Selamat membaca.
.
.
.
.
.
"Mang Dadang— lakinya bibi Romlah yang ganteng," ujar Caca, lalu duduk di salah satu bangku plastik, di ikuti oleh Fita dan Andre.
Mang Dadang tergelak mendengarnya, ia menaruh piring kotor di ember lalu ikut duduk di samping Andre, "bisa aja kamu Ca," Balas mang Dadang cekikikan.
"Udah biasa mang. biasanya cewek kalau demen, suka kaya gitu," cibir Andre, dan—
PLAK!
Dengan ringannya Caca mengelepak kepala Andre, sehingga menghasilkan bunyi yang nyaring. Andre menggeram kesal, ia tersentak kaget, "setan Lo!" Umpat Andre sebal.
"Lagian Lo jadi cowok lemes banget sih? Kesel bener gua sama Lo Dre," sungut Caca ngegas, ingat dalam kamu Caca tidak ada yang namanya ngomong lemah lembut dengan Andre, intinya sama Andre mah harus ngegas.
"Sekate-kate Lo Ca! Lo kira gua cowok apan, ha?" Sentak Andre tidak kalah sewotnya.
"Cowok-cowokan," pungkas Caca asal, mengundang gelak tawa dari Fita dan mang Dadang.
"Haduh haduh mamang suka sakit perut kalau kalian udah pada kumpul, ada- ada aja kelakuannya haha," ujar mang Dadang cekikikan.
"Yang kalem kan Fita doang mang," ujar Fita mengedipkan mata genit, Caca beranjak dari tempat duduknya menarik tangan Andre dan berucap, "Pulang yuk Dre, takut. ada mbak jago," Andre pun mengangguk dan berjalan beriringan namun baru satu langkah Andre dan Caca berjalan, keduanya kembali membalikkan badannya kala mendengar umpatan Fita.
"Dasar. setan satu, setan semua!" Umpat Fita mencibir kesal, keduanya pun tertawa dibuatnya.
"Udah udah haha, bisa ngompol Mamang kalau kalian ngelawak Mulu," tengah mang Dadang, jujur saja ia sangat suka jika sudah ada kehadiran pelanggan setianya. Caca, Andre dan Fita selalu membuat suasana yang tadinya sepi menjadi ramai ia bersyukur sekali bisa kenal ketiganya.
"Haha—" tawa mereka.
"Oh iya, ini ada yang mau Mamang bikinin batagor ga?" Tanya mang Dadang pada ketiganya.
"Mau mang. Fita yang biasa ya?" Ujar Fita, mang Dadang mengacungkan dua jempol nya seraya tersenyum. "Siap!"
"Saya juga mang yang biasa," tambah Andre.
"Gampang itu mah," sahut mang Dadang.
Caca menggeser bangku plastiknya, melihat cengiran khas nya saja mang Dadang udah apal, "Caca mah mau bikin sendiri!" Seru Caca dengan antusias, mang Dadang mengangguk, "sok atuh, sok wae," balas mang Dadang, ia pun menggeser tubuhnya agar Caca bisa leluasa meracik sendiri.
"Hayang kawin win win win hayang kawin asoy," Caca bersenandung seraya memotong motong tahu yang sudah di goreng, sementara mang Dadang tertawa dibuatnya. "Kawin sama siapa Ca?" Sahut mang Dadang, melirik Caca yang tengah fokus bermain dengan pisau di tangan kanannya.
"Sama mamang boleh?" Ujar Caca genit, sambil mengedipkan matanya, lagi-lagi mang Dadang tergelak melihatnya.
**
"Boleh gua gabung?" Andre dan Fita tertoreh, tak lama kemudian keduanya mengangguk, "duduk aja," sahut Fita, ia pun kembali fokus pada ponsel yang ada di genggamannya.
Pria itu tersenyum, lalu mengambil posisi duduk di samping Andre, "Pak siomay nya satu porsi ya, jangan pedes," Tuturnya mendapatkan anggukan dari mang Dadang, "siap Jang!"
"Eh? Lo bukannya orang yang kemaren nolongin si Caca yang pingsan gara-gara tawon ya?" Tanya Andre, pria itu tertoreh lalu mengangguk, satu detik kemudian tubuh Raffi membeku, tunggu-tunggu tawon? Ia ga salah dengar kan? "Tawon?" Beo Raffi, Fita mengangguk antusias.
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Fiksyen Remaja"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)