56. Caca Gapapa.

9.9K 509 23
                                        

Selamat membaca.
.
.
.
.

Bel istirahat sudah berakhir sedari tadi. namun, keadaan kelas masih sama saja seperti sebelum istirahat, sama-sama kacau. Sejak pagi tadi sampai jam pulang hendak berbunyi tidak ada  satu pun guru yang masuk kedalam kelas, Jadi tidak heran jika suasana kelas saat ini benar-benar kacau.

Beraneka ragam kelakuan siswa dan siswi yang ada di dalam kelas, seperti contohnya Caca tengah duduk sila di atas meja sembari bernyanyi, Andre memilih tidur ada yang tengah bermain gitar dan ada juga yang tengah meng-gibah.

"Karena malam ini... saat yang terindah bagi hidupku.. oh, tuhan jangan hilangkan dia dari hidupku selamanya...

"Hoooo... sungguh ku tak ingin... hatiku jadi yang milik lainnya ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin.."

"Ku temukan lagi.." Caca tersenyum, lagu adalah mood-nya, hanya dengan lagu ia bisa mengekspresikan perasaan nya saat ini.

"Caca punya permen kalian mau nggak?" Tanya Caca sedikit berteriak. Caca membeli banyak permen kaki disaat pulang dari makam bunanya, ia sengaja membawanya ke sekolah untuk dibagi-bagikan, karena Caca binggung bagaimana cara menghabiskan dua kantong kresek hitam permen kaki.

Hening.

"Mau nggak? Caca ada banyak nih," ucap Caca lagi.

"Najis, ntar ada racunnya lagi," balas Sintia di angguki oleh teman-teman nya yang lain.

"Gua setuju sama Lo, Sin. Bapaknya aja dia tusuk, itu bapaknya sendiri loh, jangan-jangan dia juga mau bunuh kita bareng-bareng pake permen yang udah dia racuni," tambah serlin.

"Bener banget! Kita harus waspada sama cewek busuk kayak dia, intinya jangan percaya sama dia, dia itu bermuka dua, gua aja muak liat mukanya," sahut temannya yang lain, Caca hanya tersenyum menanggapinya.

Caca turun dari mejanya dan mengambil permen yang ia bawa lalu menaruh di atas meja guru, semua pergerakan Caca menjadi tontonan teman sekelasnya "Caca nggak sejahat itu," tuturnya

Tangan kurus Caca mengacak-acak permennya random, lalu membuka salah satu dari sekian banyaknya permen yang ia bawa, "Kalau ini ada racunnya Caca yang akan mati duluan, kalian lihat kan? Caca ngambilnya ngacak," Ungkap Caca lirih.

Caca sedih mendengar ucapan teman-teman nya, dulu Caca dan semuanya saling menyayangi satu sama lain tapi sekarang? lihatlah, Caca bener-bener sendirian, disaat-saat seperti ini Caca sangat rindukan Fita. "Caca nggak mati bukan? Caca baik-baik aja setelah makan permen ini, apakah kalian masih nggak percaya sama Caca?" Tanya gadis itu.

"Udah lah woy diemin aja, kalau capek juga diem, dia." Ucap Kiki, mereka pun kembali melakukan aktivitas nya masing-masing, tanpa memperdulikan Caca.

"Caca minta maaf ya? Caca janji setelah ini Caca akan pergi, semoga dengan kepergian Caca nanti hidup kalian akan lebih bahagia ya? Maafin Caca belum bisa jadi teman yang baik buat kalian semua, semoga kalian semua bisa maafin Caca ya?" gumam Caca, namun teman-temannya seolah tuli dan enggan mendengarkan ucapannya.

Caca tersenyum miris ia kembali memasukan permennya ke dalam tas, salah ya jika dirinya berbagi? Apa hanya orang baik saja yang diperbolehkan untuk berbagi?

Brak!

"Andre!"

"ALLAHUAKBAR!!" Pekik Andre terperanjat kaget, mata yang tadi mengantuk kini menjadi melotot. Caca terkekeh lucu melihat wajah kaget dari Andre.

CACA GAPAPA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang