"Semuanya udah adakan?" tanya Jessi pada Tesa dan Bella. Dibalas dengan anggukan kepala oleh mereka berdua.
Hari ini, mereka akan melakukan sesuatu pada gadis itu. Kali ini sedikit bermain dengan jahat.
Langkahnya menuju ke kantin bawah yang ada Tera di sana, gadis itu sedang bersama Salma. Sebelum kesana Jessi membeli satu mangkuk kuah bakso yang sama sekali tidak akan masuk ke dalam perutnya. Kuahnya berwarna merah pekat seperti darah karena Jessi memasukkan banyak sambal dan juga saus. Kuah itu mengeluarkan uap karena masih sangat panas sekali, Jessi saja yang membawanya membutuhkan kain untuk melapisinya.
Dengan langkah perlahan mereka mendekat pada Tera. Sampailah mereka bertiga berdiri di belakang Tera, mereka berdua masih asik bercanda dan tertawa hingga tak menyadari kehadiran Jessi, Tesa dan Bella.
Seisi kantin mulai diam. Melihat korban bullyian mereka beriga merupakan salah satu tontonan yang sangat menyenangkan bagi siswa-siwi GHS. Tapi entah kenapa menurut mereka kali ini Jessi, Tesa dan Bella salah mencari korban.
Tangan Jessi sedikit demi sedikit menurunkan mangkuk di tangannya itu hingga kuahnya jatuh ke bahu Tera yang dilapisi kemeja putih.
Byur!
Mampus.
"Akhhh..."
Gadis itu berteriak kepanasan.
Salma terkejut, gadis itu yang duduk dihadapan Tera pun langsung menatap ke atas mencari si pelaku.
"Yah tumpah, gue nggak sengaja sumpah. Tangan gue kepleset soalnya mangkoknya licin banget, sorry." ucap Jessi dengan raut muka dibuat bersalah.
"Licin-licin gundulmu! Terus itu kain gunanya buat apa kalau tugasnya aja nggak bikin licin hah? Tinggal bilang aja kalian mau bully Tera kan?!" amuk Salma.
"Oh tentu tidak semudah itu kak mantan primadona." sambung Salma dengan muka songong.
Jessi mulai menggertakan giginya, gadis itu tidak mau ada orang yang menyebut dirinya itu mantan primodana. Sampai kapanpun gelar primadona GHS akan tetap jatuh padanya. Bukan kepada orang lain apa lagi orang lainnya itu Tera. Akan Jessi musnahkan!
Tapi memang benar Jessi bukan lagi primadona GHS, setelah Tera masuk ke sekolah ini dan beberapa hari kemudian gelar primadona itu langsung jatuh padanya. Posisi yang sudah Jessi tempati dan jaga selama dua tahun kini telah diambil oleh Tera.
Jessi tak rela.
"Heh lo! Kalo ngomong jangan asal bener." Tesa mendelikkan matanya pada Bella, gadis cantik tapi sedikit lemot dan bonusnya sering keceplosan itu mengatupkan bibirnya kembali.
"Jangan sekali-kali lo bilang kalau gue itu mantan primadona." ujar Jessi dengan menekan setiap kata.
Salma terkekeh, waktu itu Salma hanya diam saja melihat pin Tera dibuang olehnya. Tapi kali ini Salma akan sedikit mengeluarkan jurusnya karena dia telah melukai Tera, temannya sekaligus kunci jawabannya.
Prinsip Salma itu kalau ada orang yang mengambil barang milik dirinya atau temannya, Salma akan diam. But, kalau ada orang yang langsung melukai fisik langsung saja Salma hajar. Tak peduli ia lebih tua atau lebih muda darinya, siapa suruh bikin orang emosi.
"Emang kenyataannya kan, kalau seorang Jessica Italirk bukan lagi primadona di sini. Dan posisi itu udah jatuh pada Tera tiga bulan yang lalu." ujar Salma semakin memancing emosi Jessi.
Jassi tersenyum tipis, kalau dirinya meladeni Salma maka waktunya akan habis untuk menjalankan rencana 1b.
"Diem lo." Tesa bersuara menatap datar Salma.
KAMU SEDANG MEMBACA
LENTERA
Ficțiune adolescențiLentera Andini sosok gadis baik hati nan pekerja keras yang harus merasakan pahitnya hidup. Ayahnya menelantarkan dia begitu saja dan sering memperlakukannya dengan tidak baik. Hanya karena dia miskin orang - orang tak mau berteman dengannya. Kehid...
