David dengan tergesa-gesa memakai jaketnya sembari berjalan menuju ke arah Bella dan Emily yang telah menunggu di lantai 1, terlihat raut kedua wanita itu nampak penasaran dengan penampilan David yang terlihat seakan ingin pergi ke suatu tempat.
"David, ada apa? Kamu mau ke mana?" Tanya Bella dengan cepat.
"Aku harus pergi ke kantor polisi segera, ada hal penting yang harus aku pastikan. Bella, Emily, aku minta kalian tunggu dirumah saja, jaga Noah baik-baik." Pinta David dengan wajah serius
"Ke-kenapa kamu ke kantor polisi? Apa yang terjadi?" wajah Emily terlihat cemas sekarang.
Aku belum bisa berkata banyak saat ini Em, tapi yang jelas ini... menyangkut kasus kematian Shierra, sepertinya sebentar lagi pelakunya akan terungkap." Jawab David pelan
"Astaga.."
Emily nampak terkejutnya mendengar jawaban itu, sementara Bella yang belum mengetahui apa-apa menyangkut penyebab kematian mendiang dari istri David kini nampak terlihat bingung sekaligus cemas.
"Bo-boleh aku ikut Dave? Aku ingin ikut!" Kata Emily segera.
Pria itu menggelengkan kepalanya
"Lebih baik kamu menunggu disini saja bersama Bella dan Noah, aku akan pulang secepat mungkin." Balasnya
"Umm..David, how's Noah? Is he okay?" tanya Bella dengan wajah khawatir. Rupanya wanita itu sedari tadi juga terus memikirkan keadaan Noah.
David tersenyum lalu menganggukkan kepalanya sembari menggenggam erat tangan Bella.
"He's totally fine, kamu boleh masuk ke kamarnya jika mau, ia pasti akan senang melihatmu, Bella."
**
Bella perlahan membuka pintu kamar Noah dan langsung mendapati anak laki-laki itu tengah bermain dengan beberapa action figure superhero miliknya.
"Bella!"
Noah sumringah melihat Bella dan langsung memeluk wanita itu dengan erat.
"I'm sorry." ucap anak itu kemudian dengan suara pelan.
"Sorry for what? Kamu tidak membuat kesalahan apapun sayang.." balas Bella sembari mengecup pelan kening Noah.
"Dad bilang Bella khawatir. . " jawab Noah sembari menggenggam tangan Bella
Bella tersenyum sembari membelai lembut pipi Noah
"Aku tidak bisa berbohong tentang hal itu, aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu. " ucap Bella akhirnya.
Noah tiba-tiba tersenyum jahil
"Apakah karena Noah anak Dad, jadi Bella khawatir?'
Bella langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat lalu mencubit gemas pipi gembul anak laki-laki itu
" Nooooo... It's because you're Noah, the sweetest boy I've ever met! Noah harus janji ngga boleh sedih lagi, oke?" Bella menyodorkan jari kelingkingnya kearah Noah, yang kemudian langsung disambut Noah dengan melingkarkan kelingking kecilnya di jari Bella itu.
"Janji!" sahut Noah dengan wajah semangat.
Bella memeluk erat tubuh kecil itu, belum genap satu bulan ia mengenal Noah, tapi entah kenapa ia begitu menyayangi anak itu, ia bahkan tidak berfikir dua kali untuk mengenakan pakaian Hulk yang berat dan mengorbankan usahanya untuk terlihat cantik dihadapan David, ia rela mengorbankan semua itu demi anak laki-laki dihadapannya ini..
"I got something for you, your birthday gift." Ucap Bella sembari mengeluarkan sesuatu dari dalam paperbag yang ia bawa, berupa kotak berukuran besar yang sudah terbungkus rapi dengan kertas kado
Pupil mata Noah terlihat membesar, ia langsung menerima kado pemberian Bella itu dengan senang hati.
"Boleh aku buka sekarang?" Tanya anak itu dengan wajah penuh semangat.
Bella tersenyum lalu mengangguk
"Yea sure, just open it."
Noah dengan semangat menyobekkan kertas yang membungkus hadiah di tangannya itu, dan setelah ia berhasil mencari tau apa kado yang diberikan oleh Bella padanya, seketika anak itu terlihat girang bukan main.
"Whoaa.... thank you Bella!"
Sepasang sepatu berwarna kombinasi merah dan biru tua dengan logo kecil berlambang laba-laba Spiderman di sisi luarnya kini berada dihadapan Noah, anak itu dengan semangat mencoba sepatu itu yang ternyata sangat pas dengan ukuran kakinya.
"Ini sepatu terkeren yang pernah aku punya, thank you so much!" ucap Noah sambil tersenyum, sementara wajahnya menoleh ke arah Bella
"You're welcome Noah, tapi sebenarnya masih ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu."
Kali ini Bella mengeluarkan lagi sesuatu berukuran lebih kecil dan pipih yang juga terbungkus dengan kertas kado
"It's your second gift."
Pupil mata Noah kembali membesar
"Aku dapat 2 kado?" Tanya anak itu dengan wajah kaget.
"Yes! And you can open it now." Balas Bella.
Noah kembali membuka kado kedua pemberian Bella itu, dan seketika ekspresi bingung ia perlihatkan saat ia melihat sebuah bingkai foto berukuran kecil di tangannya, bisa dipastikan ini pertama kalinya ia mendapat bingkai foto sebagai hadiah.
**
David dengan langkah cepat berjalan memasuki sebuah kantor polisi yang sebelumnya sudah di infokan oleh Rio, di dalam ia langsung disambut oleh pengacaranya itu.
Wajah David seketika menegang saat Rio membimbingnya ke sebuah ruangan khusus, dan di dalam ruangan itu terdapat Mona yang nampak gelisah dan menatapnya dengan tatapan bersalah.
"Apa yang sebenarnya terjadi Mona? Kenapa kamu ada hubungannya dengan kematian Shierra?" David seketika langsung memburu Mona dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedari tadi ada dibenaknya.
"Pak David, mohon tenangkan diri bapak terlebih dahulu pak, proses ini tidak akan berjalan dengan baik jika bapak tidak bisa menenangkan diri bapak.." ucap Rio dengan suara pelan, sementara tangannya menahan tubuh David untuk mencegah pria itu melakukan hal yang tidak diinginkan.
"Bagaimana saya bisa tenang, Rio? Saya bertemu dengannya hampir setiap hari di kantor, saya tidak mengerti bagaimana bisa baru sekarang Mona memberitahukan hal ini.." ucap David sembari menatap tajam Mona.
Mona dengan wajah ketakutan langsung duduk bersimpuh di hadapan David.
"Aku benar-benar minta maaf Dave, a-aku terpaksa melakukannya... ini juga sama sekali tidak mudah bagiku..." ucap Mona dengan terbata-bata, sementara airmata mulai membanjiri wajahnya
"Ibu Mona, bapak David, saya mohon kalian berdua tenangkan diri dulu, saya mohon kerjasamanya.." pinta Rio dengan wajah yang mulai terlihat putus asa.
David menarik nafas dalam-dalam sembari menenangkan diri. Apa yang dikatakan oleh Rio benar adanya, ia harus mengesampingkan emosinya dulu demi mendapatkan titik terang mengenai pelaku pembunuhan Shierra.
Beberapa saat kemudian, Mona akhirnya berhasil mengatasi tangisannya dan sudah jauh lebih tenang, sementara David sedari tadi hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Oke, berhubung kalian berdua sudah tenang, maka kita mulai saja penyelidikan ini." Rio menghentikan ucapannya sejenak sembari menoleh ke arah David dan Mona.
"Pak David, ibu Mona yang datang lebih dulu dari bapak sudah memberitahukan kepada saya dan pihak polisi bahwa ia mengetahui pelaku yang menabrak almarhum ibu Shierra, dan saya akui ibu Mona memiliki bukti yang akurat mengenai statement itu."
Rio menunjukkan 2 buah flashdisk yang ada di tangannya kepada David.
"Semuanya ada disini." ucap pria itu.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
The XL Girl Named Bella (COMPLETED)
RomanceBrakk! Bella sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan dari ibunya Kevin, tanpa sadar ia menjatuhkan ponselnya hingga ponsel itu membentur lantai dengan keras. "Kenapa kak?! Ada apa??" Tanya Reno dengan panik kepada kakaknya itu, orang-orang yang se...
