Telah terjadi perubahan perilaku pada diri Noah, dan itu membuat David maupun Bella khawatir, sangat khawatir.
Seharusnya Noah diperbolehkan untuk pulang hari ini, namun dokter kemudian merubah keputusannya segera setelah ia melihat perilaku Noah ketika anak itu terbangun dari tidurnya beberapa saat yang lalu.
Noah tiba-tiba menjerit dan meronta-ronta, sementara wajahnya terlihat sangat ketakutan, baik David maupun Bella telah berusaha untuk menenangkan anaknya itu dengan cara memeluk dan mendekap tubuh Noah, sembari dalam hati mereka berharap bisa mengambil semua rasa ketakutan yang tengah Noah rasakan saat itu, namun sayangnya tindakan mereka sia-sia, satu-satunya jalan terakhir akhirnya diambil, dokter memutuskan memberikan suntikan obat penenang ditubuh Noah, hingga tak lama kemudian anak itu kembali tertidur dengan lelap.
"Anak saya kenapa dok? Bukankah kemarin anda bilang bahwa anak saya baik-baik saja?" Tanya David dengan cepat kepada dokter yang merawat Noah, terlihat jelas wajah David yang sedih karena melihat kondisi anaknya saat ini.
"Nampaknya anak bapak tengah mengalami trauma atas kejadian yang baru saja ia alami, yang pada akhirnya menyebabkan psikisnya terganggu, terkait hal itu maka saya bersama dengan dokter saraf perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap anak bapak." Ucap sang dokter dengan wajah serius.
David mengusap wajahnya dengan frustasi, perkataan yang baru saja dilontarkan oleh dokter yang menangani Noah terdengar bagai petir di siang bolong.
"Tapi Noah akan pulih kan dok? Dokter bisa menyembuhkan Noah kan?" Tanya Bella harap-harap cemas, sekaligus memastikan dirinya sendiri bahwa Noah bisa sepenuhnya sembuh
Dokter paruh baya itu tersenyum lalu mengangguk setelah mendengar pertanyaan dari Bella.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, dan tentunya diperlukan juga doa dari bapak David dan ibu Bella untuk kesembuhan Noah."
***
"Jangan terlalu khawatir David, Noah akan segera pulih, aku yakin itu." Kata Bella sembari menepuk pelan pundak pria yang saat ini tengah duduk sembari menatap anak laki-lakinya yang sedang tertidur lelap
"Mudah-mudahan saja seperti itu Bell." Balas David dengan suara pelan. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Bella yang kini sudah duduk disebelahnya, sepasang mata birunya secara otomatis mengamati wajah wanita itu, dan pria itu tiba-tiba menyadari sesuatu.
"Bella, you look tired." Kata David dengan wajah khawatir.
"What? No.. I'm totally fine." Balas Bella dengan cepat sembari mengibas-ngibaskan tangannya, ia tidak ingin membuat David khawatir.
David menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Bella barusan, pria itu tanpa sadar mengangkat tangannya lalu membelai lembut wajah Bella.
"Pulanglah lalu istirahat Bell, aku tidak ingin kamu sakit." Kata pria itu lagi.
Bella tertegun saat merasakan telapak tangan David menyentuh wajahnya, jantungnya kembali berdetak dengan cepat, segera saja ingatan membawanya kembali ke saat-saat dimana pria itu mengungkapkan isi hatinya
"Yang kamu ucapkan padaku beberapa saat yang lalu, apakah itu semua..semata-mata karena aku telah menyelamatkan Noah saat dipantai?" Tanya Bella dengan nada pelan
David terdiam saat mendengar pertanyaan itu, jantungnya tiba-tiba berdetak cepat
"Ayo jawab aku, David.. apakah itu semacam belas kasihan?"
Tanya Bella dengan ragu-ragu, masih sulit baginya untuk percaya bahwa pria yang ada dihadapannya ini benar-benar menyukainya.
Nampak kekecewaan diwajah David saat pria itu mendengar pertanyaan dari Bella, dan itu membuat Bella menjadi merasa bersalah.
"Apakah semua itu terlihat seperti belas kasihan bagimu, Bell?" Alih-alih menjawab pertanyaan dari Bella, David justru membalikkan lagi pertanyaan itu kepada Bella.
KAMU SEDANG MEMBACA
The XL Girl Named Bella (COMPLETED)
RomanceBrakk! Bella sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan dari ibunya Kevin, tanpa sadar ia menjatuhkan ponselnya hingga ponsel itu membentur lantai dengan keras. "Kenapa kak?! Ada apa??" Tanya Reno dengan panik kepada kakaknya itu, orang-orang yang se...
