21. kejutan

9.8K 665 248
                                        

SENENG GA?!

parah sih kalau ngacangin,

absen dulu sini merapaatt!!

siap ramein?! oke selamat membaca!

---

Kini Vega sedang duduk di dalam sebuah rumah yang besar. Terakhir Vega menempati rumah ini, sekitar seminggu yang lalu. Setelah perdebatan panjang di sekolah tadi sore, Naren membawa Vega ke rumahnya.

Sejujurnya jantung Vega sedari tadi tidak aman. Bahkan saat di perjalanan jantungnya terus bergemuruh. Padahal Vega membawa motornya sendiri, bagaimana kondisi jantungnya ketika ia pulang bersama dengan Naren yang memboncengnya. Ingin tahu bagaimana cara Naren membawa Vega ke dalam rumahnya?

"Emang gue anak geng motor?"

Vega mengedikkan bahunya, "Emang lo bukan anak Gaster?"

"Ke rumah gue. Nanti gue jelasin."

Vega mengernyit, "Harus banget di rumah lo Nar?"

"Gak mau?"

Vega mencebikkan bibirnya, "Ya udah iya,"

"Di bonceng?" tanya Vega.

"Sendiri, bawa motor kan?" ujar Naren yang terdengar begitu dingin di telinga Vega.

Vega menoleh ketika pintu kamar mandi Naren telah terbuka. Lelaki itu baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Sama seperti saat pertama kali ia memasuki kamar Naren, Vega tidak ingin keluar. Ia diam di kamar Naren dan menunggu Naren mandi dan berganti pakaian di kamar mandi.

"Nanti lagi gak usah ngelunjak," ujarnya sembari mengacak kasar rambutnya dengan handuk.

Vega mengedikkan, "Tapi kan lo gak larang."

Naren tidak menghiraukan Vega, ia langsung mengambil jaket Gaster setelah menggantungkan handuknya di gantungan.

"Kepo sama ini?" Naren menyodorkan jaketnya kepada Vega.

Vega langsung mengambil jaket tersebut. Ia mencari sesuatu di jaket tersebut. Ternyata tidak ada tanda ketua. Artinya Naren benar-benar hanya seorang anggota. Lagipula, ketua dari Gaster memang bersekolah di Antariksa. Tidak mungkin kan Naren tiba-tiba menjadi seorang ketua?

"Jadi bener lo anggota Gaster?"

"Pengen banget kayaknya gue jadi anggota Gaster?" Naren mengambil sebuah air dan segera meneguknya.

"Jadi ketua bukan, anggota bukan, terus apa?" Vega menghela napasnya, "Atau ini jaket titipan? ada yang nitip ke lo? yakali jaket ginian dititip."

"Naren ih, mau jelasin apa enggak?" kesal Vega yang melihat Naren yang terus meneguk air.

"Sabar." ujarnya.

"Sini," ajak Naren yang kini duduk di atas karpet berbulu. Lelaki itu meminta Vega duduk di sebelahnya.

Vega beranjak dari kasur, ia langsung duduk di sebelah Naren tanpa berbicara.

"Gue mau nanya dulu."

Vega menoleh, "Apa?"

"Lo kenapa emang nya sama anak geng motor?" Naren ikut membalas tatapan Vega.

Vega menggeleng, "Gak mau, gak mau aja. Gak mau berhubungan sama yang kaya gitu."

"Kayak gitu gimana, emang kenapa?"

Lagi-lagi Vega hanya menggeleng, "Ada sesuatu yang buat gue gak mau berhubungan sama anak geng motor. Berurusan aja gue gak mau. Tapi gue gak bisa cerita ke lo."

VEGANDRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang