Semuanya terjadi begitu saja.
Tau-tau Bella sudah berada diluar, meninggalkan David dan rekannya, Stella, yang masih berada didalam restoran. Sebelum meninggalkan meja ia sempat membisikkan kata maaf kepada David, akibat sudah tersulut emosi dan mengatakan hal yang akhirnya semakin memperkeruh suasana diantara mereka.
"Sorry." Ucap Bella dengan suara pelan, ucapan itu tentu saja ia tujukan kepada David.
Bella kemudian berdiri sembari mengenakan tasnya.
Alih-alih merespon ucapan Bella, David dengan wajah khawatir langsung ikut berdiri sembari bertanya
"Kamu mau kemana?" Tanya pria itu
"Saya mau pergi, ada urusan diluar."Jawab Bella sekenanya.
"Saya antar." Jawab David segera, sementara wajah Stella nampak terkejut melihat respon David yang seolah telah melupakannya, namun sayangnya tawaran itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Bella.
"No, you dont need to, biar saya pergi sendiri, kamu juga perlu kembali ke kantor." Ucap Bella dengan singkat, lalu segera pergi meninggalkan kedua orang itu.
*
Bella menghembuskan nafasnya dengan keras, berharap hal itu dapat meredakan emosinya yang sedang meluap-meluap.
Ia masih bisa mengingat jelas tatapan wanita itu, tatapan merendahkan yang seolah jijik dengan penampilan fisiknya.
'Sehina itukah cewek gendut kayak gue?' Batin Bella sambil tertawa kesal.
tiba-tiba wanita itu teringat tatapan orang-orang saat melihatnya berjalan berdua dengan Kevin ketika mereka masih berpacaran, tatapan-tatapan itu seolah menegaskan bahwa ia memang tidak sepatutnya disandingkan dengan pria sekelas Kevin Alvero Wijaya.
'Mungkin Kevin malu dengan kondisi gue dan akhirnya ninggalin gue.'
'Mungkin gue emang ga pantes buat bahagia.'
'Mungkin gue emang... ga berhak buat dicintai.'
'Mungkin.. mungkin seharusnya gue mati aja..'
Perlahan tapi pasti bola matanya terasa memanas, Bella buru-buru menengadahkan wajahnya ke langit, menatap awan di langit yang kebetulan sedang teduh karena berhasil menutupi teriknya matahari.
"No, I don't wanna cry right now. Eyeliner gue ga waterproof.." ucap Bella sambil menepuk-nepuk pelan pipinya, berusaha menabahkan hatinya yang terluka.
***
Stella beberapa kali melirik David yang sedari tadi diam, nampaknya pria itu kecewa dengan sikapnya selama di restoran.
'Aku hanya tidak ingin kamu berhubungan dengan wanita lain, siapapun itu.' Batin Stella dengan wajah kesal.
"Ada yang ingin kamu katakan kepada saya?" David tiba-tiba membuka suara, nampaknya pria itu menyadari gelagat yang dilakukan oleh wanita di sebelahnya itu
Stella menggigit bibir bawahnya, wajahnya kini berubah cemas
"Pak David, saya minta maaf ya pak.. saya sama sekali tidak bermaksud membuat rekan bapak marah, saya tidak ada niat sama sekali untuk menyinggung perasaan beliau.." ucap Stella dengan suara memelas
David mendengus mendengar jawaban itu
"But you did, and you should say sorry to her, not me."
Stella hanya terdiam, ia tidak ingin melakukan hal itu, mengucapkan kata maaf kepada orang yang tidak ia sukai hanya akan melukai egonya.
Melihat respon Stella yang hanya terdiam, membuat David kembali membuka suara.
"Tapi setelah melihat apa yang terjadi, saya akhirnya menyadari sesuatu, dan saya harus berterima kasih atas apa yang kamu lakukan tadi." Ucap David kepada Stella
KAMU SEDANG MEMBACA
The XL Girl Named Bella (COMPLETED)
RomanceBrakk! Bella sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan dari ibunya Kevin, tanpa sadar ia menjatuhkan ponselnya hingga ponsel itu membentur lantai dengan keras. "Kenapa kak?! Ada apa??" Tanya Reno dengan panik kepada kakaknya itu, orang-orang yang se...
