I hate that Kid

2.1K 212 12
                                        

"What?"

David seakan tidak percaya dengan pertanyaan yang baru saja ia dengar dari anaknya itu, dan ucapan spontan darinya barusan membuat sang anak kembali mengulangi pertanyaan mengejutkan itu kepadanya.

"I said.. do you like Bella?" Tanya Noah dengan wajah polosnya.

David mencoba tersenyum sembari menenangkan dirinya sendiri, bisa ia rasakan saat ini jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

"Apa maksud pertanyaan itu, Noah?" Tanya David dengan was-was, ia belum siap jika harus memberitahukan hal yang ia rasakan kepada anaknya yang baru berusia empat tahun itu.

Noah terdiam sejenak lalu mengangkat bahunya
"I like Bella, she is kind, and she looks cool, Bella bisa menjadi teman kita, dad."

"Ohhh..."

David bernafas lega mendengar jawaban itu, sekarang ia tau maksud dari pertanyaan anaknya itu

"You're right Noah.. Bella bisa menjadi teman yang baik, dad juga menyukai Bella." Jawab David sambil mengangguk setuju, sementara Noah nampak puas dengan jawaban ayahnya itu.

'Meskipun begitu dad berharap hubungan kita dengan Bella suatu saat bisa lebih dari sekedar berteman..' Batin David sembari tersenyum lalu mengusap pelan rambut Noah.

***

Mona saat ini tengah berdiri tepat di depan pintu kamar Stella, terlihat beberapa kali wanita itu terlihat ingin mengetuk pintu kamar itu, namun kemudian ia membatalkan niatnya dengan wajah penuh keraguan.

"Fu*k it." Ucap wanita itu pada akhirnya, ia tidak bisa menunggu lama-lama lagi, alih-alih mengetuk pintu, wanita itu dengan cepat langsung membuka pintu kamar anaknya dan mendapati Stella tengah duduk di sudut tempat tidur dengan tatapan kosong.

"Bukannya aku sudah kasih tau mama untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk?"
Tanya Stella tanpa memandang wajah ibunya.

Alih-alih merespon pertanyaan dari Stella, Mona melangkahkan kakinya dengan pelan hingga akhirnya berhenti tepat di hadapan anaknya itu, dan pandangan Stella sekarang sepenuhnya tertuju kearah Mona, dapat dilihatnya dengan jelas wajah ibunya yang nampak sedih.

"What have you done, Stella?" Tanya Mona setengah berbisik, suaranya nampak bergetar saat menanyakan hal itu.

Stella menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum
"I did nothing." Jawab Stella singkat

"JANGAN BOHONG!"

Mona berteriak kencang, wajahnya nampak memerah menahan amarah, Wanita itu kemudian melanjutkan ucapannya kembali kepada Stella yang kini nampak terkejut dengan sikap Mona.

"Mama tau kamu orang yang seperti apa Stella, Mama mengenal kamu lebih dari siapapun..sudah cukup sekali saja kamu menghilangkan nyawa orang lain, jika kamu mengulanginya lagi, mama tidak akan sanggup membantu kamu lagi."

Setetes airmata jatuh di pipi Mona saat mengatakan hal itu, rasa marah dan sedih yang ia rasakan kini bercampur menjadi satu, sementara itu Stella hanya diam sembari membuang mukanya, tidak ada penyanggahan sedikitpun darinya, dan hal itu seakan menambah rasa curiga di hati Mona bahwa memang adanya hubungan antara Noah yang hampir tenggelam dengan Stella.

"Apakah kamu melakukan sesuatu kepada Noah, anaknya David?" Tanya Mona dengan suara pelan

Wajah Stella tampak menegang saat mendengar pertanyaan itu.

"Tolong jawab pertanyaan mama." Ucap Mona lagi, kali ini suaranya terdengar lirih.

"I hate that kid." Ucap Stella pada akhirnya, wanita itu menatap wajah Mona lalu melanjutkan ucapannya kembali
"Tapi sepertinya anak itu masih hidup, jadi mama tidak perlu menyalahkanku, aku tidak membunuhnya ma."

Seketika Mona merasakan kakinya yang mendadak lemas setelah mendengar jawaban dari anaknya itu

"Kenapa Stella? Kenapa kamu melakukan hal sekeji itu?" Tanya Mona dengan tersedu-sedu, hatinya seakan hancur melihat tingkah Stella yang sudah diluar batas.

"Karena aku melihat Shierra ada di dalam diri anak itu." Ucap Stella dengan tenang.

Mona tiba-tiba terjatuh dari posisinya berdiri, ia sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk bertahan, lututnya terasa lemas, semua ucapan yang dikeluarkan oleh Stella begitu menyiksanya.

Stella bangkit dari duduknya lalu serta merta langsung memeluk Mona yang nampak terlihat lemah.
"Mama sayang aku kan ma?" Tanya Stella dengan suara pelan kepada Mona.

Mona menganggukkan kepalanya sambil mengusap punggung Stella
"Mama sangat sayang sama kamu nak.." ucap Mona dengan lirih

Sebuah senyuman tipis tersungging di bibir Stella saat mendengar jawaban itu.
"Berarti mama harus selalu ada buat aku ya ma, selamanya."

***

Yasmin baru saja selesai berbelanja kebutuhan sehari-hari dan saat ini tengah mengendarai mobilnya ketika terdengar nada panggilan di ponselnya

Wanita itu melirik sekilas nama yang tertera di layar ponselnya dan seketika wajahnya terlihat kaget, Yasmin buru-buru memasangkan airpods di telinganya lalu mengangkat panggilan telepon itu yang ternyata berasal dari Kevin.

"Halo, tante Yasmin." Sapa Kevin dari balik telepon.

"Ya, Ada apa Kevin?" Tanya Yasmin dengan wajah penasaran.

"Saya.. sudah bertemu dengan Bella di Bali." Ucap Kevin dengan suara pelan.

"Lalu?"

"Apakah tante Yasmin sudah tau.. bahwa saat ini Bella tinggal satu rumah dengan seorang pria asing di Bali?"

***

The XL Girl Named Bella (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang