#11

255 13 0
                                        

"Gue emang munafik, mulut gue selalu menolak lo, tapi hati gue selalu menanyakan lo disaat lo gak ada di samping gue gama"
-clarisa amanda

Pagi ini risa dijemput oleh defa, defa yang mengajaknya berangkat bersama tadi malam, risa hanya mengiyakan saja lagi pula gama pasti tidak akan menjemputnya pagi ini

Di kejauhan gama dapat melihat risa sedang menaiki motor besar milik defa, padahal gama berniat meminta maaf pagi ini pada risa dan mengajaknya berangkat bersama, lagi-lagi gama harus menelan rasa kecewa

"defa sialan!" gumamnya

"lo juga seharusnya tau diri gama, lo tuh gak pernah di anggap sama risa. Lo bego tau gak!" lanjutnya pada dirinya sendiri

Gama menyalakan motornya dan menancap gas dengan kecepatan diatas rata-rata dengan ini mungkin emosinya akan mengurang

❄❄❄

Selama pelajaran berlangsung risa hanya melamun sedari tadi, matanya yang berat, kantung matanya besar, kepalanya terasa pusing, dan bibirnya terlihat pucat. tadi malam risa memejamkan matanya jam 03.50 dan waktunya hanya ia habiskan untuk memikirkan gama

"ris, lo sakit?" tanya dita lalu ia menempelkan punggung tangannya di jidat risa yang terasa hangat

"gue gak papa dit" jawab risa meyakinkan

"Bu!" dita mengangkat tangannya, bu tari menoleh

"ada apa dita?"

"risa sakit bu badannya anget"

"apaan sih" bisik risa pada dita, sang empu hanya mengedikan bahunya tidak perduli

"yaampun, yaudah dita kamu bawa risa ke UKS ya" perintah bu tari

Dita mengangguk "iya bu"

Dita meraih lengan dita dan menuntunnya, sampai dikoridor mata risa menangkap gama galuh dan gilang sedang berjalan dikoridor mungkin ketiganya akan membolos, saat melihat gama wajah lelaki itu datar dan dingin

"risa kenapa dit?" tanya gilang pada dita

"sakit" jawab dita singkat

Sontak gama menoleh sekilas tapi masih dengan wajah yang datar untuk menutupi rasa cemasnya. wajah gama menunjukan seolah-olah seperti tidak perduli pada gadis itu, jauh dilubuk hatinya gama sangat cemas pada gadisnya. risa menatap sendu kearah gama tapi yang ditatap hanya memasang wajah datar dan dingin

"Bawa risa ke UKS ya kasih obat, jangan malah dikasih harapan palsu" pesan gilang sedikit menyindir dita, dita hanya memutar bola matanya malas

Gilang beralih menatap risa "babang gilang ada job dulu ya neng risa sepupu babang yang paling cantik"

"lagi sakit aja muji lo" ucap risa lemas

"job bolos kan lo pada" tunjuk dita pada ketiganya

"iya, mau ikut?" tawar gilang pada dita

"ogah!" setelah itu dita menarik pelan lengan risa dan pergi meninggalkan trio G itu

Sesampainya di UKS dita membantu risa merebahkan tubuh gadis itu, lalu dita menarik selimut menutupi sampai batas dada risa

"Lo istirahat ya ris, gue ke kantin dulu beli teh anget sama bubur"

Belum sempat pergi risa menarik pergelangan dita membuat sang empu menyeringit bingung

"kenapa?"

"gue mau cerita"

"ceritanya nanti kalo lo udah makan terus minum obat"

Mata risa berkaca-kaca "Gak bisa dit harus sekarang" suaranya serak seperti ingin menangis

Karena panik Dita segera membantu risa ke posisi duduknya dan memeluk risa erat "lo kenapa ris?" tanya dita sambil mengusap punggung gadis itu

"Hiks gue salah" risa semakin menangis

"salah kenapa ris? Lo ceritain semuanya sampe gue bener-bener paham apa yang lo rasain" tanya dita setelah melepaskan pelukannya

Risa menceritakan semua kejadian kemarin sore dan kejadian tadi malam, dita mengangguk paham
"pantes tadi gama datar banget mukanya, saran gue sih ris lo jangan deketi-"

"Risa!" panik seseorang yang baru saja memasuki ruang UKS Dengan membawa dua kantung plastik

Dita memutar bola matanya "si pengacau" gumam dita sangat pelan

"Kak defa"

"lo sakit apa ris? Lo gak papa kan?" tanya defa panik

Risa tersenyum "gak papa kok kak"

"syukur deh, oh ya gue bawa teh anget sama bubur gue suapin ya ris" tawar defa, risa mengangguk mengiyakan

Dita melototkan matanya, mengapa risa mengiyakan saja? Astaga! "gak usah biar gue aja yang suapin" dita mengambil alih bubur yang di cekal oleh defa

Defa menyeringit "gue aja, lo ke kelas gih gantian biar risa gue jagain"

Dita sedikit kecewa pada risa yang hanya diam saja sedari tadi, dita pergi meninggalkan UKS begitu saja tanpa pamit pada risa

Defa mulai menyuapi risa dengan pelan "lo kenapa sih bisa sakit? Pasti lo mikirin sesuatu sampe lo sakit gini"

"takdir" ucap risa singkat

Di jendela UKS Gama baru saja datang mengintip defa yang sedang menyuapi risa, sangat sakit melihat risa tanpa risih saat defa membersihkan bekas bubur dibibir gadis itu, dengan rasa kecewa lagi gama pergi meninggalkan jendela UKS

GAMARISA [END]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang