David dengan wajah pucat pasi secepat kilat berlari menghampiri Noah yang nampak sudah tidak berdaya, pria itu kemudian segera mengangkat tubuh Noah dan mendekapnya sebelum tubuh kecil itu semakin tenggelam, pria itu kemudian berlari ke pesisir pantai, lalu merebahkan tubuh Noah diatas pasir pantai.
"No-Noah.. please wake up." Kata David dengan terbata-bata sembari menepuk-nepuk pelan pipi Noah, berharap mampu menyadarkan anaknya itu yang wajahnya kini nampak tengah tertidur lelap.
Perlahan tetes airmata satu persatu jatuh menetes di pipi David, sementara nampak jelas raut ketakutan di wajah pria itu.
Beberapa orang yang berada di sekitaran pantai itu termasuk teman-teman David langsung datang mengerumuni David dan Noah dengan wajah panik dan bingung.
"Ka-kami sudah memanggil ambulans, sebentar lagi tim medis akan segera tiba." Kata Steve kepada David, sambil berharap agar setidaknya informasi itu dapat sedikit menenangkan David.
"Please don't leave me alone Noah, please.. please honey.." ucap David dengan nada memohon, kedua tangannya dengan gemetar terlihat beberapa kali menekan dada Noah dengan cepat, pria itu kini tengah melakukan teknik CPR guna menyadarkan anaknya itu.
Namun tetap saja, belum ada sama sekali tanda-tanda bahwa anaknya itu telah sadar, mata Noah masih terpejam sementara wajahnya terlihat damai.
Dan perlahan David merasakan detak jantung Noah yang semakin melemah, ia nyaris tidak dapat merasakan detak jantung Noah di telapak tangannya.
"Tidak..tidak boleh, ini tidak boleh terjadi.."
David mulai meracau sementara wajahnya terlihat semakin terpukul. Pria itu seakan masih sulit percaya dengan situasi yang tengah terjadi saat ini.
Dipeluknya dengan erat tubuh Noah, lalu diciuminya wajah anaknya itu.
"Please wake up Noah.. please wake up..." ucap David dengan lirih.
Tiba-tiba saja David merasakan seseorang menyentuh pundaknya, kemudian terdengar suara yang entah kenapa cukup menenangkan di telinganya.
"David.."
David menolehkan wajahnya dan mendapati Bella telah berada disebelahnya. Wajah wanita itu terlihat sangat khawatir. Perlahan Bella mengambil tubuh Noah dari dalam dekapan David lalu meletakkan tubuh anak kecil itu diatas pasir pantai.
"Detak jantungnya semakin melemah Bella, aku tidak mau kehilangan dia, tolong bantu Noah.."Ucap David dengan nada memohon.
Bella mengangguk lalu mulai melakukan proses CPR dengan cara menekan bagian dada Noah dengan gerakan cepat, kebetulan ia sudah pernah mempelajari teknik penyelamatan ini ketika dirinya rutin mengikuti kegiatan PMR saat masih menginjak pendidikan SMA.
Bella menekan dada Noah sembari menatap wajah anak itu lekat-lekat, berharap adanya keajaiban yang membuat anak dihadapannya ini segera tersadarkan.
'Jangan pergi Noah.. please..' Batin Bella dalam hati.
Seketika ia langsung terbayang kenangan-kenangan manis yang pernah ia lalui bersama Noah, saat anak itu memegang tangannya, saat anak itu dengan wajah polosnya meminta dirinya untuk tidak pergi, saat anak itu berada dalam perlindungannya dari babysitter yang kejam
Perlahan airmata menetes di pipi Bella.
Ia tidak sanggup jika harus kehilangan anak dihadapannya ini, ketika akhirnya ia menyadari bahwa telah muncul sebuah ikatan tak kasatmata yang membuatnya begitu menyayangi Noah, dan betapa menyakitkan rasanya melihat anak itu kini tengah berjuang melawan maut.
Bella terus menerus menekan dada Noah, sembari sesekali memberikan nafas buatan dari mulut anak itu.
Terdengar suara isakan tangis David disebelahnya, pria itu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, seakan tak sanggup melihat kondisi anak laki-lakinya itu sekarang.
"Kembalilah Noah.. jangan tinggalkan kami.." Ucap Bella dengan suara gemetar.
"Uhuk!!"
Dan tiba-tiba saja suatu keajaiban terjadi
Noah terbatuk.
Ia terbatuk dan langsung terbangun sembari mengeluarkan banyak air dari mulutnya, air yang sempat tertelan ketika anak itu tenggelam.
Dan kemudian Noah menangis, menangis dan menangis.. semakin lama semakin kencang.
Bella, David, dan semua orang yang berada di tempat itu sepakat, tidak ada yang lebih melegakan daripada mendengar suara tangisan Noah saat itu.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
The XL Girl Named Bella (COMPLETED)
RomanceBrakk! Bella sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan dari ibunya Kevin, tanpa sadar ia menjatuhkan ponselnya hingga ponsel itu membentur lantai dengan keras. "Kenapa kak?! Ada apa??" Tanya Reno dengan panik kepada kakaknya itu, orang-orang yang se...
