Selamat membaca.
.
.
.
.
.
Kebahagiaan aku itu seperti asumsi; setelah hujan pasti ada pelangi. Yang artinya tidak ada yang perlu di harapkan akan kehadirannya, seperti kita mengharapkan kehadiran sang pelangi setelah hujan. karena nyatanya, setelah hujan tidak selalu ada pelangi, begitupun dengan kehidupan aku, tidak selamanya kebahagiaan selalu ada di kehidupanku.
Coretanbutterfly.
"Sial banget gua punya kembaran model iblis kayak dia."
"Anjing banget tuh orang, kasian Caca gua di fitnah—" lirih Fita, meremas bajunya emosi. ia memang tidak bisa memantau Mita secara terus-menerus, tetapi ia bisa mengetahui setiap apapun yang gadis itu lakukan melalui kamera pengintai mini yang sengaja ia taruh di liontin miliknya dan tersambung pada ponsel Fita.
Semenjak ia diculik oleh kembarannya sendiri, Mita mengambil alih apapun yang menjadi barang-barang favorit Fita termasuk kalung yang berliontin love yang selalu Fita bawa kemana-mana.
"AGH! Gua harus secepat nya bebas dari sini. Gua nggak bisa terus-terusan diam liat Caca di fitnah seperti ini," demi tuhan ia tidak rela Caca di fitnah seperti ini, Dimas juga sama sialan nya, brengsek!
Fita menghela nafas gusar, ini jalan satu-satunya ia harus mencari kunci gembok untuk rantai yang melekat di tubuhnya, Mita memang licik ia sengaja melilitkan tubuh Fita dengan rantai lalu di kunci agar Fita tidak bisa kabur, karena ia tau jikalau hanya di ingat menggunakan tali pasti cepat atau lambat Fita akan bisa membuka tali itu, "terpaksa gua harus colong itu kunci, nggak rela gua di rantai kayak gini," Fita terdiam sejenak.
Ia kembali melanjutkan ucapannya, "Gua nggak perduli kalau gua bakal dapet dosa setelah ini."
"Gaya Lo mikirin dosa, mati ya mati aja, urusan dosa belakangan!" Sahut Mita mengejutkan Fita. Ia takut Mita mendengar apa yang ia rencanakan nanti.
"Nggak sopan yak Lo, menguping omongan orang!" Cetus Fita sebal, "nggak perduli! Lagian Lo buat apaan sampe ngomongin dosa? Bunuh orang yak Lo?" Tuding Mita asal jeplak di iringi kekehan kecilnya.
"Ternyata kembaran gua nggak jauh beda sama gua haha.." tawa Mita membuat hati Fita panas.
"Jangan samain gua sama iblis kayak Lo! Gua nggak sekejam Lo! Paham Lo!" Balas Fita tidak terima, Mita memang kembarannya tapi ia tidak terima jika disamakan dengan dia, jelas-jelas Mita dan Fita itu sangat berbeda, dari segi apapun itu hanya saja wajahnya terlampau mirip.
"Terserah Lo! Gua nggak perduli," balasnya sebelum benar-benar melenggang pergi.
Fita menggelengkan kepalanya kecil sembari beristighfar di dalam hatinya, "punya dosa apa gua, sampe di kasih kembaran kayak dia," gumam Fita lirih.
°Caca°
"Afi, kita butuh bicara. Aku mohon jangan kayak gini," pinta Caca sembari mengetuk-ketuk jendela kamar milik Raffi.
Sudah hampir 30 menit Caca terus membujuk Raffi agar mau keluar dan menemui nya namun sia-sia. sampai saat ini Raffi enggan membukakan pintu untuknya, sementara Tante Gita dan Oma Rina tengah berada di jogjakarta sejak dua hari yang lalu untuk menjenguk kakaknya Oma Rina yang sedang sakit.
"Aya bisa jelasin, ini semua bohong, Aya nggak pernah pacaran sama Dimas. Dan Aya juga nggak pernah punya dendam sama Afi gara-gara malam itu, Aya nggak dendam.. Fi—" sakit, hati Caca sakit. Lagi-lagi hati Caca kembali di patahan oleh janji-janji manis orang yang ia sayangi, setelah ini apakah bisa Caca mempercayai janji-janji mereka lagi? Hati Caca terlampau sakit.
"Afi hikss..." Caca terisak, tangannya meremas dadanya yang terasa begitu perih dan Sesak, "Aya mohon.. jangan kayak gini. Aya nggak kuat Fi.. tolong—" tenggorokan Caca tercekat ia tidak mampu lagi berucap, hatinya benar-benar hancur.
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Tienerfictie"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)