Bubur Ayam

2.6K 248 15
                                        

*H-3 sebelum lamaran

'The number you're calling is not active-'
Bella menutup panggilannya sembari menaikkan alisnya sebelah, sudah hampir seharian nomor calon suaminya itu tidak bisa dihubungi.

"Kevin kemana ya ma? Kok dari tadi aku hubungin ngga aktif, ngga biasanya loh dia kayak gini ma.." ucap Bella kepada ibunya yang kebetulan sedang berdiri sembari mengupas apel di sebelahnya

"Mungkin dia lagi keluar kota trus disana susah sinyal kali, tungguin aja ntar paling dia nelpon balik kamu." Respon ibu Bella saat itu

Mendengar ucapan ibunya, Bella semakin mengerutkan keningnya

"Kayaknya ngga deh ma, dia ngga bilang ke aku kalo mau keluar kota."

***

Kevin meringkuk dibawah selimut dengan tubuh yang menggigil seolah kedinginan, kontras dengan suhu tubuh di kulitnya yang terasa panas, sementara wajah pria itu terlihat cukup pucat.

Tubuhnya yang terasa lemah disertai kepala yang pusing membuatnya enggan untuk beranjak dari tempat tidur, bahkan untuk sekedar mengambil air minum pun ia merasa tak sanggup.

Kevin memejamkan matanya sembari dalam hati berharap demamnya ini segera berakhir, karena pria yang tinggal sendirian di apartemennya itu tau bahwa tak ada yang bisa ia andalkan selain dirinya sendiri, selain itu, jika ia sudah pulih, ada hal penting yang harus segera ia lakukan  sebelum hari lamarannya yang tinggal beberapa hari lagi itu tiba, hal penting yang pastinya akan membuat semua orang terkejut, dan tentunya juga akan berimbas pada karir serta hidupnya.

Ya, setelah memikirkan matang-matang, Kevin memutuskan untuk menemui Bella dan memberitahukannya bahwa ia ingin membatalkan lamarannya itu.

Terdengar gila memang, dan Kevin tahu benar apa yang akan terjadi atas keputusannya itu, Reno, adik Bella sudah pasti akan murka padanya dan membocorkan video perselingkuhannya itu ke publik, hal itu pasti akan berimbas pada  karirnya yang akan hancur seketika karena semua penggemar berbalik menjadi membencinya.

Tapi paling tidak Kevin percaya bahwa itu lebih baik daripada jika ia harus terus membohongi perasaannya dan terjebak dengan Bella, wanita yang sama sekali tidak ia cintai, memikirkan hari lamaran itu saja sudah mampu membuat Kevin bergidik ngeri.

'Biarlah, biarlah ini menjadi karma buat gue, salah gue juga karena mainin perasaan Bella.'  Batin Kevin dalam hati sambil memejamkan matanya.

***

Seorang wanita berusia 40 tahunan berjalan dengan mantap memasuki sebuah ruangan berukuran cukup besar  dengan ornamen nuansa perkantoran yang apik, terdapat label di pintu bertuliskan Chief Executive Officer (CEO), didalam ruangan itu duduklah seorang pria asing bermata biru dengan setelan lengkap yang terlihat tengah sibuk berkutat dengan komputernya.

"Pak David, ini saya bawakan laporan hasil Customer satisfaction Survey dari bagian pemasaran, silahkan di cek." Ucap wanita itu sambil menyodorkan sebuah map kuning ke arah pria itu.

"Okay, thanks Mon."ucap pria itu sambil tersenyum singkat sembari mengambil map kuning itu.

Wanita bernama Mona Astuti yang menjabat sebagai sekretaris pribadi  itu kemudian mengecek jam tangannya sekilas, waktu telah menunjukkan pukul 1 siang, namun pria di hadapannya itu belum juga beranjak dari kursinya untuk makan siang.

"Sudah pukul 1 siang, mau saya pesankan sesuatu untuk makan siang bapak?"

Pria itu seolah kaget mendengar ucapan wanita itu, mata birunya melirik jam di pojok kanan bawah pada layar laptopnya guna memastikan ia tidak salah mendengar ucapan Mona

The XL Girl Named Bella (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang