Selamat membaca.
.
.
.
.
.
Ingat. tidak ada yang perduli, selain tuhan dan diri mu sendiri.
Ooo
"Lepasin gua Sialan!" Murkanya.
"Ga semudah itu sayang. Udah cukup selama ini, Lo hidup bahagia. sekarang gantian dong! Lo gak tau kan seberapa susah nya gua selama ini?" Jawabnya. Bibirnya tersenyum miris saat teringat akan masa lalunya yang begitu menyakitkan.
Ia, kelaparan.
Ia, di benci.
Dan Ia, di pukuli. tapi tidak ada seorang pun yang menolongnya, mereka tidak memperdulikan nya.
Bahkan orang yang paling ia sayang pun ikut memukulinya. Nenek, satu nama yang paling ia benci, sebab kehancuran dalam kehidupannya berasal dari neneknya sendiri, andai saja wanita tua itu tid- agh.. lupakan.
"Gua juga gak sepenuhnya bahagia sialan!" Sentak nya ikut emosi.
"Lo lebih beruntung dari pada gua! Apapun yang Lo mau, Lo dapatkan! Sedangkan gua?" Gadis itu terkekeh garing, "bahkan untuk bertahan hidup pun gua kesulitan!"
"Lo dapat kasih sayang yang gak pernah gua dapetin! Lo beruntung punya dia!" Umpatnya.
Dalam kegelapan gadis itu tersenyum miring, ia cengkram rahang tahanan nya yang terdapat banyak luka lebam, dan itu hasil dari tangannya sendiri, "Kasih sayang ga bikin gua kenyang, Sialan! Lo, harusnya bersyukur! karena gua datang buat menjenguk Lo dan Mamah Lo, baru sekarang! coba kalau gua datangnya dari dulu? Mungkin Hidup kalian udah hancur!!"
"Lo bukan datang bukan untuk menjenguk gua, SIALAN! Tapi Lo datang buat gantiin posisi gua! Gua ga suka itu!" Tuturnya dengan penuh penekanan, andai saja kaki nya tidak di ikat bisa habis perempuan gila ini karena tendangan nya.
Ia melepaskan cengkraman nya dengan kasar sehingga tubuh gadis yang di Sandra nya terhuyung ke belakang, kepalanya membentur tiang, "Lo salah. Gua datang cuman buat rebut apa yang udah menjadi milik gua, Paham Lo?!"
"Lo mau rumah?"
"Harta?"
"Perusahaan? Lo mau itu? Ha?!"
"LO MAU ITU? AMBIL!"
"AMBIL GUA GA BUTUH! ASALKAN LO PERGI DARI KEHIDUPAN GUA!! JAUHI DIA! JANGAN PERNAH LUKAI DIA!" Teriak nya dengan berapi-api, demi tuhan ia tidak rela jika orang yang ia sayangi di lukai. Ia benci saat ia mengetahui pelakunya tetapi ia tidak dapat menangkap nya.
Dapat terdengar dari gendang telinga nya bahwa perempuan itu tertawa, ia menaruh jari telunjuknya di depan bibir gadis yang masih terikat tidak berdaya, "Syutt. Pelit amat si? Lagian gua cuman mau main-main aja. cemburuan banget sih, Lo?" Balasnya.
"Lagian gua tuh pengen Deket sama dia, pengen kenalan seberapa baiknya sih dia? sampai orang-orang banyak yang menyukainya? Bahkan, orang yang gua sayang pun dia rebut."
"Itu derita Lo! Lagian orang bodoh doang yang mau temenan sama iblis macam L-"
PLAKK!!
Mata perempuan itu terpejam, lagi-lagi pipinya terasa panas, tangannya mengepal dengan kuat, ia marah oleh keadaan.
"Berani banget Lo ANJING!" Bentaknya. Ia tidak terima akan penghinaan ini, ia memang merasa marah jika di pukuli, tapi
Hati nya jauh lebih marah saat mendengar ucapan gadis berambut hitam pekat itu. di dalam hatinya seperti terdapat api yang berkobar sehingga membuat hatinya sakit karena terbakar.
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Teen Fiction"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)