Siap-siap untuk menuju konflik utama, semoga suka!
.
.
Selamat membaca
.
.
.
.
Akan Terasa sangat sulit untuk merelakan orang yang sudah lama menetap di hati kita.
Ooo
"Fit gua mohon Hikss—" tangis Caca tiada hentinya. bukan hanya Fita, Caca juga sama merasa kehilangan akan Tante Anita, 2 tahun bukan waktu yang singkat bagi Caca untuk menemani Anita konsultasi.
Selama dua tahun kebelakang, Caca ikut menahan sakit saat melihat rintihan Anita, setiap malam ia selalu berdoa di sujud terakhirnya, untuk kesembuhan Anita dan demi kebahagian Fita, karena Caca tau Fita tidak sekuat itu, Fita mudah rapuh, dan Caca tidak mau melihat Fita menangis.
"Menjauh!" Lagi-lagi kata usir an yang Caca dapatkan, ia memejamkan matanya sesak. Caca paling tidak bisa di benci oleh dua sahabatnya yaitu Fita dan Andre, jika boleh pilih, Caca lebih baik di benci oleh semua teman sekolahnya asalkan tidak dengan Fita dan Andre.
Sebenci itukah Fita? Sampai dirinya ingin ikut mengaji pun tidak dibolehkan?
"Dan mulai detik ini Lo bukan lagi sahabat gua. Gua ga punya sahabat yang pembohong kaya Lo!"
Caca menggeleng cepat, Caca tidak akan pernah rela jika persahabatan nya hancur sampai disini, Fita bukan hanya seorang sahabat bagi Caca, tapi Fita adalah salah satu orang yang membuat Caca semangat untuk sembuh.
"Jangan sentuh gua bangsat! Lo punya kuping kan?" Bentaknya menatap tajam Caca. Mata Fita memerah, hidungnya merah dan bibirnya bergetar menahan Isak.
"Maaf.."
"Fit cukup! Kesabaran gua udah habis, dan Lo bener-bener keterlaluan, Lo sadar gak sih? Ucapan Lo itu bikin hati sahabat Lo hancur! Otak Lo dimana, hah?"
"Gua tau Lo lagi berduka, tapi bisa kah Lo hargai jenazah ibu Lo? Dia butuh doa bukan keributan kaya gini!" Tutur Raffi menunjuk jenazah Anita yang terjulur di tengah-tengah pelayat yang mengaji.
Fita terkekeh, ia usap air matanya yang menetes, "bunda gua ga butuh doa dari cewek pembohong kaya dia!" Hardik Fita menunjuk Caca dengan tatapan tajam, tenggorokan Caca tercekat ia hanya bisa menatap nanar Fita, ini kesalahannya. sudah tau jika Fita itu paling membenci kebohongan tapi dirinya nekat menyembunyikan ini semua.
PLAKKK..
Mata Caca membelo, saat telinganya menangkap suara tamparan dan matanya juga melihat dengan jelas tamparan itu mendarat. "RAFFI!" bentak Caca tidak terima. Ia mencengangkan tangan Raffi dan menatapnya tidak suka, "Lo apa-apaan sih! Berani-beraninya Lo nampar Fita!"
"Tapi dia udah keterlaluan Ca!" Bela Raffi mantap lekat mata Caca yang merah. "Sekali lagi gua liat Lo lukai dia, gua ga akan segan-segan lukai Lo balik!" Ancam Caca tidak main-main, bagi Caca Fita adalah seorang adik yang harus di lindungi, bahkan dulu saat keduanya masih duduk di bangku SMP tidak jarang, Caca melindungi Fita saat gadis itu di bully oleh teman-teman di komplek nya.
Fita melirik kearah Caca dengan sinis dengan tangan yang memegang pipinya yang terasa panas, Fita berdecih "Cih. drama queen banget Lo!" Geram Fita.
"Maafin gu-a Ta.."
°Caca°
"Mas kamu baik-baik aja kan?" Dilihat dari raut wajah Anna wanita itu sangat gelisah, pikirannya berkecamuk saat melihat suaminya tidak sadarkan diri, tadi.
Tomi menggeleng pelan, lalu tersenyum, "aku baik-baik aja, palingan juga kecapean," balasnya.
"Papah sih susah si bilangin, kata Aini jaga kesehatan, ya jaga kesehatan. jangan malah bergadang terus, kalau gini kan Aini ikut khawatir," omel Aini, mengundang senyuman dari Tomi dan Anna, "tuh, lihat. Aini jauh lebih khawatir dari pada anak kamu si Caca Mas."
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Roman pour Adolescents"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)