Selamat membaca.
.
.
.
Memecahkan rekor nih, soalnya ini part terpanjang dalam sejarah ketikan aku
ahek!
.
.
Aku tidak mampu lagi menahan semua luka ini. lantas, bagaimana bisa aku bertahan lebih lama lagi?
Coretanbutterfly.
Sbttt!
Sbttt!
"Teriak nggak Lo?!"
Sbttt!
"Teriak bangsat!" Umpat Mita Emosi, melihat Caca yang tak kunjung menunjukkan wajah kesakitan nya.
Sbttt!
"MITA CUKUP!" Teriak Fita memberontak. Ia tak kuasa melihat tubuh Caca yang di penuhi oleh luka cambukan. Seumur hidup Fita, ia baru pertama kali melihat keadaan Caca yang benar-benar kacau seperti ini.
"Jangan nangis. Caca Gapapa, sumpah," Tutur Caca pelan dengan senyuman nya, alih-alih mereda justru tangisan Fita semakin menjadi-jadi.
Fita tidak suka, Caca rela mengorbankan dirinya hanya untuk mengobati lukanya. padahal, Caca pun sama-sama terluka, ia melihat jelas di pelipis dan dibibir gadis itu yang membiru. "Jangan nangis Ih, demi deh Caca Gapapa," ungkapnya lagi.
"Hiks.. cukup! Jangan bohong Caca! Lo juga Aini, Lo sebagai kakak tiri bangsat banget! Di mana hati Lo! Sampe Lo tega fitnah Adek Lo yang baik kayak Caca!" Teriak Fita benar-benar murka, ia tidak habis pikir dengan semua perlakuan bodoh dari Aini.
"Dan Lo! Mita! Cukup bangsat! Jangan sakiti Caca! Demi Allah gua nggak suka, gua nggak SUKA SIALAN!" Jerit nya lagi, tangis Fita pun terdengar sangat pilu membuat hati Caca menjadi lebih sakit.
Owekk...
"Caca? Lo kenapa? Ca? Muka Lo pucat banget," ungkap Fita kalang kabut, apalagi melihat Caca yang muntah mengeluarkan bau amis darah. "Jangan pikirin Caca, Fit. Pikirin keselamatan Fita aja ya? Caca mah Gapapa."
"Lo harus kuat Ca, demi Fita," Batinnya.
Tatapan Caca beralih pada Aini dan Mita, "Mau Lo apa Mita? Aini?" Tanya nya lirih dengan nafas yang tersengal-segal. dadanya kembali terasa sesak dan panas, perut mual dan kepalanya terasa pusing, terlebih badannya terasa tidak bertenaga.
Mita tertawa ia mencengangkan kasar rahang Caca yang membiru, "gua mau Lo berdua pergi dari kehidupan Lo yang sekarang! Dengan begitu, gua akan merasa aman! Nggak ada lagi yang bisa ngusik penyamaran gua yang sekarang!"
Kali ini Caca yang tertawa mendengar penuturan dari Mita, "Jadi diriku..."
"Semampu ku—
Bukan jadi dirinya—
Jadi diriku—
Ini lah aku bukan karena dirinya—" di akhir lagunya Caca mengedipkan sebelah matanya menggoda Mita. sehingga wajah gadis itu menjadi merah padam, rahangnya mengeras dan kedua jemari jemari nga mengepal, seperti tengah menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.
"Jadi di—
PLAK!
PLAK!
"SIALAN LO!"
BRAKK...
"BANGSAT!"
PLAKK...
"BERANI-BERANI LO MENGHINA GUA!" Terlihat jelas kalau gadis itu benar-benar murka, apalagi saat melihat wajah Caca yang terlihat sangat santai.
sementara, Aini hanya bisa bergidik ngeri melihat Mita dengan sorot mata yang merah. ia tidak habis pikir dengan cara berpikir otak Caca, bisa-bisa nya ia malah menyindir Mita dengan sebuah lagu, tanpa ada beban pula menyanyikannya. Jujur Aini benar- benar salut dengan keberanian Caca.
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Novela Juvenil"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)