The Truth

1.8K 203 18
                                        

Emily mengernyitkan keningnya saat wanita itu mengintip dari balik jendela dapur dan mendapati sosok Bella dan David yang tengah bergandengan tangan seiring langkah mereka menuju pintu masuk belakang rumah, seolah kedua orang itu tengah menyeberangi jalan yang padat kendaraan saja.

Tidak hanya Emily yang merasa aneh akan peristiwa itu, melainkan juga Noah.
"Em, why are they holding hands?" Tanya anak itu dengan wajah heran.

Wanita itu mengangkat bahunya, walaupun sepertinya ia tau bahwa ada suatu hal besar yang baru saja terjadi antara Bella dan kakak laki-lakinya itu.
"Aku juga tidak tau, kita sebaiknya tanya langsung kepada mereka." jawab Emily kemudian.

**

"Jadi Bella.. sebaiknya kamu ceritakan semua yang terjadi, dimulai dengan mengapa kamu memakai kostum jelek dan mengerikan itu." Ucap Emily sembari menunjuk kostum Hulk yang sudah tidak lagi dipakai oleh Bella, sehingga saat ini kostum itu tengah tergeletak di lantai.

"jujur aku sedikit kecewa dengan keputusanmu itu Bell, aku sudah payah menyiapkan kostum Scarlet Witch yang keren tapi kostum itu malah tidak kamu pakai, dan juga usahaku mengajakmu ke salon berakhir sia-sia, kamu malah menutupi wajahmu dengan kepala Hulk yang seram itu." Emily melanjutkan omelannya sembari memasang wajah cemberut.

Bella seketika merasa bersalah dengan Emily, tanpa sadar ia telah bertindak sesuka hatinya tanpa mempertimbangkan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Emily untuknya.

"Emily, I'm really sorry.. aku benar-benar tidak berpikir panjang saat itu, dan aku juga minta maaf kepadamu David, karena aku tidak sengaja mendengar percakapanmu di telepon waktu kamu berada di halaman belakang tadi pagi." ucap Bella dengan wajah menyesal

David yang nampak heran langsung bertanya kepada Bella
"Apa yang kamu dengar waktu itu Bella?"

Bella menjawab sembari menundukkan wajahnya

"Aku mendengar perkataanmu yang kecewa terhadap pihak vendor, dari apa yang aku dengar sepertinya mereka kesulitan untuk mendatangkan karakter Hulk yang telah kamu pesan, dan.. dan aku teringat kalau Hulk adalah superhero kesukaan Noah, jadi aku berniat ingin membantu, kebetulan aku menemukan satu toko yang menyewakan kostum Hulk saat aku mencari kostum untuk kupakai kemarin, jadi aku langsung kesana dan menyewa kostum itu.."

"Astaga Bella." Emily nampak kaget mendengar jawaban panjang lebar yang diberikan oleh Bella.

"Sorry.." ucap Bella kepada Emily, sementara wajahnya terlihat sedih

Noah yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba berjalan mendekati Bella lalu kemudian memeluk wanita itu dengan erat.
"Thank you..." Ucap anak itu dengan tulus kepadanya

Bella tersenyum penuh haru atas tindakan spontan Noah, ia lalu membalas pelukan Noah yang terasa sangat hangat
"You're welcome Noah."

Walaupun Emily menyesalkan keputusan Bella, namun tak ayal wanita itu akhirnya turut merasa terharu setelah mendengar semua penjelasan dari Bella.
"You don't need to say sorry Bell, terima kasih karena sudah memberikan kebahagiaan untuk Noah hari ini." ucapnya.

David bahagia melihat adik perempuannya beserta anaknya yang ternyata sudah sangat dekat dengan Bella, wanita yang baru saja menyatakan perasaannya itu..

Melihat Bella yang tersenyum manis saat tengah berbicara dengan Emily saat ini tak ayal ikut membuat pria itu tersenyum, matanya secara otomatis menatap bibir Bella yang saat itu tengah melengkung membentuk senyuman..

'Damn.. those lips!' David berteriak dalam hati

Tanpa bisa David cegah, kejadian beberapa saat yang lalu tiba-tiba berputar di otaknya, kejadian saat-saat bibir miliknya dan Bella saling berpagutan..

"Dave, kamu demam?" Tanya Emily saat mendapati wajah David yang nampak berwarna kemerahan tanpa sebab apapun.

"N-no, I'm fine."  Ucap pria itu dengan cepat sembari mengalihkan wajahnya yang saat ini sudah semerah udang rebus.

"Ohh.. oke." Ucap Emily sembari menatap David yang nampak salah tingkah lengkap dengan wajah dan telinganya yang memerah, merasa ada yang aneh, Emily dengan cepat langsung mengalihkan perhatiannya kepada Bella yang  tertangkap basah olehnya tengah menatap David sembari tersenyum malu-malu.

"Wait.. apakah sesuatu terjadi antara kalian berdua?" Tanya Emily dengan cepat, sementara wajahnya terlihat histeris.

"What? no!" Sahut Bella dengan cepat

"Yes!" Ucap David tidak kalah cepat.

Emily tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kedua orang dihadapannya itu.
"Come on.. kalian seharusnya bisa lebih kompak lagi." ucap wanita itu.

Bella tanpa sadar menggigit bibirnya dengan ekspresi khawatir sembari menatap David dengan tatapan bermakna 'you should say no, stupid!'

Sementara itu David yang sedang tidak bisa berfikir jernih malah makin salah fokus dengan tingkah Bella yang saat ini tengah mengigit bibir sembari menatapnya
'Damn it, stop bitting your lips Bella! you're torturing me!' David membatin dengan wajah gelisah.

"David, apakah kamu dan Bella berpacaran?" Tanya Emily tiba-tiba.

Bella langsung melotot kearah David sembari menggelengkan kepalanya kuat-kuat, ia belum siap jika sampai orang lain tau mengenai hubungannya dengan David saat ini.

David tersenyum, ia akhirnya mengerti dengan sikap aneh yang ditunjukkan Bella sedari tadi
'Ahh.. sepertinya Bella tidak ingin aku mengatakan yang sebenarnya.' David membatin.

David lalu menolehkan wajahnya ke arah Emily yang kini nampak sangat penasaran.
"Ya Emily, aku dan Bella kini berpacaran." Jawab David langsung.

Pria itu lalu menolehkan wajahnya kembali ke arah Bella, wanita yang ia cintai itu.
"Sorry." ucap David tanpa suara kepada Bella, lengkap dengan senyum jahilnya.

Emily langsung tersenyum sumringah mendengar perkataan kakak laki-lakinya itu barusan, sedangkan Bella langsung meringis menyesalkan jawaban yang keluar dari mulut David, sementara itu Noah.. anak itu hanya terdiam, ia tidak mengatakan apapun.

Bella melirik Noah yang berdiri di sebelahnya dan mendapati anak itu tengah menatap ayahnya dengan tatapan sedih, sebelum kemudian pergi berlari menuju kamarnya sendiri.

***

The XL Girl Named Bella (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang