Selamat membaca;)
.
.
.
.
.
.
.
Kertas aja kalau di gunting akan rusak begitupun dengan hati.
Ooo
Pagi ini Caca sudah rapih dengan seragamnya. Seperti biasanya, Caca menuruni anak tangga sambil bersenandung kecil, "CACA suka body goyang Papah muda..."
"PAPAH MUDA .. DA DA DA DA..." Senandung Caca mengikuti lirik lagu yang ada di tiktok, sebenarnya ia tidak suka main tiktok, ia hanya apal lagunya saja, berkat liat status WhatsApp teman-teman nya. kalau masalah menghapal lagu si, Caca jagonya.
"Caca berisik!" Ketus Anna, melirik Caca sekilas dengan tatapan tajamnya.
Caca hanya tersenyum membalasnya.
"Pagi. Mamah Caca, yang cantik nan jelita!" Sapa Caca ketika sampai di hadapan Anna. Setelah nya ia mencium penuh sayang kedua pipi Anna.
Anna hanya terdiam tanpa merespon apapun.
"Aku bantuin ya?" Ucap Caca.
"Hmm."
Caca pun mengambil lauk pauk yang masih ada di dapur lalu menatanya di meja makan, "Mamah dikit lagi kan ulang tahun. mamah mau kado apa dari Caca?" tanya Caca sambil menoleh sebentar, lalu kembali fokus pada aktivitas nya.
"Memang nya kamu punya uang buat beliin apa yang Mamah mau? Enggak kan? jadi ga usah sok sok-an," Ketusnya. Caca terkekeh dibuatnya.
Entah lah apa yang ada di pikiran gadis itu.
"Ih Caca mah udah ngumpulin dari jauh jauh ha--"
"Panggilin kakak dan Papah kamu, kita sarapan," Potongnya Anna, ia sudah terlalu malas meladeni ocehan Caca yang tidak bermutu.
Caca menghela nafas panjang, lalu mengangguk,"Iya."
°caca°
"Pagi," Sapa Caca yang tidak henti-hentinya. Kalau ada Fita sudah Caca pastikan gadis itu akan marah-marah karena capek mendengar sapaan dari Caca sepanjang koridor.
"Pagi juga jodoh gua," balas siswa tersebut mengedipkan matanya genit. Caca merinding sendiri melihatnya. "maaf ya sepertinya anda salah orang," ujar Caca, lalu berlari kecil meninggalkan pria itu.
"Mit, amit. jangan sampe jodoh gua gitu bentukannya," gumam Caca menggelengkan kepalanya, membayangkan nya saja ia sudah merinding sendiri. rambut gondrong, bajunya dikeluarkan, satu lagi yang paling membuat Caca geli, terdapat banyak jigong di sela-sela behel yang pria itu kenakan, "gua tau dia pake behel tapi setidaknya gosok gigi kek, betah banget bikin gunung jigong," ujar Caca lagi.
"CACA?" Panggil Fita, Caca tertoreh ke belakang.
"Ngapa Lo? Tumben amat pagi-pagi muka udah di tekuk?" Tanya Fita kala sudah berada di hadapan Caca, "tau ah! Bad mood gua," balas Caca, berjalan meninggalkan Fita menuju kelas.
"Assalamualaikum, Ya akhy ya ukhti.. Salam salam waha--
"Caca meja Lo!" Pekik Fita memotong senandung lagu yang Caca lantunkan.
"Allahuakbar!" Pekik Caca terkejut. Kenapa jadi banyak banget makanan?
"Woy ini seriusan buat gua? Ga kebanyakan?" Sebenarnya ia kemarin hanya bercanda, kenapa mereka anggap serius si? Caca jadi ga enak hati kan.
"Serius dong, kapan si gua main-main sama Lo, beb."
"Tapi, ini ga kebanyakan woy?"
"Yaelah. belom seberapa itu mah," sahut Sintia, biasa orkay.
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Novela Juvenil"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)