut kekesalan di wajah Mona dan David menyadari itu.
"Ada apa Mon?" Tanya David dengan wajah kebingungan.
Mona buru-buru memasang senyumnya sembari menggeleng.
"Tidak, tidak ada apa-apa." Jawabnya kemudian, lalu pergi meninggalkan David seorang diri.
**
Terdengar suara ketukan dari arah luar pintu kamar Bella tepat dipukul 10 malam, mendengar hal itu membuat Bella yang kebetulan memang belum tidur langsung bangkit dari aktivitas rebahannya lalu membuka pintu kamar yang sebelumnya sudah ia kunci.
"Taraaaaaa!"
Teriak Emily dengan wajah sumringah lalu berpose ala-ala Wonder Woman tepat dihadapan Bella.
Emily saat ini terlihat luar biasa cantik dan keren dengan kostum Wonder Woman yang ia kenakan, rambut panjangnya yang lurus dan pirang kini berubah menjadi bergelombang dan berwarna hitam.
"Cool!" Seru Bella dengan penuh takjub, ia sangat terpukau dengan penampilan Emily.
"I know right! Aku akan pakai ini besok." Ucapnya dengan semangat, yang kemudian dibalas dengan anggukkan kepala oleh Bella.
"Ya, kamu harus pakai ini besok dan buat orang-orang terpukau, seriously Em.. if Gal Gadot was here, she could be jealous."
Nampak wajah Emily yang kini memerah setelah mendengar pujian dari Bella.
"Aww.. thanks, bagaimana dengan kostum milikmu? Kostum apa yang akan dipakai untuk besok?" Tanya wanita itu kemudian dengan semangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
The XL Girl Named Bella (COMPLETED)
RomanceBrakk! Bella sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan dari ibunya Kevin, tanpa sadar ia menjatuhkan ponselnya hingga ponsel itu membentur lantai dengan keras. "Kenapa kak?! Ada apa??" Tanya Reno dengan panik kepada kakaknya itu, orang-orang yang se...
