Selamat membaca.
.
.
.
.
.
Izinkan aku merangkai semua kisah dan mengobati lukaku dengan cara ku sendiri.
Coretanbutterfly.
"Ada yang sakit nggak? Bilang aja ya kalau ada yang di rasa," tutur Raffi lembut, Caca tersenyum hangat, ia bahagia. ya ... walaupun mungkin, kebahagiaan nya tidak akan berselang lama.
"Nggak ada. Janji deh setelah ini Caca nggak akan sakit lagi, sumpah nggak boong," ungkap Caca membalas, entah kenapa di mata Raffi, senyum Caca kali ini terlihat sangat cantik dan menenangkan dari pada sebelumnya.
"Makan ya sayang?" Ucap Anna yang baru saja datang membawa satu piring nasi berserta lauk pauknya. "Kamu harus makan, biar badan kamu kembali berisi," Anna merasa akhir-akhir ini Caca pasti tidak menjaga pola makannya, Caca terlihat sangat kurus bahkan tidak ada lagi pipi Cabby miliknya.
Ia menggeleng kecil, "Caca nggak laper, Mamah aja yang makan. Mamah pasti laper kan gara-gara nungguin Caca kaya gini? Maafin ya? Caca bisanya nyusahin hidup Mamah dan yang lain aja, seharusnya tuhan jangan ciptakan Caca, supaya Caca nggak menjadi beban buat kalian," sahut Caca lirih, mendapatkan cubitan di bibirnya, oleh Fita. Fita tidak menyangka Caca bisa berbicara seperti itu.
"Sekali lagi Lo ngomong gitu, gua robek bibir Lo!" Ancam Fita, Alih-alih merasa bersalah Caca malah tertawa mendengarnya.
Tawa dari Caca menjadi nular pada yang lain. Pandangan Caca beralih pada bibi dan Tobi, "Bibi, Tobi. Caca seneng banget.. rasanya Caca pengen loncat-loncatan saat ini juga," Curhat Caca pada bibi dan Tobi, baginya tidak ada yang lebih membahagiakan selain keharmonisan dari sebuah kebersamaan.
"Aku lebih senang, karena sampai detik ini kamu mampu bertahan dengan baik, terima kasih, sayang. Kamu perempuan terkuat," tutur Raffi, lagi-lagi Caca dibuat salting mendengarnya.
°Caca°
Anna mengusap sayang keringat yang menetap di kening Caca, malam ini terasa sangat panjang, "Ca Mamah minta maaf ya? Ma-" Caca memotong ucapan Anna lalu merentangkan kedua tangannya, mereka berdua pun berpelukan. "Mamah nggak pernah buat salah sama Caca, jadi Mamah nggak boleh minta maaf sama Caca," pupus Caca, ia tidak suka melihat orang yang ia sayangi memohon padanya.
"Mamah dan Buna adalah ibu yang terbaik yang punya, Caca sangat bersyukur karena tuhan telah memberikan perempuan-perempuan hebat seperti Mamah dan Buna dalam kehidupan Caca."
"Justru Caca yang harusnya minta maaf sama Mamah, selama ini Caca selalu nyusahin Mamah, Caca belum bisa jadi anak yang baik buat Mamah, Caca minta maaf ya?" Anna menggeleng kecil, air matanya luluh begitu saja, entah kenapa ucapan Caca lagi-lagi membuat ulu hatinya terasa sesak, bayangan ketika Caca tertembak dan bayangan ketika Anna dengan teganya menjambak, memukul dan menendang Caca tanpa ampun membuat hatinya semakin sakit dan sesak, ia menyesal tuhan.
Uhukk....
Uhukk.....
Anna melepaskan pelukannya setelah mendengar Caca terbatuk-batuk, wajah anak gadisnya itu, terlihat sangat pucat. raut wajah Anna menjadi khawatir. "Ca-" Caca menggeleng kecil, menandakan ia baik-baik saja.
Tidak lama setelahnya, Caca memuntahkan cairan berwarna merah kecoklatan yang berbau anyir darah, Nafas gadis itu naik turun dan tidak beraturan, dada Caca terasa sesak dan seolah-olah terbakar, panas.
Owekk....
Fita yang tengah berada di toilet pun langsung bergegas menghampiri Anna dan Caca, wajah gadis itu terlihat sangat panik setelah mendengar suara seseorang yang tengah muntah. "Lo kenapa Ca? Ada yang sakit? Bilang. Biar gua panggilkan dokter," ungkap Fita, Caca hanya tersenyum sembari menggeleng kecil, "Caca Gapapa, Fita."
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Teen Fiction"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)