Jangan lupa vote nya yaa guys, bantu support nya biar makin semangat nulisnya.
Boleh komen juga di paragraf yang bikin kamu greget, rameinn pokonyaaa <3
thank u,
udah siap? selamat membaca!
---
Pagi ini pelajaran pertama mereka adalah PJOK. Siswa siswi kelas XI IPA-3 sudah berbaris rapi dengan seragam olahraga nya.
Pak Bondan sudah berdiri di hadapan murid-muridnya dengan sebuah peluit berwarna oranye yang selalu digantung di kalung pak Bondan.
Pak Bondan meniup peluit nya membuat anak-anak yang mengobrol langsung terdiam. "Siapa yang mau mimpin pemanasan kali ini?"
"Qiren aja pak, kan ketua kelas!" ujar Gino membuat Qiren membulatkan matanya.
Usulan Vega sewaktu sedang pemilihan ketua kelas berhasil membuat Qiren benar-benar menjadi ketua kelas. Pada awalnya ia bersikukuh tidak ingin menjadi ketua kelas, namun dengan banyak tekanan dari teman-temannya membuat ia pasrah. Akhirnya Qiren terpilih menjadi ketua kelas dan Andra yang terpilih menjadi wakil. Mereka bilang Qiren lebih maco dari Andra, jadi Qiren lebih pantas menjadi ketua kelas dibanding Andra kata teman-teman nya.
"Gue aja terus!" namun tetap saja, Qiren berjalan ke depan untuk memimpin pemanasan.
Sepuluh menit mereka melakukan pemanasan. Kini mereka sedang melakukan latihan basket. Dengan cowok-cowok yang bermain terlebih dahulu.
Qiren menyenggol bahu Vega ketika melihat Naren berada di lapangan, "Gak semangatin?"
"Semangatin lah, NAREEENN SEMANGATT!!" Vega tersenyum lebar sembari mengepalkan tangannya ke atas udara.
Teriakan Vega membuat kondisi pelajaran olahraga semakin ricuh. Teman-temannya usil menggoda Vega dan Naren.
"Uhuy, di semangatin tuh sama Vega." Andra menyenggol bahu Naren.
Namun lelaki itu diam sembari menatap Andra datar membuat nyali Andra menciut, "Datar amat lo kaya triplek."
"Becanda Nar, becanda." sahut Gino ikut menimpali.
Naren tidak menghiraukan mereka, ia berjalan untuk mengambil posisi. Sebelum latihan di mulai, ia melirik seorang perempuan yang sedari tadi meneriaki namanya. Naren menghela napasnya ketika perempuan itu masih menatapnya sembari melambaikan tangannya dengan senyuman lebar.
"Ciee eye contact ciee," ujar Gino usil ketika menyadari tatapan Naren.
Naren mengalihkan pandangannya bersamaan dengan suara peluit yang terdengar nyaring. Mereka mulai bermain basket. Naren berhasil mencetak 8 poin dalam satu kuarter, membuat semuanya bertepuk tangan kagum.
Vega bertepuk tangan heboh, "COWOK GUEE ITUU!"
Qiren menatap Vega sebal, "Ciwi giwii itii, picirin iji bilim." ujar Qiren dengan wajah meledek.
"MAKSUDNYA GUE UDAH CUP DIA JADI COWOK GUEE!" teriak Vega yang berhasil membuat teman-teman nya tertawa dan menyoraki nya heboh.
Tatapan Vega bergerak mengelilingi sekitaran lapangan basket. Ia menyadari banyak adik kelas dan teman-teman nya yang menonton latihan basket itu serius. Bahkan ia mendengar nama Naren disebut dalam pembicaraan mereka.
Vega berdecak, "Naren sih terlalu keren, jadi sekarang banyak yang naksir kan."
---
Naren berbalik badan ketika seseorang menarik tangannya.
"Kenapa sih di panggil-panggil gak denger?"
Naren mengangkat sebelah alisnya.
Cella mendengus, "Gue baru tau lo jago basket. Soalnya waktu itu setiap pelajaran olahraga kan gue di UKS jadi gak liat lo main. Eh gue bisa liat lo main malah pas kita udah gak sekelas."
KAMU SEDANG MEMBACA
VEGANDRA [END]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM BACA!] belum direvisii, buruan bacaa! Cerita cowok ngejar cewek? Bukan! Nih kali ini kenalin cerita cewek primadona yang ngejar cowok sedingin kulkas! Tapi yakin kuat bacanya? Mampir ke cerita Vegandra! --- Vega suka makan, suka moto...
![VEGANDRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/217238555-64-k237656.jpg)