Selamat membaca.
.
.
.
.
.
.
.
"Oma sebenarnya kita mau kemana sih? Tumben banget Oma ngajakin Caca makan malam di luar, ga biasa nya Oma kaya gini," gumam Caca sambil fokus mengendarai mobil nya.
"Oma mau ketemu sama teman kuliah Oma dulu dan sekalian mau ngedeketin kamu sama cucunya. Siapa tau kalian jodoh," Tutur Oma dengan santainya, sontak Caca mengerem mendadak, apa-apa ini? Ia ga di jodohin kan?
"Ca pelan-pelan dong ngeremnya." Omel Oma kesal, Caca hanya terkekeh selama beberapa detik lalu ia kembali memasang wajah terkejutnya, Dasar Caca ada-ada aja kelakuannya, batin Tina tergelak.
"Kok Oma malah senyum? Ada yang lucu?" tanya Caca dengan ketusnya.
Tina kembali terkekeh, "kamu aneh, tadi mukanya terkejut, terus terkekeh dan sekarang ketus banget. Udah kaya bunglon kamu!" Ledek Tina membuat Caca monyong kan bibirnya kesal.
Caca kembali menatap Tina serius. "Maksud Oma tadi apa? Oma mau jodohin cucu Oma sama cucu teman Oma? Klo kaya gitu Caca ga mau, Caca bisa pilih pasangan hidup Caca sendiri oma. lagian Caca masih sekolah Oma, Caca ga mau maen jodoh-jodohan," Ucap Caca, Tina tertawa dibuatnya, benar saja dugaannya, Caca pasti mikirnya Tina akan menjodohkan nya, padahal tidak, Tina hanya ingin Caca bisa dekat dengan cucu temanya itu, tapi ia sih berharap Caca dan cucu temannya itu berjodoh.
Saat kuliah dulu keduanya memang sempat ingin menjodohkan cucunya nanti jika cucu-cucunya berbeda jenis kelamin tapi mereka mengurungkan niatnya, Karena mereka tidak mau kedua cucunya itu merasa tertekan dan terbebani oleh perjodohan yang mereka buat, Tina dan Rani pun mengusulkan agar mereka jadi Sabahat dulu, kali aja kelama-lamaan mereka jadi jodoh, takdir tuhan kan ga ada yang tau.
"Emang siapa yang bilang Oma mau jodohin kamu Ca? Atau jangan-jangan emang kamu yang mau Oma jodohin?" ledek Oma, menarik turunkan alisnya.
Caca membola, apa-apaan ini? Kenapa malah jadi Omanya yang berfikiran seperti itu? "Oma jangan ngadi-ngadi ya? Caca mah ga ya mau di jodoh-jodohin, lagian Caca udah ketemu jodoh Caca sendiri," ucap Caca santai, namun kali ini Tina lah yang tidak santai, ia terkejut. Pasalnya cucunya ini jarang sekali menjalin hubungan dengan seorang pria bahkan mungkin tidak pernah, yang ia tau Caca menyukai seseorang di masa lalu dan sampai saat ini belum ada yg mampu menggantikan sosok itu, tapi sekarang Caca malah berbicara seperti ini apa mungkin Caca udah move on dari masa lalu nya?
"Sejak kapan kamu pacaran? Dan siapa cowoknya? Kok kamu ga cerita sama Oma sih? Kamu udah ga sayang sama Oma yah?" Lirih Tina dengan dramatis membuat Caca tertawa, dari dulu Oma nya ini tidak pernah berubah, masih sama-sama mudah dibohongi oleh Caca.
"Ada yang lucu?" tanya Oma heran, melirik ke arah Caca yang tertawa sambil menyetir.
'Dia ga tau aja siapa yang gua bilang jodoh' batin Caca ngakak.
"Siapa Ca?" rengek Oma, seperti bayi minta susu.
Caca sengaja tidak menjawabnya ia ingin mengerjai Oma nya itu. Dulu sebelum Omanya pergi ke Jepang, hobi Caca itu mengerjai Tina, tapi semenjak kepergian Tina Caca jadi kesepian, maka dari itu Caca suka mengerjai Andre dan teman-teman sekelasnya untuk menghilangkan rasa rindunya pada Tina.
Setelah sampai pada tujuannya, Caca pun memarkirkan mobilnya, Caca melirik Tina yang masih terdiam melamun, lagi-lagi Caca dibuat tertawa melihat ekspresi Omanya saat berfikir serius.
"Namanya siapa Ca? Temen sekelas kamu? Atau LDR?" Tanya Tina penasaran. Ya Tuhan Caca ngakak.
"Namanya Manuel Rios Fernandez. Orangnya Ganteng pake bangt, Pokonya idaman Caca. Oma sih kelamaan di Jepangnya sampai ketinggalan cerita kalau Caca ini udah punya pacar----" Seru Caca makin gencar mengerjai Oma nya,
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Teen Fiction"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)