Tiga tahun berlalu, kini risa sedang merintis cafe milik nya yang terletak di kota bandung. Setelah kejadian tiga tahun yang lalu, risa melanjutkan kuliahnya di bandung sampai akhirnya ia lulus. Dulu Risa pun tidak satu universitas dengan gilang dan galuh.
Gadis cantik itu memilih tinggal dirumahnya sendiri bersama bi yuli, ia memilih tinggal sendiri, tidak ikut dengan tante oni. Karena risa juga tidak tega meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan ini.
Mang sapri? Supir kesayangan keluarga risa itu telah mengundurkan diri, memilih tinggal di kampungnya dengan istri dan anak cucunya. Selain itu, mang sapri sudah berumur dan penyakit komplikasinya semakin parah.
Risa berjalan gontai menuruni tangga, ia melirik foto keluarga yang terpampang jelas di tembok ruang tv. Tempat favorit keluarganya berkumpul.
Difoto itu tidak ada brama, karena memang brama jarang mengajak mereka untuk foto bersama. Pria setengah paruh baya itu selalu sibuk dengan pekerjaanya. Walaupun memang ada foto full bersama ayahnya, tapi risa sangat tidak ingin memajang foto itu.
"Neng risa mau ke cafe ya?" suara bi yuli memecahkan lamunannya.
Risa tersenyum menatap bi yuli, pembantu yang sudah ia anggap sebagai ibu nya sendiri.
"Ngga bi, risa mau ke makam nya gama. Sekarang kan ulang tahun nya gama." ucap gadis itu.
"Yaudah, neng risa mau makan dulu?" tanya bi yuli.
Risa menggeleng pelan. "Risa makannya setelah pulang dari makam aja ya bi"
Bi yuli mengangguk, "Hmm, neng risa hati-hati ya."
Risa pun mengangguk sebegai jawaban, ia menyalimi bi yuli dan pergi setelahnya.
Butuh waktu dua puluh menit, risa sampai di lapangan makam besar ini. Makam-makan yang berderetan rapih dan bersih, membuat risa sama sekali tidak kesulitan saat berjalan.
Saat sampai di makam gama, risa berjongkok menaruh bunga mawar putih di atas makam lelaki itu.
Perlahan risa mengusap batu nisan yang bertuliskan nama kekasihnya. Ia membacakan alfatihah dan surat-surat pendek untuknya.
"Happy birthday Gama Devantara, Semoga disana lo dapat tempat terindah di sisi tuhan. Dan semoga lo selalu di lindungi sama tuhan"
Bola matanya pun langsung berkaca-kaca, ia selalu lemah saat mengunjungi makam gama.
"Emm. Gam, maafin gue. Maaf gue belum bisa lupain lo. Maaf kadang gue gak bisa terima sama kenyataan ini. Maaf kadang gua ngerasa gak rela kalo lo pergi secepat itu.
Gam, Sampai detik ini pun gue belum berhenti mencintai lo.
Dan sampai detik ini juga, gue belum bisa nerima hati yang lain buat gantiin posisi lo. Rasanya itu mustahil"
Air matanya terus saja mengalir, risa membiarkan air matanya berjatuhan di atas makam gama. Dadanya selalu sesak saat mengingat kejadian-kejadian bertahun-tahun lalu. Entah itu masalah Ayahnya yang mempunyai keluarga baru, Bunda dan disanya pergi untuk selamanya, dan gama pun menjemput bunda dan adiknya.
"Gue udah terlalu banyak menelan pil pahit di kehidupan ini, why me? WHY ME GOD?"
"Karena lo yang paling mampu buat nerima semua nya, tuhan tau. Tuhan tau kalo lo hebat risa."
Risa menoleh, itu suara galuh. Gilang dan galuh, keduanya membawa bucket bunga masing-masing. Keduanya pun ikut berjongkok dan menaruh bunga mawar putih itu di atas makan gama.
Keduanya sama-sama membaca doa.
"Happy birthday, kita berdua sayang lo gam. Tenang ya disana. Yang nyenyak tidurnya." ucap gilang. Galuh tersenyum seraya mengangguk.
"Ris, jangan terlalu berlarut. Gue tau lo sedih, hati lo patah, tapi lo harus bisa mengembalikan hati lo yang patah itu menjadi utuh seperti semula. Lo gak bisa kaya gini terus, gue kira lo bakal sedih cuma berbulan-bulan. Tapi ternyata bertahun-tahun lo stuck di posisi ini. Ayo ris, masa depan lo yang masih gelap itu butuh lo nyalain biar cerah.
Bunda, disa, gama. Bakal bahagia kalo liat lo bahagia." ucap galuh bijak.
Risa menoleh ke arah galuh. "Gue udah coba buat ikhlasin semua ini, tapi gue gak bisa, gue gak akan pernah bisa!"
"Bisa! Gue tau lo hebat, lo cewe langka, dan cewe paling kuat!" tegas galuh.
"Kita pulang sekarang yuk ris" ucap galuh, yang diangguki risa dan diikuti gilang.
***
Ketiga remaja itu sudah berada di cafe "Devantara cafe" milik risa. Ketiganya duduk santai sambari menikmati kopi buatan risa sendiri.
"Gila, baru kali ini lo buatin kita kopi. Biasanya ogah banget bikinin kita kopi hasil lo sendiri" sindir gilang.
"Tapi enak kan kopi nya?" tanya risa.
"iya, pas banget ini. Udah Cocok banget lo jadi istri gue" ucap galuh yang di akhiri kehkehan dari mulutnya.
Risa memutar bola matanya malas.
"Btw, doain gue ya. Semoga bulan depan gue jadi buka butik juga!" ucap risa.
"Widihhh, aamiin. keren juga lo" puji galuh.
"Wihh udah cantik lancar bisnis juga, keren banget nih sepupu gue, Bismillah mobil bmw keluaran terbaru!" ucap gilang dengan wajahnya yang tanpa dosa itu.
"Dih minta-minta lo lang sama cewek. Malu lang, kerja lo kerja!
Bismillah kapal tetanic!" ucap galuh.
"Anak ngen" umpat gilang.
"Udah udah gak usah ribut, santai aja kali gak usah minta, tenang aja gampang." ucap risa, membuat kedua cowok itu tersentak karena senang.
"Serius ris? Gila lo rich girl banget sih parah" Tanya gilang.
"iya serius, BISMILLAH MATI LO BERDUA KETEK BUNGLON!"
***
Setuju ga, ada spesial partnya? Hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
GAMARISA [END]✔
Fiksi RemajaGama dan risa manusia berbeda sifat, gama yang selengean, dan risa yang ketus. hari hari risa dipenuhi dengan kebencian pada seorang gama. Gama yang banyak di kagumi di sekolah, tapi tidak untuk risa, ia terlalu benci untuk mengagumi manusia seperti...
![GAMARISA [END]✔](https://img.wattpad.com/cover/215586492-64-k173364.jpg)