Disaster

2.7K 252 9
                                        

-Hari Lamaran-

Bella membuka matanya tak lama setelah seorang make up artist menyemprotkan setting spray di wajahnya yang baru saja selesai di hias, sebuah senyuman terukir di bibir Bella saat gadis itu melihat pantulan dirinya di cermin

"Ohh darling, you look perfect.." Yasmin, ibunda Bella yang sedari tadi memperhatikan proses make up gadis semata wayangnya itu kini nampak terharu melihat penampilan Bella yang luar biasa cantik, lengkap dengan kebaya berwarna peach yang nampak sempurna menempel ditubuhnya.

"I got it from you, ma." Ucap Bella sambil tersenyum lebar ke arah ibunya.

Ibunda Bella hendak menimpali ucapan Bella ketika tiba-tiba pintu terbuka dan muncul wajah ayah Bella dari balik pintu

"Astaga...cantik sekali anak papa." Timpal pria itu yang sekonyong-konyong langsung memeluk Bella.

"Makasih pa." Ucap Bella sembari membalas pelukan hangat ayahnya itu, gadis itu terharu dengan sikap manis yang ditunjukkan sang ayah kepadanya.

Sesaat kemudian pria itu melepaskan pelukannya lalu menatap Bella dalam-dalam

"Bella sayang..ini salah satu hari terpenting untuk kamu, papa berdoa semoga acara lamaran hari ini berjalan dengan lancar ya nak, papa ingin kamu selalu bahagia." Kata ayah Bella sembari membelai wajah anaknya itu.

"Iya pa, aamiin.. Bella juga berharap mama dan papa selalu bahagia." Balas Bella dengan penuh haru sembari menatap ayah dan ibunya secara bergantian.

***

Bella keluar dari kamarnya dengan didampingi oleh kedua orang tuanya, para tamu yang telah hadir semuanya nampak terpukau melihat kecantikan Bella.

Bella meskipun nampak terlihat sedikit gugup namun ia berusaha untuk tetap menenangkan diri, senyuman manis terukir di bibirnya seiring dengan pujian-pujian yang ia terima dari para tamu yang sebagian besar adalah keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

"Bellaaaa.. selamat ya Bel, bentar lagi lu jadi istrinya Kevin, seneng banget gue." ucap Fika yang merupakan sahabat sekaligus rekan sekantor Bella, wanita itu langsung memeluk Bella dengan haru

"Makasih ya Fikaaa." Ucap Bella sembari tersenyum lalu membalas pelukan Fika.

Bella ingin bercengkrama lebih lama lagi dengan Fika namun dari kejauhan nampak Oma dan Opa nya Bella baru saja tiba dirumah

"Ntar kita ngobrol lagi ya Fik, lu ambil cemilan dulu aja." Ucap Bella sambil tersenyum lalu meremas pelan lengan Fika, wanita itu kemudian segera menghampiri kedua kakek neneknya itu yang nampak sumringah ketika melihat Bella

"Omaaa..Opaaa..Bella kangennn" Ucap Bella sambil memeluk kedua kakek-neneknya itu.

"Bella sayang, kita juga kangen banget sama Bella, selamat yaa nak, semoga Kevin memang benar-benar jodoh yang terbaik untuk kamu." Ucap Oma bella sambil mengelus pipi Bella.

Bella tersenyum lalu mengangguk menanggapi ucapan Omanya itu
"Aamiin.. makasih oma." Balas Bella. Wanita itu kemudian menatap Opa nya yang sedari tadi hanya terdiam, sedangkan matanya nampak berkaca-kaca.

"Opa kenapa nangis?" Tanya Bella dengan khawatir

Pria tua yang dipanggil Opa oleh Bella itu menatap Bella lalu membelai lembut rambut cucu perempuan satu-satunya itu

"Opa menangis karena opa bahagia melihat kamu seperti ini, opa berharap kamu dan Kevin bisa selalu bersama dan kasih opa cicit yang lucu nantinya, hehe." Ucap Opanya Bella panjang lebar sambil tertawa haru.

"Hahah opa bisa aja, aamiin..makasih opa." Kata Bella sambil memeluk erat opa nya itu.

***

Setelah 30 menit berlalu, wajah Bella mulai sedikit panik, seharusnya Kevin sudah tiba dirumah seperti yang dijadwalkan, namun sampai sekarang Kevin tak kunjung datang, Bella sedari tadi telah berusaha menghubungi ponsel Kevin, namun panggilannya tersebut selalu tersambung ke mailbox

"Bella, nak Kevin belum datang yah? Acaranya kan sebentar lagi mau dimulai, kamu udah tanya sama Kevin posisi nya dimana?" Tanya Omanya Bella dengan wajah khawatir.

Bella meskipun dalam hati sudah berusaha menenangkan dirinya sendiri namun terlihat dari wajah wanita itu yang nampak tegang

"Sebentar lagi Oma, Kevin akan tiba sebentar lagi." Jawab Bella dengan singkat, berharap jawaban itu bisa menenangkan Oma dan dirinya sendiri.

***

Kevin duduk terdiam di salah satu sudut tempat tidurnya dengan tatapan kosong dan penampilan yang berantakan, rambutnya terlihat awut-awutan, sementara baju batik yang seharusnya ia kenakan masih tergelak di atas tempat tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kevin duduk terdiam di salah satu sudut tempat tidurnya dengan tatapan kosong dan penampilan yang berantakan, rambutnya terlihat awut-awutan, sementara baju batik yang seharusnya ia kenakan masih tergelak di atas tempat tidur.

Kevin sama sekali tidak memperdulikan kedua orang tuanya yang tengah uring-uringan akan sikapnya itu, pria itu seolah menjadi tuli ketika mereka berteriak memanggil-manggil namanya.

"Kamu kenapa seperti ini, Kevin?! Kenapa?? Ini hari lamaran kamu nak, kalo kamu diam seperti ini, kasihan Bella yang udah nungguin kamu!" Ucap ibu Kevin dengan beruraian airmata sembari mengguncang-guncang tubuh anak laki-lakinya itu.

Perlahan, untuk pertama kalinya Kevin mengangkat wajahnya lalu menatap sang ibu.
"Aku mau ngebatalin lamaran ini ma." Ucap Kevin dengan suara pelan.

***

The XL Girl Named Bella (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang