"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari."
Caca Aeyza allqiya.
-selesai di revisi
Kamis 05-05-2022
Warning! Plagiat dilarang mendekat.
Ini murni h...
Cintai dirimu sendiri, kalau bukan kamu, siapa lagi?
Ooo
Anna meraih secarik kertas tergeletak di depan pintu kamarnya, sudah tiga hari berturut-turut ia mendapatkan surat-surat yang tidak ia ketahui pengirimannya,
Surat berisi kata-kata motivasi yang membuat hati Anna menjadi sedikit lebih baik setelah membaca isi dari secarik kertas itu.
Dengan senyuman manis nya Anna mulai membaca kata-kata yang ada di secarik kertas itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dapat Anna rasakan hati nya menjadi lebih tenang dan tentram, tatkala Membaca secarik kertas yang diberikan oleh seseorang, kata-kata itu selalu menyentuh ke relung hati nya yang paling dalam, ia tau selama ini ia salah karena terlalu berlarut-larut dalam kesedihan, seharusnya ia menerima dan ikhlas akan kepergian sang suami, karena bagaimana pun juga ini sudah takdir yang tuhan tuliskan.
"Mah?" Anna tersentak kaget.
"Eh?"
"Mamah lagi ngapain? Kenapa gak tidur?" Tanya Aldi lagi, ia sedikit aneh melihat tingkah Mamah nya yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan tersenyum, sembari membekap secarik kertas ke dalam dekapannya.
Anna menggeleng pelan, senyuman Aldi ikut tertarik melihat senyuman Mamahnya yang sudah lama hilang, "kamu tau orang yang naro surat ini gak, Al?" Ucapan Anna barusan membuyarkan lamunannya.
Kening Aldi mengernyit, "Surat?" Beo Aldi, tangannya mengambil surat yang ada di tangan Mamahnya, menatap tulisan yang terdapat dalam surat singkat itu, ia sedikit mengenali, tulisan ini mirip dengan tulisan tangan Caca tapi sedikit berbeda, tulisan tangan Caca lebih rapih. Tapi apakah mungkin surat itu dari Caca? Apakah mungkin ia masih memperdulikan Mamah?
"Tulisan ini mirip dengan tulisan Caca Mah, tapi bedanya tulisan Caca sangat rapih, tidak miring," tutur Aldi.
"Mamah gak yakin kalau ini tulisan dia, dia mana perduli sama Mamah? Bahkan sudah hampir satu bulan dia tidak pernah menampakan diri di hadapan Mamah," balas Anna menyahuti.
Aldi terdiam sejenak.
"Surat itu Aini yang buat Mah. Aini seneng kalau Mamah suka," tutur Aini, mengalihkan pandangan Anna dan Aldi.
Anna mengernyit, "sejak kapan kamu suka membuat surat seperti ini?" Anna tau, Aini ini bukan tipe orang yang suka merangkai kata-kata, hoby dia kan shopping.