Selamat membaca
.
.
.
.
.
Ada saatnya, apa yang selama ini kamu inginkan akan kamu dapatkan.
Ooo
Pagi ini Aldi sudah siap dengan stelan nya, wajahnya terlihat berseri-seri berbeda dengan hari hari sebelumnya, Aldi menatap pantulan dirinya di depan cermin lalu tersenyum.
"Abang ngaku, Abang kalah Ca," gumam Aldi.
Sejak semalam Aldi sudah mengambil keputusan, ia merasa menjadi orang yang paling bodoh, bisa-bisanya ia membenci gadis kecil selucu Caca, ya walaupun ia tau Caca salah tapi kan waktu itu Caca masih kecil, gadis itu belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Lagian kejadian itu udah lama terjadi, jadi tidak ada salahnya ia memaafkan adiknya, bukan?
Niatnya pagi ini ia akan mengantarkan Caca pergi ke sekolah, lagi-lagi Aldi tidak bisa menahan senyumnya, ia tidak sabar melihat senyuman ceria Caca nanti.
Di sisi lain Caca juga sudah rapih dengan seragam sekolahnya, tas ransel di punggung, rambut di ikat satu dan sepatu yang sudah melekat di kakinya.
seperti biasa Caca bergegas menuju meja makan, Caca mengucap syukur atas karunia Tuhan pagi ini ia masih bisa melihat Mamah, Papah, Kakak dengan keadaan sehat, namun seketika keningnya berkerut saat mata bulatnya tidak melihat keberadaan Abangnya.
"Abang ke kampusnya, siang kali ya," ucap Caca pada dirinya sendiri, kakinya ia langkahkan untuk mendekat kepada ketiganya, lalu ia dudukan bokongnya di kursi yang masih kosong.
"Pagi, my Family!" Seru Caca tersenyum mekar.
"...."
Tidak ada sahutan, tapi tidak apa-apa lagian Caca sudah terbiasa akan hal tersebut.
Tangan Caca mulai menyendok menu sarapan yang ingin ia makan lalu ia pindahkan kedalam piringnya yang masih kosong.
Sebelum melahap sarapannya Caca berdoa terlebih dahulu, namun baru saja satu suap makanan yang masuk Caca tersedak oleh panggilan yang selama ini ia rindukan.
"Pagi Aya!"
Uhuk!
Ting!
Sontak Caca menjatuhkan sendok yang ada di genggaman nya, Tubuh Caca seketika membeku bersamaan jantungnya berdetak tidak karuan dan matanya memanas, ini bukan mimpi kan?
Begitu juga dengan ketiga manusia yang ada di hadapan Caca, mereka ikut terkejut.
Tanpa mereka sadari, Caca menitikkan air matanya, hati Caca terasa hangat, Caca sangat merindukan panggilan itu, "A-bang?" Lirih Caca, ia menggeser kursinya, menghampiri Aldi lalu memeluknya.
"Aya kangen Abang Al," gumam Caca dalam dekapan Aldi, Aldi tertegun ia tidak menyangka dengan reaksi Caca, padahal ia hanya memanggilnya dengan panggilan Caca kecil, tapi lihatlah gadis itu menangis.
Aldi mengusap-usap punggung Caca, ia tersenyum manis, senyum yang selama ini ia sembunyikan di hadapan Caca, "maafin Abang, kamu memang bersalah tapi Abang sadar kalau waktu itu kamu masih kecil, kamu mau kan maafin Abang?" Refleks Caca melepaskan pelukannya, ia tatap wajah Aldi dengan lekat, jujur Caca kecewa mendengar ucapan kakaknya, ia kira Aldi sadar bahwa selama ini Caca tidak bersalah tapi nyatanya? Caca mendesah lelah lalu tersenyum dan mengangguk. "Mau!" Seru Caca.
Tanpa mereka sadari, Seseorang mengeram marah, tangannya mengepal kuat sendok yang ia pegang, ia tidak rela jika Aldi kembali dekat dengan Caca.
Setelah melaksanakan acara sarapan paginya, Aldi dan Caca izin berpamitan untuk pergi ke sekolah. di perjalanan Caca selalu bercanda, bercerita dan bergurau membuat Aldi tak kuasa menahan tawanya, jujur ia tidak pernah merasa sebahagia ini selain dengan Caca, adiknya adalah mood Aldi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Genç Kurgu"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)