Assalamualaikum
Sebelum baca jangan lupa
Hiasi dengan vote dan komen nya
Hati - hati ada typo
SELAMAT MEMBACA
Masih tergeletak di tanah, perlahan Zaida membuka matanya dan melihat ke langit yang sudah gelap. Tubuhnya terasa begitu sakit, kepalanya pusing, belum lagi darah yang sedikit keluar dari ujung bibir membuatnya merintih kesakitan.
Dia melihat ke sekeliling lalu mengarah kepenampilannya yang sudah urak - urakan, tersadar apa yang sudah terjadi padanya, Zaida pun menjerit sambil memukuli dirinya sendiri diiringi dengan tangisan, emosi, semua jadi satu.
Hidupnya sudah hancur sekarang,. Diapun hanya duduk menekuk kedua lulutnya, dengan kedua tangan dikepalanya, frustasi, gadis ituenangis tanpa henti.
VIRGO BRAMASTA
23th
Keempat lelaki itupun berjalan menuju ke arah parkiran motor mereka di dekat supermarket, sambil membicarakan apa yang baru saja mereka perbuat.
"Eh gue puas banget tadi" ujar salah satu pelaku.
"Haha, eh tapi gue takut kalau dia lapor ke jalur hukum?" ucap yang lain.
"Iya juga, eh tapi gak mungkin mentalnya kan udah hancur." Timpal salah satu meyakinkan.
"Woy Virgo, ngapain lo diem aja ngerasa salah?" tanya temennya.
"Oh g- gak, gak mungkin lah." Jawabnya.
DINAR AYUNDA
18th
Tak sengaja Dinar sedang melintas di depan mereka dan sedikit mendengar pembicaan tersebut, diapun menghentikan langkahnya.
"Mental siapa yang hancur?" tanya Dinar, dia memang sudah kenal dengan segerombolan cowok ini apalagi dengan Virgo.
Virgo adalah cowok yang selalu mengejar cintanya Dinar, namun Dinar selalu bersikap cuek, judes, padanya.
"Eh, sayang habis dari supermarket yah? Kok jalan kaki?" ujar Virgo menggoda.
"Diem lo! gue nanya apa yang kalian bicarakan?" Ucap Dinar dengan tatapan tajam.
"Udahlah, bukan apa-apa sekarang mending gue anterin lo." ajak Virgo menarik tangannya.
"Lepasin gue, gue bisa sendiri!" Dinar menebas tangan Virgo, Virgo pun meringis kesakitan, cewek yang satu ini memang cukup garang, Dinar pun melangkah pergi.
Jarak supermarket ke rumah Dinar cukup jauh namun entahlah Dinar memang suka jalan kaki, Dinar juga pernah mengikuti les taekwondo jadi
Dia bisa menjaga diri, Meski begitu Papah dan Mamahnya sangat khawatir terhadap Putri semata wayangnya itu.
Dari arah semak, Dinar mendengar suara tangisan seorang cewek. Namun belum jelas dari arah mana, Dinar pun mencoba mencari dimana sumber suara tersebut.
"Astagfirullah, Zaida," ujar Dinar, melangkah cepat menuju cewek yang pernah satu sekolah dengannya meski berbeda kelas.
Zaida hanya diam dengan pandangan kosong. Dinar mencoba menyentuh pundak Zaida, namun Zaida menggeser badannya sekolah menjauh dari Dinar.
"Z-Zaida, lo kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Dinar pelan dan merasa iba. Sepertinya Dinar harus menenangkan Zaida, dan menarik pertanyaannya tadi.
"Gapapa Zaida, lo tenang ya gue Dinar temen lo dulu." Jelasnya dengan lembut.
Namun tidak ada respon, Dinar pun bingung harus bagaimana karena Dinar pun tak punya kontak keluarga dari Zaida. Dinar mengarahkan pandangannya ke tas Zaida, mungkin disana ada no yang bisa di hubungi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIRGA DEWANTARA | REVISI
Ficção AdolescenteCERITA INI BELUM DIREVISI *SEBUAH RODA KEHIDUPAN* Seandainya bunuh diri itu dihalalkan, mungkin Dewa sudah melakukannya. Dewa yang kehilangan keharmonisan keluarganya membuat dunianya gelap, sunyi dan mati. Hingga suatu saat dia di jodohkan dengan w...
