2. dihukum

11.7K 719 12
                                        

Jangan lupa vote nya yaa guys, bantu support nya biar makin semangat nulisnya.

Boleh komen juga di paragraf yang bikin kamu greget, rameinn pokonyaaa <3

thank u,
udah siap? selamat membaca!

---

Vega baru saja memasuki sekolahnya bersama anggota Athena lainnya. Mereka datang tanpa membawa motor. Sebelum memasuki Arcturus, semuanya menitipkan moge nya di Wayan. Warung Bang Yanto.

Hari ini adalah hari pertama mereka masuk sekolah sebagai murid kelas sebelas. Tahun lalu adalah tahun yang cukup berarti bagi Athena. Mereka yakin, kini guru-guru tidak akan terlalu mengusik mereka karena pasti akan ada adik kelas yang lebih nakal dari mereka. Itu bukan sebuah fakta, hanya harapan. Mereka ingin bebas, walaupun mereka paham bahwa mereka berada dibawah aturan.

"Di hukum gak ya?" tanya Qiren mengingat rambut mereka diwarnai, terkecuali dengan Xeanee dan Carina. Orang tua Xeanee tidak mengizinkan Xea untuk mengubah warna rambutnya. Begitupun dengan Carina, ia memliki alasan yang sama dengan Xeanee. Walaupun ia memakai jilbab.

"Di hukum lah, udah jelas-jelas upacara." ujar Nova.

"Lagi mager dihukuum," rengek Qiren sembari menekuk bibirnya kesal.

Carina mendengus, "Lo yang salah, lo yang kesel."

"Eh kira-kira siapa ya yang bakal sekelas sama gue?" tanya Grass menyudahi topik masalah rambut.

"Gue harap gue gak sekelas sama lo." Qiren menatap Grass sinis membuat Grass tertawa.

Grass mengangkat kedua tanganny, "Ya Allah, izinkan hamba untuk sekelas bersama Qiren." ujarnya yang langsung mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

"Ya Allah, Grass bohong. Jangan, dia suka ngajak hamba bolos ya Allah." balas Qiren tak kalah khusyuk.

"Car, mau dihukum juga gak?" Xeanee menyenggol bahu Carina.

Carina berdecak, "Sebenernya males, tapi ya masa nggak dihukum bareng."

"Ngapain dong, telatin aja?" tanya Xeanee pada Carina.

Carina menggeleng, "Gak usah pake topi aja, biar bisa tetep sebarisan."

Obrolan mereka terhenti ketika sebuah gerombolan datang hendak menyerbu mereka dari arah berlawanan. Membuat mereka mengernyit.

"Kenapa sih, kenapa dek? rusuh banget masih pagi." ujar Qiren sembari menatap salah seorang adik kelas yang hampir menabraknya membuat teman-teman nya ikut diam.

"Hush, galak banget lo." tegur Vega.

"Ma..af kak, kita lagi nyari topi. Kita lupa bawa topi, takut dimarahin soalnya hari pertama belajar."

Qiren berkacak pinggang, "MOS kemarin belum cukup buat bikin kalian disiplin?"

Para adik kelas yang tadi berlarian sembari memasang wajah ceria walaupun sedang dalam masalah kini diam menunduk.

Qiren tertawa, "Gue bercanda, apaan si jangan murung." ujar Qiren membuat teman-teman nya menyorakinya.

"Kasian anak orang bego," ujar Nova sembari menoyor Qiren.

"Adik-adik ku, kalian gak liat rambut kita diwarnain? berarti kita bukan kakak kelas yang disiplin." ujar Qiren memperkenalkan dirinya dengan bangga.

Grass berbalik badan untuk menutup rasa malunya, "Tolol banget,"

"Karena kita sayang kalian, kita semua bakal minjemin topi kita ke kalian." ujar Qiren membuat mereka yang menunduk kini mendongakan kepalanya.

"Beneran kak?" tanya salah seorang lelaki yang berada di belakang.

VEGANDRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang