8. Caca gapapa.

9.9K 611 3
                                        

Selamat membaca.
.
.
.
.
.
.

Dunia dan seisinya hanya miliknya, kapanpun ia mau, ia akan membawa semuanya tanpa persetujuan siapapun itu.

Ooo



Kini Caca sudah berada di bandara Soekarno Hatta, menunggu kedatangan Oma--Tina. Ia memberitahu bahwasanya, Oma Tina sudah berangkat satu jam lalu.

Tadi, Setelah pulang dari rumah Fita, Caca langsung bergegas menuju bandara. Caca mengendarai mobil pribadinya, yang dahulu ia beli dari hasil tabungan, yang di berikan Oma nya.

Caca bersyukur memiliki Oma sebaik beliau. Hanya Omanya yang mengerti isi hati Caca, hanya Tina lah yang selalu tau apa yang Caca rasa, bahkan ia bisa mengenali mana senyuman tulus Caca dan mana senyuman palsunya.

Namun sejak 5 tahun lalu, Oma Tina. memutuskan untuk tinggal di Jepang demi melakukan sebuah pengobatan, saat itu Caca sangat sedih, bagaimana tidak? Caca dan Tina itu sangat dekat, bahkan hubungan Caca, lebih dekat dengan Oma nya dari pada Mamahnya. Saat kepergian Tina, Caca sangat terpuruk. Caca ingin ikut ke Jepang namun Omanya melarang. Karena saat itu Caca sedang ujian kelulusan, ia tidak mau Caca ketinggalan pelajaran.

"Caca ga sabar ketemu sama Oma," gumam Caca sambil tersenyum, banyak kenangan manis bersama Omanya.

Ting...

Ponsel Caca berdering, ia segera mengambil ponselnya yang berada di tas yang ia kenakan, Ternyata Omanya yang menelpon.

"Assalamualaikum Oma? Oma udah sampai?"

"Waalaikumsalam sayang, Oma udah sampai nih kamu dimana?" Balas nya, Caca tersenyum lega mendengar nya, Omanya telah sampai dengan selamat. "Alhamdulillah--

"--Caca udah di bandara 30 menit yang lalu Oma, sekarang Oma di mana? biar Caca yang ke sana," Ujar Caca lagi.

Oma mengedarkan pandanganya, ia tersenyum setelah menemukan sebuah restoran, yang tidak jauh dari tempat ia berdiri, "Oma ada di dekat restoran Lettuce eat, Ca. kamu kesini yah?"

"Iya Oma, tunggu. Caca ke sana sekarang," balas Caca. setelah mematikan sambungan telponnya, Caca langsung bergegas menuju tempat yang di sebutkan oleh Tina.


°Caca°

Caca mengedarkan pandangannya di segala penjuru mencari keberadaan Omanya. "Duh Oma di sebelah mana ya?" gumam Caca Karena dari tadi ia masih belum menemukan Omanya itu.

Namun beberapa detik kemudian, suara yang selama ini ia rindukan memanggil Namanya, "Caca Oma disini, sayang!" Panggil Tina sedikit berteriak agar terdengar oleh Caca, karena suasana bandara saat ini lumayan ramai, Caca pun menoleh ke sumber suara, senyumnya sudah tidak dapat ia tahan lagi

Caca berlari menghampiri Tina lalu memeluknya erat. "Oma Caca kangen banget! sama Oma," pekik Caca antusias,  tanpa melepaskan pelukannya.

Tina terkekeh, Caca tidak pernah berubah ia masih sama seperti Caca yang dulu.

Tina melepaskan pelukannya, menangkup wajah Caca yang berembun. "Udah sayang, kamu ga malu di liatin orang-orang."

"Caca ga perduli. Yang terpenting Omanya Caca udah pulang!" Ujar Caca sedikit teriak, demi tuhan ini serasa mimpi bagi Caca. Dengan gemas Caca menciumi setiap inci wajah Tina, hal tersebut mampu mengundang gelak tawa orang-orang di sekitarnya karena lucu melihat tingkah Caca seperti anak kecil.

Tina tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya, lucu. "makin sayang Oma sama kamu Ca," Gumamnya lalu menarik tubuh Caca kedalam dekapannya.

CACA GAPAPA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang