Selamat Membaca.
.
.
.
.
.
Setelah bel istirahat berbunyi 1 menit yang lalu. kini, Caca, Andre dan Fita tengah duduk manis di salah satu kursi paling pojok, kantin. diantara tempat-tempat yang lain, meja paling pojok lah favorit ketiganya. selain sejuk, Susananya pun tidak terlalu ramai seperti meja-meja yang di tengah ataupun di depan.
"Lo pada mau pesan apa biar gua yang pesankan?" Tanya andre, jarang-jarang loh Andre baik kaya gini.
"Yang biasa kan?" Caca mengangguk mantap, Andre beralih menatap Fita, dapat Andre lihat wajah Fita berubah menjadi binggung, "Lo pesan apa?" Tanyanya.
"Hah?"
"Ck. kelamaan Lo, Gua pesankan yang biasa aja lah!" Sahut Andre sedikit kesal, ingat Andre itu orangnya tidak sabaran.
Setalah Andre melenggang, Caca menatap Fita dengan tajam.
"Fita chetan gua balas Napa! Udah hampir satu bulan, Lo ga read apalagi balas chetan dari gua. Satu bulan gua rungsing tau gak?" Tutur Caca.
Fita meringis, seraya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, "hp gua gak sengaja kebawa sepupu gua pas dia nginep di rumah, gua mau ambil males, soalnya jauh di Jogja," ujarnya.
"Kenapa Lo ga bilang anjir?" Tanya Caca sedikit kesal, "terus sekarang Lo gak ada hp gitu?" Tanyanya lagi.
Fita tersenyum, tangannya meraih ponsel yang ada di saku celananya, "tada! Ponsel baru dong! Kece gak?" Ungkap Fita, namun mampu membuat kening Caca merenggut.
Mata Caca memicing, ia tidak salah liat kan? "Merek apa?" Tanya Caca ingin memastikan.
"iPhone!" Serunya berbangga diri.
"Serius? Lo beli hp iPhone? Bukannya Lo dendam sama tu hp? dulu, Lo pernah bilang. kalau lo di suruh milih iPhone apa realme Lo bakal milih realme?" tanya Caca sedikit heran.
jadi awalnya itu saat Fita kelas satu SMP, nah Fita ini tergoda sama ponsel yang dimiliki teman-teman di sekolahnya yaitu ponsel iPhone yang harganya lumayan mahal, ia merelakan ponsel Oppo find X3 pro yang harganya juga tidak kalah mahal dengan iPhone. ia dikasih pilihan oleh bundanya, mau ponsel Oppo aja yang dia inginkan sejak dulu apa iPhone? Karena tergoda akan bujukan teman-teman Fita pun memilih ponsel iPhone.
keesokan harinya Anita membelikan ponsel yang Fita maksud, namun baru saja satu Minggu ponsel itu ada di genggaman Fita, ponsel iPhone nya mati total gara-gara ia lupa Mencharger ponselnya sehingga daya baterai habis total, sejak itu lah Fita jadi dendam sama ponsel iPhone, katanya "gua udah relakan Oppo impian gua, demi iPhone. eh sialan satu Minggu doang di tangan gua!"
Wajah Fita berubah menjadi merah, ia terlihat gelisah, "gua kan—"
"Ay!" Panggil seseorang membuat kepala Caca tertoreh ke belakang, "eh? Ngapain?" Tanya Caca.
"Mau duduk, boleh gak?" Pintanya, Caca mengangguk dengan antusias, lagian bangku panjang yang ia duduki masih muat untuk tiga orang lagi.
"Duduk ada fi, kan masih lega," tuturnya, Raffi tersenyum simpul. Raffi dan kedua temannya menduduki bangku yang kosong.
"Andre mana?" Tanya Raffi, Caca menunjuk ke arah Andre yang tengah mengomeli salah satu murid, dapat Caca tebak pasti tuh siswa mulutnya cerewet dah, Andre kan paling kesel sama orang yang mulut nya ga bisa diem, kecuali Caca. Masih inget beberapa hari yang lalu Andre pernah ngebacot-bacot salah satu siswa karena banyak omong?
"Oh, btw Lo udah pesan makanan? Mau gua pesenin ga?" Tawar Raffi, Caca menggeleng kecil, "udah sama Andre," balasnya.
"Si Raffi bisa perhatian juga yak? Gak nyangka gua, gua kira kulkas berjalan gak bisa ngebucin," tutur Raka teman sebangkunya Raffi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Fiksyen Remaja"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)